5 Fakta Max Sopacua, Politikus Demokrat yang Berpulang Akibat Paru-Paru

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Max Sopacua meninggal dunia dalam usia 75 tahun. Politikus Partai Demokrat itu mengembuskan nafas terakhirnya di RSPAD Gatot Subroto akibat sakit paru-paru yang dideritanya.

Hal ini belakangan dibenarkan oleh sang putra, Ferro Sopacua lewat pesan singkatnya, Rabu, 17 November 2021.

"Papa dirawat di RSPAD selama 17 hari, Papa meninggal karena sakit di paru-paru," kata Ferro.

Sebelum menjadi politikus, Max Sopacua dikenal sebagai penyiar papan atas Tanah Air yang kerap membawakan berita olahraga era tahun 80-90-an. Dia pun pernah menjabat sebagai produser di TVRI pada 1985 hingga 2002.

Berikut fakta-fakta berpulangnya politikus Partai Demokrat, Max Sopacua dihimpun Liputan6.com:

1. Sempat Diduga Kanker

Ferro mengatakan, sang ayah Max Sopacua meninggal usai menjalani perawatan akibat sakit paru-paru.

Max berpulang pada Rabu, 17 November pagi pukul 5.53 WIB di RSPAD Gatot Subroto Jakarta. Menurut keterangan dokter, almarhum Max sempat diduga terkena kanker.

"Awalnya dirawat selama 14 hari di RSUD Kota Bogor sebelum dirujuk ke RSPAD, sakit di paru-parunya diduga kanker," jelas Ferro.

2. Berpulang dalam Usia 75 Tahun

Adalah politikus Partai Demokrat, Rachland Nashidik yang mengonfirmasi kabar duka meninggalnya Max Sopacua lewat akun Twitternya.

"Pagi ini mendapat kabar duka. Pak Max Sopacua berpulang dalam usia 75 tahun. Rest in peace, Pak Max. Saya selalu menganggapmu senior dan sahabat yang menyenangkan, bahkan ketika kita mengambil jalan berbeda," tulis Rachland yang dikutip Rabu, 17 November.

Selain itu, Politikus Partai Demokrat Imelda Sari juga menuliskan hal yang sama. Dia mengabarkan kabar tersebut.

"Innalillahi waiina ilaihi rojiun Telah berpulang papa kami H. Zulkifli bin Adam ( Max Sopacua ) pada Hari ini rabu 17 November 2021 pukul 05.53 wib, mohon di maafkan segala kekhilafan Almarhum semasa hidup. Ferro Sopacua," tulisnya.

3. Dimakamkan di Pemakaman Keluarga

Tempat pemakaman keluarga di Ciomas, Jawa Barat, kini menjadi tempat peristirahatan terakhir almarhum Max Sopacua.

Sebelumnya, menantu dari Max Sopacua, Eka Yurrika Chaerany kepada Liputan6.com mengungkapkan, jenazah sang ayah disalatkan lebih dulu di rumah duka, kawasan Kepatihan.

Kemudian setelah dzuhur menuju pemakaman keluarga di Ciomas.

"Rencananya papa akan disalatkan di Kepatihan. Dan akan dimakamkan habis dzuhur paling telat jam 13.00 berangkat dari Kepatihan menuju pemakaman keluarga di Ciomas," jelas Eka, Rabu kemarin.

4. Dimakamkan Satu Lubang dengan Istri

Tiba di Ciomas, politikus senior ini dimakamkan dalam satu lubang dengan almarhumah istrinya. Menurut sang putra, itu merupakan pesan yang disampaikan almarhum sang ayah bila dirinya telah berpulang.

"Seperti amanat beliau bahwa beliau ingin dimakamkan satu lubang dengan almarhumah mamah saya," kata Fero, anak pertama dari tiga bersaudara ini.

5. Rekam Jejak Karier hingga Terjun ke Politik

Max Sopacua lahir pada 2 Maret 1946. Ia seorang politikus yang pernah menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) selama dua periode pada 2004–2009 dan 2009–2014. Max merupakan tokoh senior Partai Demokrat, selama di DPR ia mewakili daerah pemilihan (dapil) Jawa Barat IV (2004–2009) dan Jawa Barat V (2009–2014) serta pernah bertugas di Komisi IX dan I DPR.

Sebelum terjun ke dunia politik, Max merupakan seorang penyiar berita olahraga di TVRI yang terkenal pada tahun 1980-an hingga 1990-an. Selain sebagai penyiar berita, Max juga menjadi produser di TVRI pada 1985 hingga 2002.

Berbagai program olahraga TVRI dalam perhelatan-perhelatan olahraga dunia diproduseri oleh Max, di antaranya program Olimpiade Seoul 1988, Olimpiade Atlanta 1996, Piala Dunia FIFA 1998, SEA Games 1999, hingga terakhir Olimpiade Sydney 2000.

Pekerjaannya sebagai seorang penyiar berita olahraga membuatnya aktif di organisasi Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di mana ia menjadi anggota di dalamnya pada 1990 hingga 2001, selain itu ia juga merupakan anggota Asia-Pacific Broadcasting Union (ABU).

Max selanjutnya berkecimpung ke dunia politik, ia bergabung dengan Partai Demokrat pada 2002 setelah tidak lagi bekerja di TVRI. Ia langsung menjadi Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (Wasekjen DPP) Partai Demokrat pada saat itu hingga 2005.

Pada pemilu legislatif 2004, Max Sopacua terpilih sebagai anggota DPR RI untuk dapil Jawa Barat IV yang kala itu meliputi wilayah Kabupaten dan Kota Bogor, ia memperoleh 29.827 suara.

Selama di DPR untuk periode 2004–2009, ia bertugas di Komisi IX dan sempat menjadi wakil ketua di komisi tersebut dari tahun 2005–2007. Selain itu, ia juga menjadi Wakil Ketua Panitia Khusus Angket tentang Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak pada 2008 hingga 2009.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel