5 Fakta soal Kontroversi Drama Korea Snowdrop

·Bacaan 1 menit

Fimela.com, Jakarta Drama Korea Snowdrop yang dibintangi Jung Hae In dan Jisoo Blackpink baru saja tayang pada 18 Desember 2021. Meskipun baru tayang, akan tetapi drama ini menuai kontroversi lantaran dianggap menyimpang dari sejarah.

Sebelum ditayangkan, Snowdrop sudah ditentang karena alasan yang sama. Lantas seperti apa saja kontroversi drama Korea Snowdrop? Berikut Fimela.com merangkumkannya khusus untuk Anda.

TERKAIT: Tayang Dua Episode, Drakor Snowdrop Undang Kontroversi

TERKAIT: Perasaan Jisoo BLACKPINK Jadi Pasangan Jung Hae In di Snowdrop

TERKAIT: Jang Seung Jo Bakal Adu Akting dengan Jisoo BLACKPINK di Drakor Snowdrop

Sinopsis

Snowdrop. (JTBC via Soompi)
Snowdrop. (JTBC via Soompi)

Drama Korea Snowdrop menceritakan kisah cinta Im Su Ho yang diperankan oleh Jun Hae In, seorang mahasiswa pascasarjana yang ditemukan berlumpuran darah oleh Eun Young Ro yang dimainkan oleh Jisoo Blackpink. Drama ini mengambil latar belakang di Seoul, Korea Selatan pada 1987.

Saat itu terjadi protes massal untuk memaksa pemerintah Korea Selatan mengadakan pemilihan yang adil. Unjuk rasa ini pun diikuti oleh mahasiswa.

Petisi Saat Syuting

Snowdrop. (JTBC via Soompi)
Snowdrop. (JTBC via Soompi)

Setelah sinopsis Snowdrop beredar, muncul sebuah petisi yang meminta produksi drama ini dihentikan. Alasanya ada dugaan distorsi sejarah, setidaknya ada 220 ribu orang mendatangani petisi tersebut.

Petisi Saat Episode Perdana

Poster Snowdrop. (JTBC via Soompi)
Poster Snowdrop. (JTBC via Soompi)

Satu hari setelah episode pertama tayang, muncul petisi yang meminta drama ini dihentikan. Karena tim produksi dianggap menyimpang dari sejarah, hingga diputar lagu gerakan demokratisasi yang membuat para penonton tidak nyaman.

Brand

Snowdrop. (Instagram/jtbcdrama)
Snowdrop. (Instagram/jtbcdrama)

Beberapa brand yang jadi sponsor memutuskan untuk mengundurkan diri dari drama Korea Snowdrop. Seperti Ganisong, Hans Electronic, Teazen, Ssarijae Maeul, dan Dopyongyo.

Yayasan Aktivis Demokrasi Park Jongcheol

Jisoo Blackpink dan Jung Hae In dalam konferensi pers Snowdrop. (Instagram/ jtbcdrama)
Jisoo Blackpink dan Jung Hae In dalam konferensi pers Snowdrop. (Instagram/ jtbcdrama)

Park Jongcheol yang merupakan aktivis demokrasi pun angkat bicara. Menurutnya meromantisasi keadaan di 1987 menjadi sebuah drama adalah penyimpangan sejarah.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel