5 Fakta Siswa SMAN 71 Terpapar Omicron Covid-19 di Tengah PTM 100 Persen

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Jumlah kasus Omicron Covid-19 di Tanah Air kembali bertambah. Hingga 10 Januari 2022 ada kenaikan sebanyak 92 orang, sehingga totalnya mencapai 506 kasus Omicron di Indonesia.

Belum lama ini, di tengah kebijakan pemerintah yang mulai memberlakukan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen, Omicron kembali ditemukan.

Kasus varian baru tersebut terjadi pada seorang pelajar dari SMAN 71 Jakarta.

"Kalau guru-guru sudah keluar hasilnya negatif. Kalau siswa baru sebagian keluar, sebagian negatif," jelas Kepala Sub Bagian Humas Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta Taga Radja, Rabu, 12 Januari 2022.

Agar penularan kasus Omicron Covid-19 tidak meluas, PTM di SMAN 71 dihentikan sementara.

Berikut deretan fakta satu siswa SMAN 71 terpapar Covid-19 di tengan PTM 100 persen digelar:

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap 3m #vaksinmelindungikitasemua

1. Terkonfirmasi Positif 7 Januari 2022

Kepala SMA Negeri 71 Jakarta, Acep Mahmudin mengatakan siswa tersebut diketahui terkonfirmasi positif COVID-19 pada Jumat, 7 Januari setelah hasil tes usap PCR keluar. "Jumat sore setelah maghrib kami mendapat kabar dari wali kelasnya, ada siswa terkonfirmasi positif COVID-19," ujar Acep dilansir Antara.

Lebih lanjut, Acep mengatakan, siswa tersebut mengikuti kegiatan belajar pada PTM 100 persen.

"Hari Senin (3 Januri) dia masuk, tapi kondisinya kurang sehatlah. Hari Selasa dia tidak hadir, tapi orangtuanya mengabarkan ke sekolah sekaligus memberikan bukti hasil tes negatif. Artinya Senin dia negatif dong, dia belum terpapar ya secara teori," tutur Acep.

2. Guru dan Siswa Lain Dinyatakan Negatif

Upaya tracing pun lalu dilakukan pihak sekolah SMAN 71 Jakarta. Hasilnya saat ini diketahui para guru negatif Covid-19. Sebagian murid yang menjalani testing negatif.

Hasil tes dilakukan pada 30 orang dilingkungan sekolah.

"Kalau guru-guru sudah keluar hasilnya negatif. Kalau siswa baru sebagian keluar., sebagian negatif," jelas Kepala Sub Bagian Humas Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta Taga Radja, Rabu, 12 Januari kemarin.

3. PTM dihentikan hingga Jumat 14 Januari 2022

Guna mencegah terjadinya penularan, saat ini sekolah tidak menggelar pembelajaran tatap muka hingga 14 Januari 2022.

Hal yang sama juga diungkap oleh Kepala SMA Negeri 71 Jakarta, Acep Mahmudin.

"Untuk SMAN 71, sementara PTM ini kami tiadakan. Terhitung hari Senin ini sampai dengan Jumat, sesuai aturan SKB 4 Menteri dan keputusan kepala dinas," ujar Acep.

Taga pun mengatakan, bila kondisi penyebaran Covid-19 di sekolah-sekolah memburuk, maka pihaknya bisa kembali memberlakukan pembelajaran setengah daring setengah tatap muka. Misal status PPKM Jakarta berubah dari level dua menjadi level tiga.

Kalau semakin memburuk dan level PPPKM menjadi level 4, maka seluruh sekolah harus menggelar pembelajaran secara daring.

"Kalau memburuk juga jadi (PPKM) level 4 maka seluruhnya daring," ujar Taga.

4. Lakukan Penelusuran Riwayat Kontak Siswa

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Timur, Linda Siregar mengatakan bahwa pihak sekolah juga telah melakukan penelusuran riwayat kontak siswa yang terpapar COVID-19 varian Omicron dan melakukan tes usap PCR.

"Sekolah langsung melaksanakan 'tracing' untuk seluruh siswa yang satu kelas dengan anak tersebut bersama wali kelas dan guru yang mengajar di hari tersebut," ujar Linda.

Linda mengatakan berdasarkan hasil tes usap PCR dari 30 orang di lingkungan sekolah tersebut diketahui hasilnya negatif.

5. Siswa Positif Omicron Isoman di Rumah

Lebih lanjut, dia mengatakan saat ini siswa yang terpapar COVID-19 varian Omicron itu sedang menjalani isolasi mandiri di rumah bersama sang ibu yang juga terkonfirmasi positif COVID-19 varian Omicron.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel