5 Fakta Wapres Ma'ruf Amin Divaksinasi Covid-19 Produksi Sinovac

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin telah menerima vaksinasi Covid-19 produksi Sinovac hari ini, Rabu (17/2/2021). Penyuntikan dilakukan setelah dikeluarkannya izin penggunaan emergency use of authorization (EUA) vaksin CoronaVac untuk usia di atas 60 tahun oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Wapres Ma'ruf disuntik vaksin Covid-19 pada pukul 08.00 WIB di pendopo kediaman resminya di Jalan Diponegoro, Nomor 2, Jakarta Pusat.

Saat menerima vaksinasi Covid-19, Ma'ruf Amin tak sendri. Turut bersamanya sang istri, Wury Estu Handayani. Keduanya dalam kondisi sehat setelah vaksinasi.

"Alhamdulillah semua sehat (usai divaksin)," ucap Juru Bicara Wapres, Masduki Baidlowi kepada wartawan, Rabu.

Ikuti cerita dalam foto ini https://story.merdeka.com/2303605/volume-5

Ma'ruf Amin rencananya akan kembali menerima vaksinasi Covid-19 dosis kedua dengan jarak 14 hari dari sekarang.

Lantas, apa tanggapan Ma'ruf Amin usai disuntik vaksin Covid-19?

Ma'ruf mengaku dirinya telah menanti cukup lama hingga akhirnya pada hari ini bisa divaksinasi Covid-19 untuk usia lanjut.

Perlu diketahui, Wapres Ma'ruf saat ini telah berusia 77 tahun.

"Karena kan selama ini saya belum divaksin karena menunggu apakah yang di atas 59 tahun itu boleh apa tidak. Selama ini belum ada informasi," katanya, Rabu (17/2/2021).

Berikut sejumlah hal terkait vaksinasi Covid-19 produksi Sinovac yang diterima Ma'ruf Amin dihimpun dari Liputan6.com:

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Terima Suntikan Dosis Pertama

Wapres Ma'ruf Amin menerima suntikan vaksin Covid-19 dosis pertama pada Rabu (17/2/2021). (Foto: Setwapres)
Wapres Ma'ruf Amin menerima suntikan vaksin Covid-19 dosis pertama pada Rabu (17/2/2021). (Foto: Setwapres)

Vaksinasi Covid-19 hari ini merupakan suntikan vaksin dosis pertama yang diterima Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Lokasi penyuntikan dilakukan di pendopo kediaman resmi Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2 Jakarta.

"Ya sudah selesai (divaksin). Vaksinasi pakai Sinovac," kata Jubir Wapres, Masduki Baidlowi kepada wartawan, Rabu (17/2/2021).

Vaksin CoronaVac produksi Sinovac membutuhkan dua kali penyuntikan masing-masing sebanyak 0,5 mililiter dengan jarak waktu 14 hari.

"(Divaksin) bersama Ibu Wapres," ucap Masduki.

Dalam Kondisi Sehat Usai Disuntik

Wapres Ma'ruf Amin menerima suntikan vaksin Covid-19 dosis pertama pada Rabu (17/2/2021). (Foto: Setwapres)
Wapres Ma'ruf Amin menerima suntikan vaksin Covid-19 dosis pertama pada Rabu (17/2/2021). (Foto: Setwapres)

Usai divaksin Covid-19, Ma'ruf Amin dipastikan dalam kondisi sehat. Hal ini diungkap Jubir Wapres, Masduki Baidlowi kepada wartawan.

Dengan begitu, Ma'ruf Amin dan istrinya akan kembali disuntik vaksin dosis kedua pada 14 hari ke depan.

"Iya (akan disuntik dosis kedua). Tadi juga didampingi oleh Menteri Kesehatan," kata Masduki.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah menerima vaksin Covid-19 asal Sinovac di Istana Kepresidenan Jakarta pada 13 Januari 2021. Sedangkan vaksin dosis kedua diterima Jokowi pada 27 Januari 2021.

Mengaku Sejak Lama Siap Divaksinasi

Wapres Ma'ruf Amin telah menerima suntikan vaksin Covid-19 dosis pertama pada Rabu (17/2/2021). (istimewa)
Wapres Ma'ruf Amin telah menerima suntikan vaksin Covid-19 dosis pertama pada Rabu (17/2/2021). (istimewa)

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengaku bahwa dirinya sudah menunggu untuk menerima vaksinasi Covid-19.

"Karena kan selama ini saya belum divaksin karena menunggu apakah yang di atas 59 tahun itu boleh apa tidak. Selama ini belum ada informasi," kata Ma'ruf Amin, Rabu (17/2/2021).

Setelah mendapatkan kepastian soal vaksinasi Covid-19 ini, dirinya pun tanpa ragu untuk melakukan hal tersebut.

Ma'ruf Amin menegaskan, sejak awal memang sudah siap untuk menerima vaksinasi Covid-19 ini.

"Sekarang ini sesuai dengan janji saya, kalau memang yang lanjut usia seperti saya bisa divaksin sesuai aturan dan juga hasil penelitian yang menunjukkan bahwa itu bisa," tutur dia.

"Maka saya sejak awal memang siap untuk divaksin sesuai dengan program yang ditetapkan oleh pemerintah," jelas Ma'ruf menambahkan.

Pertimbangan BPOM hingga Mengeluarkan Izin untuk Lansia

Dikeluarkannya izin penggunaan emergency use of authorization (EUA) vaksin CoronaVac untuk usia di atas 60 tahun oleh BPOM, pada 5 Februari 2021.

Menurut Kepala BPOM, Penny Lukito, kebijakan tersebut dilakukan berdasarkan pertimbangan banyaknya korban meninggal terinfeksi virus corona pada kelompok usia tersebut.

"Angka kematian akibat Covid-19 ini menunjukkan data statistik bahwa kelompok usia lanjut atau lansia menduduki porsi cukup tinggi, yaitu sekitar 47,3%, berdasarkan data terakhir yang kami dapatkan dari KPC-PEN (Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonoi Nasional)," papar Penny saat itu.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, persentase lansia yang terpapar virus Corona di Indonesia sebesar 10 persen. Namun, total yang meninggal karena Covid-19 mencapai angka 50 persen. Hal tersebut menunjukkan risiko besar bagi para lansia dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Keikutsertaan Wapres Ma'ruf Amin yang telah berusia 77 tahun dalam program vaksinasi ini diharapkan dapat memberikan contoh nyata uji klinis keamanan penggunaan vaksin kepada lansia bagi masyarakat luas.

Kata Ma'ruf Usai Divaksinasi

Wakil Presiden Ma'ruf Amin. (Biro Pers Sekretariat Wapres)
Wakil Presiden Ma'ruf Amin. (Biro Pers Sekretariat Wapres)

Ma'ruf Amin mengaku tidak ada yang berbeda dengan kondisi tubuhnya usai menerima suntikan vaksin tersebut.

"Alhamdulillah baru saja tadi beberapa waktu yang lalu saya sudah divaksin, Alhamdulillah tidak ada masalah juga tidak sakit, tidak ada rasa pusing, biasa-biasa saja," tutur Ma'ruf Amin usai vaksinasi, Rabu (17/2/2021).

Untuk itu, Ma'ruf mengajak seluruh masyarakat khususnya yang berusia lanjut agar tidak takut dan ragu menerima vaksin Covid-19.

"Saya di atas 70 ini saya kira ternyata vaksin ini Insyaallah tidak menimbulkan efek apa-apa," jelas dia.

Dengan vaksinasi, lanjut Ma'ruf, diharapkan seluruh masyarakat dapat mendapatkan kekebalan terhadap Covid-19.

Saksikan video pilihan di bawah ini: