5 Fakta Terkait Anggota TNI yang Membelot Gabung dengan KKB Papua

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Seorang anggota TNI Pratu Lukius Y Matuan, anggota Yon Infanteri 400 Raider diduga telah bergabung dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Sabinus Waker yang beroperasi di wilayah Kabupaten Intan Jaya, Papua.

"Memang benar saat ini Pratu Lukius yang sebelumnya tergabung dalam Yonif Raider 400 itu bergabung dengan KKB," ujar Asisten Operasi Kogabwilhan III Brigjen Suswatyo seperti dikutip Antara, Jumat malam, 16 April 2021.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa pun angkat bicara. Dia menyampaikan, kasus prajurit TNI AD bergabung dengan KKB Papua tidak hanya sekali dua kali terjadi.

"Jadi sebetulnya kasus-kasus seperti ini bukan hanya terjadi kali ini, walaupun tidak sama persis tetapi prajurit yang kemudian lari atau meninggalkan dinas dan tidak kembali itu cukup sering," tutur Andika di Puspom TNI AD, Jakarta Pusat, Selasa, 20 April 2021.

Selain itu, disampaikan dia, prajurit TNI yang bergabung dengan KKB Papua meninggalkan seluruh atribut dan senjatanya. Namun, ada sejumlah amunisi yang dibawa prajurit itu.

"Senjata dia tinggal, tetapi dua magasin dengan isi 70 butir amunisi 5,56 milimeter itu yang dibawa. Sampai sekarang proses masih terus kita tangani," tutur Andika.

Berikut deretan fakta terkait kabar adanya dugaan prajurit yang membelot bergabung dengan KKB dihimpun Liputan6.com:

Sempat Ditugaskan di Intan Jaya

Kembali Berulah, KKB Tembak 2 Warga Papua di Ilaga (Kapen Kogabwilhan III, Kolonel Czi IGN Suriastawa)
Kembali Berulah, KKB Tembak 2 Warga Papua di Ilaga (Kapen Kogabwilhan III, Kolonel Czi IGN Suriastawa)

Pratu Lukius Y Matuan, anggota Yon Infanteri 400 Raider diduga telah bergabung dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Sabinus Waker yang beroperasi di wilayah Kabupaten Intan Jaya, Papua.

"Memang benar saat ini Pratu Lukius yang sebelumnya tergabung dalam Yonif Raider 400 itu bergabung dengan KKB," ujar Asisten Operasi Kogabwilhan III Brigjen Suswatyo seperti dikutip Antara, Jumat malam, 16 April 2021.

Dia membenarkan, Lukius tergabung bersama Raider 400 dan sempat ditugaskan di Kabupaten Intan Jaya sejak Agustus 2020 hingga Maret 2021.

Dianggap Pengkhianat, Kabur Sejak Februari 2021 Lalu

Pasukan TNI diserang KKB saat patroli di Distrik Kenyam, Nuda, Papua, Kamis (26/11/2020). Tiga prajurit yang terluka dievakuasi menggunakan helikopter. (Dok Puspen TNI)
Pasukan TNI diserang KKB saat patroli di Distrik Kenyam, Nuda, Papua, Kamis (26/11/2020). Tiga prajurit yang terluka dievakuasi menggunakan helikopter. (Dok Puspen TNI)

Menurut Suswatyo, Lukius diperkirakan sudah kabur sejak 12 Februari 2021 lalu.

"Lukius diperkirakan kabur sejak tanggal 12 Februari tanpa membawa senjata," kata Brigjen TNI Suswatyo.

Dia menambahkan, Pratu Lukius sudah dianggap sebagai pengkhianat dan masuk dalam daftar anggota KKB di Intan Jaya.

"Aparat keamanan dipastikan akan melakukan penindakan bila menemukannya," jelas Brigjen Suswatyo.

KSAD Sebut TNI Gabung KKB Tinggalkan Atributnya

Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa (tengah) memperkenalkan Serda Aprilia Manganang via videotron di Mabes AD, Jakarta, Selasa (9/3/2021). Aprilia Manganang diperkenalkan kembali dengan jenis kelamin laki-laki usai melakukan corrective surgery oleh tim dokter TNI AD. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa (tengah) memperkenalkan Serda Aprilia Manganang via videotron di Mabes AD, Jakarta, Selasa (9/3/2021). Aprilia Manganang diperkenalkan kembali dengan jenis kelamin laki-laki usai melakukan corrective surgery oleh tim dokter TNI AD. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa memyampaikan, seorang prajurit TNI yang bergabung dengan KKB Papua meninggalkan seluruh atribut dan senjatanya. Namun, ada sejumlah amunisi yang dibawa prajurit itu.

"Senjata dia tinggal, tetapi dua magasin dengan isi 70 butir amunisi 5,56 milimeter itu yang dibawa. Sampai sekarang proses masih terus kita tangani," tutur Andika di Puspom TNI AD, Jalan Sultan Agung, Jakarta Selatan, Selasa, 20 April 2021.

Sempat Tugas di Jawa Tengah

KSAD Jendral TNI Andika Perkasa memberi sambutan saat mendampingi Serda Aprilia Manganang menjalani sidang perubahan status jenis kelamin dan pergantian nama di Pengadilan Negeri Tondano secara virtual di Mabes TNI AD, Jakarta, Jumat (19/3/2021). (Liputan6.com/Faizal Fanani)
KSAD Jendral TNI Andika Perkasa memberi sambutan saat mendampingi Serda Aprilia Manganang menjalani sidang perubahan status jenis kelamin dan pergantian nama di Pengadilan Negeri Tondano secara virtual di Mabes TNI AD, Jakarta, Jumat (19/3/2021). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Andika menyebut, pihaknya tengah mengevaluasi peristiwa membelotnya prajurit TNI AD tersebut. Dari rekam jejaknya, anggota itu masuk pada 2015 lalu di usia 24 tahun.

"Lahir dan besar di Wamena dan ditempatkan setelah bertugas di salah satu batalyon infantri di Jawa Tengah," ucap dia.

Pada Februari 2021 lalu, lanjut Andika, infantri yang menanungi prajurit tersebut menjalankan tugas di Papua. Sekitar tanggal 12 Februari, atasan mendapati dia meninggalkan pos tugas.

"Beberapa pasal sudah kita kenakan termasuk THTI atau Tidak Hadir Tanpa Izin yang setelah 30 hari kita sudah bisa memecat yang bersangkutan. Tetapi pencarian ke yang bersangkutan terus dilakukan baik secara fisik maupun elektronik. Dan saya dapat laporan keberadaan tapi masih secara umum ada di Papua," papar dia.

Sebut Kasus Prajurit TNI Gabung KKB Papua Tak Hanya Sekali

KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa memberi keterangan pers terkait taruna Akademi Militer (Akmil) Enzo Zenz Allie di Mabes AD, Jakarta, Selasa (13/8/2019). Menurut Andika, Enzo berpegang teguh kepada Pancasila. (Liputan6 com/Angga Yuniar)
KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa memberi keterangan pers terkait taruna Akademi Militer (Akmil) Enzo Zenz Allie di Mabes AD, Jakarta, Selasa (13/8/2019). Menurut Andika, Enzo berpegang teguh kepada Pancasila. (Liputan6 com/Angga Yuniar)

Andika menyampaikan, kasus prajurit TNI AD bergabung dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua tidak hanya sekali dua kali terjadi.

"Jadi sebetulnya kasus-kasus seperti ini bukan bukan hanya terjadi kali ini, walaupun tidak sama persis tetapi prajurit yang kemudian lari atau meninggalkan dinas dan tidak kembali itu cukup sering," tutur Andika.

Andika juga tidak begitu saja mengambil kesimpulan bahwa prajurit TNI AD yang membelot ke KKB Papua ada korelasinya dengan rekrutmen yang berasal dari putra-putri daerah.

"Sama sekali tidak, karena memang saya terbuka, nggak bohong. Setiap tahun begitu banyak," jelas dia.

Prajurit Membelot Miliki Banyak Alasan

Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa saat memperkenalkan Serda Aprilia Manganang via videotron di Mabes AD, Jakarta, Selasa (9/3/2021). Aprilia Manganang diperkenalkan kembali dengan jenis kelamin laki-laki usai melakukan corrective surgery oleh tim dokter TNI AD. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa saat memperkenalkan Serda Aprilia Manganang via videotron di Mabes AD, Jakarta, Selasa (9/3/2021). Aprilia Manganang diperkenalkan kembali dengan jenis kelamin laki-laki usai melakukan corrective surgery oleh tim dokter TNI AD. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Menurut Andika, prajurit TNI AD yang bergabung dengan KKB Papua pun memiliki latar belakang dan alasan yang beragam. Mulai dari permasalahan hutang, ketidakcocokan dengan satuan, dan lainnya.

"Ada mungkin karena masalah-masalah susila, macam-macam itu begitu banyak. Dan itu juga dilakukan oleh prajurit dengan latar belakang maupun etnis yang berbeda-beda. Jadi kami tidak akan langsung mengambil kesimpulan bahwa ini ada hubungannya dengan putra daerah, sama sekali tidak," Andika menandaskan.

Baku Tembak TNI Vs KKB Papua

Infografis Baku Tembak TNI Vs KKB Papua. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Baku Tembak TNI Vs KKB Papua. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: