5 Fakta Terkait Kasus AH yang Menipu dengan Mengaku sebagai Utusan Jokowi

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Sukses menipu seorang aktor bernama Fahri Azmi, penyidik Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat menetapkan status AH sebagai tersangka.

"AH sudah kita tetapkan sebagai tersangka," kata Kanit Kriminal Umum Polres Metro Jakarta Barat AKP Avrilendy saat dihubungi, Sabtu (28/8/2021).

Dalam aksinya, ia mengaku sebagai utusan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan sukses membawa kabur uang korbannya sebesar Rp 75 juta.

Sebelumnya, Fahri melaporkan kasus penipuan itu ke Polda Metro Jaya, pada Rabu 14 Juli 2021 dengan nomor laporan LP/B/3472/VII/2021/SPKT/Polda Metro Jaya. Kasus tersebut kemudian dilimpahkan ke Polres Metro Jakarta Barat.

Meski kini telah ditetapkan sebagai tersangka, jejak AH belum juga ditemukan. Pada Jumat, 27 Agustus kemarin, polisi menggeledah rumah tersangka di kawasan Kembangan, Jakarta Barat.

Berikut sederet fakta dugaan penipuan yang dilakukan AH dengan mengaku sebagai utusan Jokowi dihimpun Liputan6.com:

1. Bertemu AH di Pesta Ulang Tahun Teman

Fahri menerangkan, penipuan bermula saat ia didatangi seseorang berinisial AH yang mengaku sebagai pejabat dan memiliki kedekatan dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Ia bertemu AH saat menghadiri ulang tahun temannya.

"Jadi saya kenal di pesta ultah teman, dia itu salah satu yang saya hormati kakak saya juga. Lalu di situ yang datang bukan orang sembarangan, orang-orang penting lah," ujar dia.

Saat itu, ia berbincang-bincang dengan AH. Fahri mengatakan AH membawa berbagai dokumen negara yang belakangan diketahui palsu.

2. Bawa Dokumen dan Tanda Tangan Palsu

AH juga sempat menunjukkan surat pengangkatan atas nama dirinya sebagai calon Menteri Kesehatan menggantikan Terawan. Pada surat itu, terdapat tanda tangan Mensesneg Pratikno yang belakangan juga diketahui palsu.

"Jadi dugaan penipuan seorang AH mengaku sebagai utusan khusus Presiden Jokowi, dia bikin surat dokumen negara palsu ada tanda tangan Pak Jokowi juga yang dipalsukan," ujar dia.

Kepada Fahri, AH mengaku sedang membutuhkan uang untuk dana talangan. Tanpa ada rasa curiga sedikit pun, Fahri bersedia memberikan dana Rp 75 juta sesuai yang diminta.

Fahri mengatakan, kepercayaan kepada AH tumbuh usai ditunjukkan setumpuk dokumen negara. "Saya percaya dan saya talangin dulu uangnya Rp 75 juta."

Rupanya, uang yang disetorkan ke AH tak kunjung dikembalikan. Bahkan, AH menghilang bak ditelan bumi.

3. Modus Tersangka

AH mulai menjalankan aksinya selang beberapa hari setelah pertemuan. Kepada Fahri, AH mengaku sedang membutuhkan uang untuk dana talangan.

Diketahui jumlah uang yang diminta pelaku saat itu sebesar Rp 75.000.000.

"Modusnya dia itu limit transfernya habis, lalu dia minta tolong ke saya untuk transfer uang. Saya percaya, saya talangin dulu uangnya," kata Fahri.

Namun beberapa hari setelah uang ditransfer, tiba-tiba AH menghilang. Fahri pun panik dan mencoba menghubungi AH lewat pesan singkat, namun tidak ada balasan.

4. Diduga Korban Lebih dari Satu

Fahri menyebut, korbannya bukan hanya ia seorang. Pasalnya, AH masuk ke kalangan pengusaha dan kembali melakukan hal yang sama.

"Sudah banyak yang jadi korban, ada ibu-ibu umur 60 tahun juga dirugikan Rp 200 juta. Tapi mereka pada tidak bikin laporan dengan pelbagai macam kekhawatiran," ujar dia.

Sementara itu, Wakasat Reskrim Polres Metro Jakbar AKP Niko Purba menerangkan, pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti terkait dugaan penipuan yang dilaporkan oleh aktor Fahri Azmi.

"Kami dari penyidik masih membutuhkan keterangan oleh karena itu untuk korban kita minta keterangan tambahan untuk mencari yang kami butuhkan," ujar dia.

Niko menyebut, identitas terduga pelaku penipuan telah dikantongi penyidik. Rencananya dalam waktu dekat, kediaman terduga pelaku akan digeledah.

"Ada rencana kami mencari bukti lain sebagaimana yang disampaikan oleh korban kemungkinan. kami juga melakukan penggeledahan ke tempat terduga pelaku," jelasnya.

5. Rumah Tersangka Digeledah

Pada Jumat, 28 Agustus malam, rumah AH di komplek Taman Villa Mulia, Kembangan, Jakarta Barat digeledah petugas.

Dikutip dari Antara, petugas hadir di lokasi pada pukul 20.30 WIB dan meminta izin kepada Ketua RW setempat. Polisi pun mendobrak pintu samping rumah karena kondisinya terkunci.

Usai menjebol pintu, Kanit Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKP Avrilendi Akmam beserta anak buahnya langsung masuk ke dalam rumah.

Setelah beberapa menit berada di dalam rumah, Avrilendi beserta jajarannya terlihat membawa satu kardus berukuran besar dari dalam rumah. Selain itu, satu buah mesin printer juga diamankan petugas.

Barang-barang tersebut dibawa ke dalam bagasi mobil polisi yang sudah terparkir tepat di depan rumah pelaku. Saat ditanya awak media, Avrilendi belum bisa memberikan keterangan apa pun terkait barang yang sudah diamankan.

Cindy Layan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel