5 Fakta Unik Tentang Sphinx, Sebuah Seni dalam Legenda Mesir

Liputan6.com, Jakarta Sphinx adalah makhluk mitos bertubuh singa berkepala manusia dalam mitologi Mesir. Sphinx yang merupakan sebuah seni dalam legenda Mesir tentunya menarik untuk ditelaah. Selain keindahan Mesir yang selalu mencuri perhatian, rupanya fakta unik tentang mitologi Mesir juga menimbulkan rasa penasaran.

Tentunya sudah banyak masyarakat yang mengenal Patung Sphinx. Patung yang terletak di Giza, Mesir ini tentunya menarik perhatian karena bentuknya yang menimbulkan rasa penasaran. Jika melihat Patung Sphinx melalui gambar rupanya patung ini letaknya berdekatan dengan Piramida. Sphinx dan Piramida adalah dua hal yang menjadi bagian sejarah Mesir.

Sphinx merupakan gambar penting dalam seni dan legenda Mesir juga Yunani. Kata sphinx sendiri diturunkan oleh para ahli tata bahasa Yunani  dari kata kerja Sphingein. Sphingein memiliki makna ‘Untuk Mengikat atau Memeras’. Namun, dalam etimoliginya Sphinx tidak berhubungan dengan legenda.

Seorang penulis Yunani paling awal yang bernama Hesiod menyebutkan makhluk tersebut dengan sebutan Phix. Selain asal mula nama Sphinx, banyak fakta unik lainnya yang berkaitan dengan makhluk mitos bertubuh singa dan berkepala manusia ini.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang 5 fakta unik tentang Sphinx yang merupakan sebuah seni dalam legenda Mesir, Jumat (12/06/2020).

1. Sejarah Awal Sphinx

Fakta Unik Tentang Sphinx. (Encyclopedia Britannica)

Sphinx yang paling awal dan paling terkenal dalam bidang seni adalah Sphinx Agung yang sangat besar, yang terletak di Giza, Mesir. Sphinx tersebut berasal dari masa pemerintahan Raja Khafre yang merupakan Raja ke-4 dari Dinasti ke-4 yaitu sekitar 2575 - sekitar 2465 SM. Ini dikenal sebagai patung potret raja. Sementara Sphinx sebagai jenis potret kerajaan melalui sebagain besar sejarah Mesir. Orang-orang Arab mengetahui Sphinx sebagai Agung Giza dengan nama Abu Al-Hawl atau Bapak Teror.

Sphinx bersayap dari Boeotian Thebes yang paling terkenal dalam legenda, dikatakan telah meneror orang-orang dengan menuntut jawaban atas teka-teki. Jawaban atas teka-teki yang diajarkan oleh Muses merupakan suara yang memiliki satu suara dan menjadi empat kaki dan dua kaki. Setiap kali teka-teki itu tidak benar, makan akan melahapa seorang pria. Akhirnya, Oedipus memberikan jawaban yang tepat. Dari kisah ini tampaknya tumbuh legenda bahwa sphinx itu maha tahu.

2. Sphinx Mulai Dikenal

Patung Sphinx dan sejumlah piramida berwarna merah saat pertunjukan cahaya dan suara di Giza, Mesir, Kamis (23/1/2020). Pertunjukan tersebut digelar sebagai bagian dari perayaan Tahun Baru Imlek. (Xinhua/Ahmed Gomaa)

Melalui pengaruh Mesir, Sphinx mulai dikenal di Asia. Namun maknanya tidak pasti. Sphinx tidak terjadi di Mesopotamia sampai sekitar 1500 SM, yang saat itu jelas diimpor dari Levant. Secara tampilan, Sphinx Asia berbeda dari model Mesirnya. Perbedaan yang paling mencolok adalah dalam penambahan sayap pada tubuh Leonine. Penambahan sayap ini merupakan suatu hal yang berlanjut melalui sejarah yang berikutnya terjadi di Asia dan dunia Yunani.

Inovasi lain dari Sphinx adalah Sphinx wanita, yang pertama kali muncul pada abad ke-15 SM. pada segel, gading, dan logam Sphinx yang digambarkan duduk di atas paha. Selain itu juga sering dengan satu kaki diangkat, dan sering dipasangkan dengan singa, griffin (bagian elang dan singa), ataupun Sphincx lainnya.

 

3. Sphinx Muncul di Yunani

Fakta Unik Tentang Sphinx. (Encyclopedia Britannica)

Sekitar 1600 SM, Sphinx pertama kali muncul di Yunani. Benda-benda dari Kreta pada akhir periode Minoan tengah dan dari kuburan poros di Mycenae sepanjang akhir zaman Helladik menunjukkan Sphinx bersayap khas. Conoth-contoh Sphinx Yunani tidak identik dengan penampilan. Sphinx Yunani biasanya mengenakan topi datar dengan proyeksi seperti flamel di atasnya.

4. Penggambaran Sphinx Lenyap Dari Seni Yunani

Sejumlah wisatawan melihat bangunan Sphinx di kompleks Piramida Giza di pinggiran Ibukota Kairo, Mesir (6/12). Di kompleks ini berdiri tiga Piramid besar ditambah satu buah Sphinx. (AFP Photo/Mohamed El-Shahed)

Setelah 1200 SM, penggambaran Sphinx lenyap dari seni Yunani selama sekitar 400 tahun. Penggambaran ini berlanjut di Asia dalam bentuk pose yang mirip dengan zaman perunggu. Pada akhir abad ke-8, Sphinx muncul kembali dalam seni Yunani dan secara umum, sampai akhir abad ke-6. Hal tersebut sering dikaitkan dengan motif-motif oriental yang bersumber dari Timur. Penampilan yang terlihat bukan merupakan keturunan langsung dari Sphinx Yunani Zaman Perunggu.

Sphinx Yunani yang muncul belakangan hampir selalu menyerupai perempuan. Selain itu juga berjenjangnj panjang yang dikenal seperti patung kontemporer gaya Daedalic. Sementara bentuk sayap yang melengkung tidak dikenal di Asia. Sphinx menghiasi vas, gading, dan karya logam dan pada akhir zaman Archaic terjadi sebagai ornamen di kuil. Meskipun konteksnya biasanya tidak cukup memungkinkan untuk dinilai, penampilan mereka di kuil-kuil menunjukkan fungsi perlindungan.

5. Ilustrasi Perjumpaan Oedipus dan Sphinx

Pada abad ke-5 sebuah ilustrasi tentang perjumpaan antara Oedipus dan Sphinx muncul di lukisan-lukisan vas. Monumen lain dari zaman Klasik menunjukkan Oedipus dalam pertempuran bersenjata dengan sphinx dan menyarankan tahap awal legenda, dimana kontes itu fisik dan bukan mental.

Dari tahap seperti itu, literatur tidak memberi petunjuk, tetapi pertempuran manusia dan monster adalah hal yang umum dalam seni Asia sejak zaman prasejarah hingga Persia Achaemenid. Selain itu, seni Yunani telah mengadopsi tema gambar bergambar yang tidak dibagikan oleh Timur Tengah dari Timur Tengah.