5 Fakta Luka Modric, Pengungsi Korban Perang yang Hampir ke Barcelona

Muhammad Nurhendra Saputra

VIVA – Luka Modric, gelandang Real Madrid ini memiliki cerita yang cukup panjang untuk menjadi pemain sepakbola. Pemain berusia 34 tahun ini sudah menjadi bagian di Santiago Bernabeu sejak 2012 lalu. 

Madrid mendatangkan Modric dari Tottenham dengan nilai transfer mencapai £16,5 juta (sekitar Rp299 miliar). Modric sudah mencetak 15 gol dari 222 penampilan bersama Los Blancos. 

Hampir delapan tahun bersama Madrid, ia sudah memberikan satu trofi LaLiga, Copa del Rey, Tiga Piala Super Spanyol. Kemudian empat trofi Liga Champions secara beruntun, tiga Piala Super Eropa dan empat Piala Dunia antar klub. 

Modric juga memiliki karier di Timas Kroasia cukup menarik. Ia memiliki 127 caps dengan 16 gol. 

Tahun 2018, Modric berhasil membawa Kroasia lolos ke final Piala Dunia. Sayangnya di laga final Kroasia kalah dari Prancis. 

Modric kemudian meraih gelar Ballon d'Or pada 2018. 

Berikut lima hal yang mungkin belum Anda ketahui tentang Modric dalam rilis yang diterima Viva:

-Modric menjadi pengungsi saat masa kecilnya: Tumbuh selama Perang Yugoslavia pada awal 1990-an, ia secara tragis kehilangan kakeknya akibat konflik dan menjadi pengungsi dengan keluarganya yang terpaksa meninggalkan kota asal mereka. Dia tumbuh di hotel - sebagian besar di Hotel Kolovare, di Zadar - dan pertama kali belajar bermain sepak bola di ruang parkir hotel.

-Barcelona menghubunginya pada tahun 2008: Pada tahun 2008 silam ia digadang-gadangkan akan bergabung dengan raksasa Catalonia tersebut. Ia bahkan memberikan wawancara kepada sebuah koran Spanyol Mundo Deportivo dan ia menyebutkan bahwa ia ingin bermain bagi Barça, bahkan berpose dengan seragam klub tersebut, meskipun akhirnya Modri? meninggalkan Dinamo Zagreb menuju Tottenham pada musim panas tahun 2008, dan akhirnya bergabung bersama Real Madrid tahun 2012.

-Debutnya di Real Madrid berakhir dengan sebuah trofi: Setelah datang dari Tottenham pada bursa transfer musim panas 2012, gelandang tersebut melakukan penampilan perdananya di leg kedua Piala Super Spanyol melawan Barcelona di Bernabéu. Dengan skor agregat sama kuat 4-4 saat ia menggantikan Mesut Oezil pada babak kedua, ia mengatur lini tengah selama waktu yang tersisa untuk memastikan hasil imbang dan membuat Real Madrid meraih gelar pembuka.

-Modric terpilih sebagai pembelian terburuk tahun 2012: Meskipun ia meraih gelar pertama pada debutnya bersama Real Madrid, Modri? menghadapi awal yang rumit bagi klub ibukota tersebut. Pertengahan musim 2012/13, ia bahkan didapuk sebagai pembelian terburuk LaLiga pada musim panas 2012, gelar yang cukup kasar mengingat ia telah melewatkan hampir semua pra-musim. Sejak itu, ia telah menegaskan reputasinya sebagai salah satu pesepak bola terbaik serta telah membuktikan sebaliknya kepada orang yang meragukannya dengan memenangkan trofi demi trofi dan Ballon d’Or 2018.

Luka Modric saat menerima penghargaan kategori Pemain Pria terbaik FIFA 2018

-Modric bermain lebih lama dibanding pemain manapun pada Piala Dunia 2018: Ia membawa Kroasia menuju final yang tak terduga melawan Prancis dan memenangkan Bola Emas sebagai pemain terbaik dalam turnamen tersebut. Dengan tiga pertandingan babak gugur Kroasia mencapai babak tambahan (melawan Denmark, Rusia, dan Inggris) dan Modri? selalu berada dilapangan, ia mengumpulkan waktu 694 menit di lapangan selama turnamen, melebihi pemain lainnya.