5 Fakta Stadion Lukas Enembe, Stadion Termegah Kedua Tempat Pembukaan PON XX Papua

·Bacaan 3 menit
Suasana pertunjukan kembang api saat pembukaan PON Papua di Stadion Lukas Enembe, Sentani, Papua, Sabtu (2/10/2021). Perhelatan olahraga empat tahunan tersebut mengangkat tema 'Torang Bisa'. (ANTARA FOTO via InfoPublik/Zabur Karuru)

Liputan6.com, Jakarta - Acara pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 telah diselenggarakan pada Sabtu (02/10/21). Pembukaan perhelatan Pon XX Papua 2021 dilakukan di Stadion Lukas Enembe yang berlokasi di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua.

Karena berada di jalan poros utama yang menghubungkan Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura, menjadikan lokasi Stadion Lukas Enembe cukup strategis. Stadion ini juga dekat dengan Bandar Udara Internasional Sentani yang berjarak 8,9 kilometer atau sekitar 18 menit.

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini adalah fakta menarik dari Stadion Lukas Enembe.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Mengalami pergantian nama

Peresmian pembangunan Stadion Papua Bangkit berlangsung pada Jumat (23/10/2020), oleh Gubernur Papua Lukas Enembe. Sejak tanggal tersebut, Stadion Papua Bangkit resmi berganti nama dari Stadion Papua Bangkit jadi Lukas Enembe.

Nama tersebut diambil dari nama Gubernur Papua. Dapat menjadikan Papua sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XX, Gubernur papua dinilai sangat berjasa.

Stadion Lukas Enembe, ikon baru masyarakat papua

Stadion Lukas Enembe memiliki kapasitas lebih dari 40 ribu penonton. Selain itu, stadion ini juga memiliki fasilitas-fasilitas yang telah berstandar internasional. Salah satunya lapangan sepak bola yang telah berstandar FIFA. Kemudian Jenis rumput yang digunakan pada stadion tersebut adalah Zoysia Matrella (Linn) Merr atau rumput Manila yang lazim digunakan di stadion besar seperti Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

Selain itu, mengutip dari Indonesia.go.id, lintasan atletik sintetis di Stadion Lukas Enembe telah bersertifikasi kelas 1 standar federasi atletik internasional (IAAF). Kawasan atletik tersebut juga dilengkapi dengan lapangan pemanasan. Kehadiran Stadion Lukas Enembe telah menjadikan ikon baru bagi masyarakat Indonesia, khususnya Papua.

Pembiayaan bangunan stadion mencapai Rp 1,3 Trilun

Biaya Pembangunan Stadion Lukas Enembe berasa dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Papua senilai Rp 1,3 Triliun. Stadion ini berdiri di atas lahan seluas 13 hektare.

Bangunan tersebut dibangun empat periode tahun anggaran. Pada tahun pertama, yakni pada 2016 anggaran yang dikeluarkan adalah sebesar Rp228,6 miliar. Kemudian pada 2017 anggaran yang dikeluarkan sebesar Rp 447,2 miliar, pada 2018 anggaran sebesar Rp 879,3 miliar dan terakhir pada 2019 anggaran yang dikeluarkan sebesar Rp 2,2 triliun.

Menjadi Stadion terbaik dan termegah kedua

Selain stadion Gelora Bung Karno (GBK) yang dianggap sebagai stadion termegah, Kini Stadion Lukas Enembe juga telah diklaim sebagai stadion terbaik dan termegah. Selain didukung teknologi modern bagian luar Stadion Lukas Enembe ini juga dikelilingi ornamen fasad baja melengkung. Ornamen tersebut menonjolkan ukiran-ukiran khas Papua yang memberi kesan etnik pada stadion tersebut.

Masuk ke dalam salam salah satu nominasi Stadion terbaik Dunia.

Karena memiliki banyak keunggulan dan fasilitas yang bertaraf internasional, Stadion Lukas Enembe berhasil menjadi masuk dalam Nominasi Stadion Terbaik Dunia 2019 yang diselenggarakan oleh StadiumDB.com, media online asa Polandia.

Untuk menjadi yang terbaik, Stadion Lukas Enembe ini bersaing dengan 21 stadion lainnya yang berasal dari 19 negara. Namun juri akhirnya menetapkan pemenang stadium of the year 2019. Juri menetapkan Japan National Stadium sebagai pemenang.

Kehadiran Stadion ini menuai rasa bangga dari masyarakat Papua. Tidak hanya dijadikan sebagai penyambut PON XX, tapi masyarakat Papua juga berharap bisa digunakan sebagai aktivitas olahraga lainnya.

Penulis:

Stephanie

Universitas Multimedia Nusantara

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel