5 Fakta Terkait Gempa yang Getarkan Sukabumi

·Bacaan 7 menit

Liputan6.com, Jakarta - Gempa dengan kekuatan magnitudo 5,6 pada pukul pukul 16:23:37 WIB getarkan wilayah Sukabumi, Jawa Barat.

Dilaporkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Meski begitu, getaran gempanya cukup terasa di beberapa wilayah Indonesia. Dari laman resmi www.bmkg.go.id, lokasi gempa terletak pada koordinat titik 7.86 Lintang Selatan (LS) dan 106.87 Bujur Timur (BT).

Salah satu wilayah yang turut merasakan gempa itu adalah Ibu Kota Jakarta. Seorang pekerja swasta Aulia (27) merasakan gempa yang terjadi hanya beberapa detik saja.

"Lagi di lantai 7 Wisma BSG Jakarta pusat. Gempa terasa waktu lagi duduk," kata Aulia kepada Liputan6.com, Selasa (27/4/2021).

Sementara itu menurut Kepala Badan Mitigasi dan Gempa Bumi BMKG Daryono, gempa yang sebelumnya bermagnitudo 5,6 diupdate menjadi 5.

"Episenter terletak pada koordinat 7,74 LS dan 106,92 BT tepatnya di laut pada jarak 89 km arah Selatan Kota Sukabumi, Jawa Barat, pada kedalaman 58 km," ujar Daryono.

Berikut 5 hal terkait gempa yang terjadi di Sukabumi, Jawa Barat dihimpun Liputan6.com:

Tak Berpotensi Tsunami

Ilustrasi Gempa Bumi (Liputan6.com/Sangaji)
Ilustrasi Gempa Bumi (Liputan6.com/Sangaji)

Gempa bumi magnitudo 5,6 mengguncang wilayah Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (27/4/2021). Lindu tersebut terjadi pukul 16:23:37 WIB dan tak berpotensi tsunami.

Berdasarkan laman resminya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan lokasi gempa terletak pada koordinat titik 7.86 Lintang Selatan (LS) dan 106.87 Bujur Timur (BT).

Atau lebih tepatnya di 103 kilometer Tenggara Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. "Kedalaman gempa 14 kilometer," demikian BMKG.

Meski tak berpotensi tsunami, namun BMKG meminta agar masyarakat tetap waspada pada gempa bumi susulan yang mungkin terjadi.

Terasa di Jakarta Sampai Bandung

Pulau Bali kembali diguncang gempa pada Kamis (23/8/2018) dan guncangannya terasa hingga sampai ke Lombok. (Ilustrasi: iStockphoto)
Pulau Bali kembali diguncang gempa pada Kamis (23/8/2018) dan guncangannya terasa hingga sampai ke Lombok. (Ilustrasi: iStockphoto)

Gempa bumi magnitudo 5,6 mengguncang wilayah Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (27/4/2021).

Adapun gempa yang terjadi pukul 16:23:37 WIB tersebut terasa di Jakarta.Seorang pekerja swasta Aulia (27) merasakan gempa yang terjadi hanya beberapa detik saja.

"Lagi di lantai 7 Wisma BSG Jakarta pusat. Gempa terasa waktu lagi duduk," kata Aulia kepada Liputan6.com.

Senada, Gempa juga dirasakan Diah Madya Puspita Sari, warga Jakarta. Saat guncangan terjadi, ia sedang membaca Alquran di lantai atas rumahnya.

"Saya merasakan lantai bergoyang agak kencang," kata Diah.

Usai gempa, ia melanjutkan aktivitas mengajar privat online. Masih di lantai atas kediamannya.

"Semoga gempa tidak terulang kembali," kata anggota komunitas Pegiat Cek Fakta Liputan6.com itu.

Tak hanya di Jakarta, gempa juga dirasakan di Depok. Hal ini diungkapkan oleh Aprilandika (29) yang sedang melakukan WFH.

"Gempat sempat saya rasakan di daerah sekitar rumah saya di sawangan, getaran membuat lampu gantung di rumah saya sedikit bergoyang," ungkap Aprilandika.

Sebagian Warga Depok Juga Rasakan Gempa

Gempa berkekuatan 5,2 SR guncang Malang, Jawa Timur pada Rabu, 8 Agustus 2018. (Ilustrasi: iStockphoto)
Gempa berkekuatan 5,2 SR guncang Malang, Jawa Timur pada Rabu, 8 Agustus 2018. (Ilustrasi: iStockphoto)

Gempa yang terjadi di wilayah Sukabumi dengan kekuatan magnitudo 5,6 juga dirasakan warga Depok. Tidak sedikit warga Depok dikejutkan dengan gempa yang terasa hingga 10 detik.

Salah seorang warga Kelurahan Sawangan Baru, Ali Budi Winarto mengatakan, gempa bumi dirasakan dirinya saat berada di dalam kamar. Saat itu, usai melaksanakan salat ashar, Ali beristirahat sebentar di dalam kamarnya.

"Saat saya tiduran saya merasakan pusing, setelah orangtua teriak ada gempa, saya langsung keluar kamar,” ujar Ali, Selasa (27/4/2021).

Ali menjelaskan, setelah keluar kamar dirinya melihat banyak tetangga yang berhamburan ke luar rumah. Hal itu dilakukan untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Dirinya masih mencari tahu gempa yang dirasakan berasal dari wilayah mana.

"Lumayan lama sekitar 10 detik ada, belum tau bersumber dari mana gempanya," terang Ali.

Sementara itu, salah seorang warga Kecamatan Cipayung, Muniroh menuturkan, gempa bumi terasa saat dirinya melayani pembeli.

Saat itu dirinya merasakan guncangan dan mengira hanya pusing kepala. Namun setelah Muniroh memperhatikan wadah es yang dia jual, air didalam wadah es tersebut bergoyang.

Saya kira pusing tapi saya liat es saya airnya bergoyang dan pembeli juga merasakan gempa itu,” ucap Muniroh.

Muniroh tidak mengetahui secara pasti berapa lama guncangan gempa. Namun dirinya masih ingat gempa terjadi sekitar pukul 16.25 WIB dan dirasakan cukup lama guncangannya karena membuat dagangannya bergerak.

“Cukup lama kayaknya, soalnya air es sama tutup gelas untuk es bergerak,” pungkas Muniroh.

Penyebab Gempa

Hari ini, Jumat, 30 Desember 2016, gempa guncang Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat. (Ilustrasi Gempa: cdn.abclocal.go.com)
Hari ini, Jumat, 30 Desember 2016, gempa guncang Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat. (Ilustrasi Gempa: cdn.abclocal.go.com)

BMKG memutakhirkan gempa yang mengguncang Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (27/4/2021). Gempa yang sebelumnya bermagnitudo 5,6 diupdate menjadi 5.

"Episenter terletak pada koordinat 7,74 LS dan 106,92 BT tepatnya di laut pada jarak 89 km arah Selatan Kota Sukabumi, Jawa Barat, pada kedalaman 58 km," ujar Kepala Badan Mitigasi dan Gempa Bumi BMKG Daryono kepada wartawan.

Dia menambahkan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa Sukabumi ini merupakan jenis gempa dangkal yang diduga dipicu adanya penyesaran/patahan dalam Lempeng Indo-Australia.

Sehingga gempa ini dapat disebut sebagai gempa intraslab (oceanic intraslab earthquake) seperti halnya gempa 6,1 yang terjadi di selatan Jawa Timur pada 10 April 2021 lalu.

"Gempa ini memiliki mekanisme sumber berupa pergerakan geser atau mendatar (strike-slip fault)," kata dia.

Getaran gempa ini dirasakan di wilayah cukup luas hingga Tangerang dan Jakarta. Di daerah Sukabumi, Rangkasbitung, Bayah, Cihara, Cilograng, Panggarangan, dan Bogor, guncangan dirasakan dalam skala intensitas III MMI. Sementara di Tangerang Selatan, Jakarta, dan Bandung, dirasakan dalam skala intensitas II MMI.

"Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan rumah yang ditimbulkan akibat gempa," ujar dia.

Tidak Berpotensi Gempa Susulan

Ilustrasi Gempa (Liputan6.com/Abdillah)
Ilustrasi Gempa (Liputan6.com/Abdillah)

Daryono menerangkan gempa ini tidak berpotensi tsunami karena hiposenternya relatif dalam, dengan kekuatan yang relatif kecil untuk dapat menciptakan deformasi lantai samudra dan mengganggu kolom air laut.

"Hingga pukul 17.05 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock)," ungkap dia.

Gempa ini, Daryono menerangkan merupakan gempa ke dua yang guncangannya signifikan oleh masyarakat dan terjadi di Samudra Hindia selatan Jawa, karena tadi pagi pukul 10.22.59 WIB juga terjadi gempa dengan magnitudo 4,6 yang berpusat di laut pada jarak 91 km arah baratdaya Gunungkidul, Yogyakarta, dengan kedalaman 24 km dirasakan di Gunung Kidul, Bantul, dan Sleman.

Rentetan Gempa di Cincin Api Pasifik

Infografis Rentetan Gempa di Cincin Api Pasifik. (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Rentetan Gempa di Cincin Api Pasifik. (Liputan6.com/Triyasni)

Antisipasi Gempa Bumi

Ini yang harus dilakukan sebelum, sesaat, dan sesudah gempa bumi.

Sebelum:

- Pastikan bahwa struktur dan letak rumah Anda dapat terhindar dari bahaya yang disebabkan oleh gempa, seperti longsor atau likuefaksi. Evaluasi dan renovasi ulang struktur bangunan Anda agar terhindar dari bahaya gempabumi.

- Kenali lingkungan tempat Anda bekerja: perhatikan letak pintu, lift, serta tangga darurat. Ketahui juga di mana tempat paling aman untuk berlindung.

- Belajar melakukan P3K dan alat pemadam kebakaran.

- Catat nomor telepon penting yang dapat dihubungi pada saat terjadi gempabumi.

- Atur perabotan agar menempel kuat pada dinding untuk menghindari jatuh, roboh, bergeser pada saat terjadi gempabumi.

- Atur benda yang berat sedapat mungkin berada pada bagian bawah. Cek kestabilan benda yang tergantung yang dapat jatuh pada saat gempabumi terjadi

- Simpan bahan yang mudah terbakar pada tempat yang tidak mudah pecah agar terhindar dari kebakaran.

- Selalu mematikan air, gas dan listrik apabila tidak sedang digunakan.

- Siapkan alat yang harus ada di setiap tempat: Kotak P3K, senter/lampu baterai, radio, makanan suplemen dan air.

Saat Terjadi Gempa Bumi:

- Jika Anda berada dalam bangunan: lindungi badan dan kepala Anda dari reruntuhan bangunan dengan bersembunyi di bawah meja, cari tempat yang paling aman dari reruntuhan dan guncangan, lari ke luar apabila masih dapat dilakukan.

- Jika berada di luar bangunan atau area terbuka: Menghindar dari bangunan yang ada di sekitar Anda seperti gedung, tiang listrik, pohon. Perhatikan tempat Anda berpijak, hindari apabila terjadi rekahan tanah.

- Jika Anda sedang mengendarai mobil: keluar, turun dan menjauh dari mobil hindari jika terjadi pergeseran atau kebakaran.

- Jika Anda tinggal atau berada di pantai: jauhi pantai untuk menghindari bahaya tsunami.

- Jika Anda tinggal di daerah pegunungan: apabila terjadi gempabumi hindari daerah yang mungkin terjadi longsoran.

Setelah Terjadi Gempa Bumi:

- Jika Anda berada di dalam bangunan: keluar dari bangunan tersebut dengan tertib; jangan menggunakan tangga berjalan atau lift, gunakan tangga biasa;periksa apa ada yang terluka, lakukan P3K; telepon atau mintalah pertolongan apabila terjadi luka parah pada Anda atau sekitar Anda.

- Periksa lingkungan sekitar Anda: apabila terjadi kebakaran, apabila terjadi kebocoran gas, apabila terjadi hubungan arus pendek listrik. Periksa aliran dan pipa air, periksa apabila ada hal-hal yang membahayakan.

- Jangan memasuki bangunan yang sudah terkena gempa,karena kemungkinan masih terdapat reruntuhan.

- Jangan berjalan di daerah sekitar gempa, kemungkinan terjadi bahaya susulan masih ada.

- Dengarkan informasi mengenai gempabumi dari radio (apabila terjadi gempa susulan). Jangan mudah terpancing oleh isu atau berita yang tidak jelas sumbernya.

- Mengisi angket yang diberikan oleh instansi terkait untuk mengetahui seberapa besar kerusakan yang terjadi.

- Jangan panik dan jangan lupa selalu berdoa kepada Tuhan demi keamanan dan keselamatan kita semuanya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: