5 Fakta Mengharukan Aprilia Manganang Usai Sah Jadi Aprilio Perkasa

Robbi Yanto
·Bacaan 3 menit

VIVA – Mantan atlet voli nasional, Aprilia Manganang kini sah menjadi laki-laki. Hal itu sesuai dengan keputusan Hakim Tunggal PN Tondano, Nova Loure dalam sidang yang berlansung virtual, Jumat 19 Maret 2021.

Ditemani kedua orang tua tercinta yang menjadi saksi, Aprilia Manganang mengikuti sidang di Mabes TNI AD, Jakarta.

Kelahiran Tahuna, Sulawesi Utara, 27 April 1992 itu kini sah menyandang status laki-laki. Dia juga telah berganti nama menjadi Aprilio Perkasa Manganang dengan nama panggilan lanang.

"Menetapkan pergantian nama pemohon yang semula bernama Aprilia Santini Manganang berubah menjadi nama Aprilio Perkasa Manganang," ujar hakim Nova.

Sementara Manganang tak kuasa menahan air mata bahagia. Ungkapan rasa bahagia menjadi-jadi, tidak lupa dia mengucapkan rasa terimakasih teramat dalam kepada pihak-pihak yang banyak membantu dalam proses permohonan ini.

"Terimakasih yang mulia, terimakasih. Semoga ini menjadi awal yang baik untuk saya ke depan. Puji tuhan akhirnya bisa melewati ini, berkat pak KSAD (Andika Perkasa), bu Hetti dan juga para dokter," kata Aprilio.

"Sangat bersyukur bisa melewati ini dan saya akan fokus ke profesio saya sebagai TNI AD dimanapun saya ditempatkan," tambah dia.

Terdapat sejumlah momen mengharukan dalam proses hingga bergantinya status peraih gelar MVP Thai-Denmark Super League 2019 tersebut. Berikut kami rangkum untuk anda:

1. Penantian 28 Tahun

Perubahan status dan nama adalah hal yang selama ini dinantikannya. Akhirnya, penantian 28 tahun itu terjawab sudah.

“Senang, karena itu yang selama ini saya tunggu selama 28 tahun, Saya dengan style sowok banget, saya mau kemana. Pas kemarin hasilnya coowok, saya senang banget. Puji tuhan 28 tahun ini terjawab lah," kata Aprilio.

2. Memendam Tanya Agar Orang Tua tak Sedih

Aprilio mengaku tak pernah bercerita kepada kedua orang tuanya terkait apa yang ia rasakan selama ini. Aprilio punya alasan yang mengharukan mengapa dirinya tak mau bercerita keluh kesahnya kepada orang tua.

"Saya takut mereka sedih, cukuplah saya yang menjalani, mereka menikmati saja apa yang saya dapat," ucapnya.

3. Kerja Keras Sejak Kecil demi Bantu Keluarga

Dalam acara sosok pekan ini di TV One, Aprilio menceritakan sejak kecil ia dan kakak kandungnya, Amasya Manganang sudah dididik keras oleh orang tua.

Masa kecil lebih banyak ia habiskan untuk membantu perekonomian keluarga dengan bekerja dan berjualan. Selain itu, sejak masuk SMA, Aprilio juga sudah jauh dari orang tua.

"Karena saya sama kakak waktu kecil dididik keras, orang tua latar tidak mampu, kami diajarkan kerja, jualan, saya juga belum tahu kondisi saya seperti apa. Tapi, orang tua saya memperlakukan saya sebagai wanita," kata Aprilio dalam acara Sosok Pekan Ini, TV One.

"Saya juga saat masuk SMA jauh dari orang tua, saya merantau ke Manado, saya masih belum tahu diri saya seperti apa. Tapi tetap saya bertanya, kenapa saya tidak menstruasi, kenapa saya seperti laki-laki. cuma saya tidak tahu cerita ke siapa," sambungnya.

4. Bahagia Setelah Mendengar Respons Orang Tua

Aprilio menceritakan setelah ia dipanggil ke Jakarta oleh KSAD Jenderal Andika Perkasa. Barulah dirinya memberanikan diri untuk menjelaskan apa yang selama ini ia alami.

"Sempat cerita setelah orang tua kesini, saya bilang ke mama papa, ini lho ma yang saya ingin, dan puji Tuhan mereka mengerti. Dan dokter juga menerangkan, mereka senang mendengarnya," jelasnya.

5. Cinta dalam Nama

Jenderal TNI Andika Perkasa, Hetty Andika Perkasa. memberikan nama panggilan Lanang kepada Aprilio dengan penuh cinta seperti seorang ibu kandung kepada anaknya.

"Arti lanang itu laki laki, saya sebagai seorang ibu tentu ingin memberikan nama yang terbaik untuk anak saya," kata Hetty Andika Perkasa

"Dan, saya kemas nama itu dengan penuh doa, penuh cinta dan kasih sayang seorang ibu kepada anaknya dengan harapan semoga lanang ke depannya menjadi laki laki yang perkasa," sambungnya.