5 Faktor yang Bikin Liverpool Tampil Melempem pada Awal Liga Inggris Musim Ini

Bola.com, Jakarta - Liverpool tampil melempem pada laga awal Premier League musim ini. Sejumlah faktor membuat The Reds kesulitan memperlihatkan permainan terbaiknya.

Liverpool merupakan salah satu di antara tim terkuat di Premier League dalam beberapa tahun terakhir. Pasukan Jurgen Klopp itu jadi satu-satunya tim yang bisa bersaing dengan Manchester City dalam perburuan gelar juara.

Skuad Si Merah digadang-gadang akan menjalani start apik seperti sebelum-sebelumnya pada musim ini. Tetapi nyataya, Liverpool malah tampil bapuk.

Dari tiga laga, Liverpool sama sekali belum bisa meraih kemenangan. Mereka meraih dua hasil imbang dan sekali kalah.

Parahnya kekalahan itu didapat dari tim yang sebenarnya juga sedang kesulitan, Manchester United. Torehan tersebut membuat The Reds berada di peringkat ke-16 klasemen sementara Premier League dengan nilai dua.

Jadi apa saja faktor penyebab Liverpool tampil melempem pada awal musim 2022/2023?

 

Badai Cedera

<p>Gelandang Liverpool Thiago Alcantara (kiri) meninggalkan&nbsp;lapangan setelah mengalami cedera&nbsp;dalam pertandingan Liga Inggris melawan Fulham di Stadion&nbsp;Craven Cottage, London, Sabtu, 6 Agustus 2022. (JUSTIN TALLIS / AFP)</p>

Gelandang Liverpool Thiago Alcantara (kiri) meninggalkan lapangan setelah mengalami cedera dalam pertandingan Liga Inggris melawan Fulham di Stadion Craven Cottage, London, Sabtu, 6 Agustus 2022. (JUSTIN TALLIS / AFP)

Sejak masa pramusim, Liverpool sudah agak dibuat pusing. Pasalnya, beberapa pemain penting langsung dihantam cedera.

Sebut saja Calvin Ramsay, Alex-Oxlade Chamberlain, dan Curtis Jones. Demikian juga Ibrahima Konate, Diogo Jota, Kostas Tsimikas, dan Caoimhin Kelleher. Naby Keita juga absen karena sakit.

Situasi itu sudah membuat pusing. Namun, Liverpool makin meradang karena kemudian Thiago Alcantara dan Joel Matip mengalami cedera. Disusul kemudian Keita juga tumbang saat akan siap dimainkan.

Mayoritas pemain yang cedera adalah pemain inti. Sebut saja Konate, Jota, Keita, Thiago, dan Matip. Jadi wajar saja jika badai cedera membuat Liverpool limbung.

 

Performa Menurun

Kepergian Sadio Mane ke Bayern Munchen tak serta merta membuat Roberto Firmino menjadi starter Liverpool. Jurgen Klopp lebih sering memainkan penyerang anyar mereka, Darwin Nunez. Firmino tercatat hanya satu kali bermain penuh saat laga melawan Manchester United. Itupun ia hanya mampu mengemas satu tembakan ke gawang dan tak memberi ancaman berarti. (AFP/Manan Vatsyayana)
Kepergian Sadio Mane ke Bayern Munchen tak serta merta membuat Roberto Firmino menjadi starter Liverpool. Jurgen Klopp lebih sering memainkan penyerang anyar mereka, Darwin Nunez. Firmino tercatat hanya satu kali bermain penuh saat laga melawan Manchester United. Itupun ia hanya mampu mengemas satu tembakan ke gawang dan tak memberi ancaman berarti. (AFP/Manan Vatsyayana)

Situasi di Liverpool makin tak mudah. Sebab, pada saat ada banyak pemain yang cedera, performa beberapa pemain tak sesuai ekspektasi.

Performa mereka tampak menurun dari biasanya. Sebut saja Virgil van Dijk yang sudah dua kali melakukan kesalahan.

Yang pertama saat gagal menutup ruang tembak Wilfried Zaha pada laga lawan Crystal Palace. Yang kedua, saat dia hanya diam saja dan tak berusaha menutup ruang tembak Jadon Sancho pada laga lawan Manchester United.

Lalu ada juga performa sang kapten Jordan Henderson. Paling kentara adalah saat Henderson bermain pada laga lawan Manchester United. Wajar jika dia akhirnya ditarik keluar pada babak kedua.

Di depan jelas ada satu nama; Roberto Firmino. Sedih untuk melihat Firmino tak lagi tampil seperti dalam dua-tiga musim perdana Jurgen Klopp di Liverpool. Dia tak memberikan kontribusi pada laga lawan Fulham dan lawan MU.

Lalu ada juga pemain seperti Joe Gomez, James Milner, dan Harvey Elliott. Namun ini bisa dimaklumi karena Gomez baru pulih dari cedera, Milner dan Elliott jarang main. Mereka masih belum bisa menemukan ritme permainannya.

 

Aksi Bodoh Darwin Nunez

Laga Liverpool kontra Crystal Palace pada Selasa (16/08/2022) merupakan penampilan kandang perdana Darwin Nunez di Liga Inggris. Sayangnya, ia kembali gagal memberikan kemenangan perdana untuk timnya dan bahkan harus diusir wasit karena terkena kartu merah. (AP/Jon Super)
Laga Liverpool kontra Crystal Palace pada Selasa (16/08/2022) merupakan penampilan kandang perdana Darwin Nunez di Liga Inggris. Sayangnya, ia kembali gagal memberikan kemenangan perdana untuk timnya dan bahkan harus diusir wasit karena terkena kartu merah. (AP/Jon Super)

Satu nama diharap bisa membawa Liverpool tetap bisa meraih hasil-hasil maksimal pada musim ini. Dia adalah Darwin Nunez.

Pemain asal Uruguay itu memang tampil apik saat melawan Fulham. Namun dia membuat kesalahan bodoh pada laga lawan Crystal Palace dengan menanduk Joachim Andersen.

Alhasil, dia harus absen ketika bersua Manchester United. Absennya Nunez pun sangat terasa, karena Liverpool akhirnya tak bisa menghadirkan ancaman nyata di pertahanan MU. Jika saja dia main lawan The Red Devils, mungkin saja hasil akhir laga itu bisa berbeda.

Aksi Nunez tentu sangat disayangkan. Sebab kehadirannya tentu amat sangat dibutuhkan Liverpool, khususnya saat ini, karena stok pemain mereka menipis gara-gara cedera.

 

Taktik Usang Klopp

Jurgen Klopp. Pelatih asal Jerman berusia 54 tahun yang saat ini memasuki musim ke-7 bersama Liverpool mengoleksi raihan 500 gol di Liga Inggris dalam 234 laga. Ia melakukannya hanya bersama Liverpool yang telah ditanganinya sejak Oktober 2015. (AFP/Oli Scarff)
Jurgen Klopp. Pelatih asal Jerman berusia 54 tahun yang saat ini memasuki musim ke-7 bersama Liverpool mengoleksi raihan 500 gol di Liga Inggris dalam 234 laga. Ia melakukannya hanya bersama Liverpool yang telah ditanganinya sejak Oktober 2015. (AFP/Oli Scarff)

Liverpool jarang berganti taktik. Mereka setia dengan formasi 4-3-3. Hal tersebut memang tak salah.

Apalagi, taktik itu sudah terbukti memberikan Liverpool semua gelar juara yang diraih dalam beberapa tahun terakhir. Namun di sisi lain, lawan juga tidak bodoh.

Mereka juga terus berusaha mengulik sisi lemah taktik Klopp. Sepertinya ada lawan-lawan yang memang sudah bisa menemukan titik tersebut. Mereka akan menyerang kedua sisi fullback saat menyerbu pertahanan Liverpool.

Kiper The Reds, Alisson Becker, juga sudah mengakui bahwa tim-tim lawan kini sudah makin mengenal taktik The Reds. Hal tersebut diungkapkan Alisson selepas laga lawan MU.

"Tim-tim lawan, ketika mereka bermain melawan kami, mereka tahu cara kami bermain dan mereka mencoba mengeksploitasi itu dan mereka coba menggunakannya untuk melawan kami," kata penjaga Alisson.

 

Liverpool Puas Diri?

<p>Ekspresi kekecewaan Mohamed Salah dan Andy Robertson saat Liverpool ditekuk MU dalam lanjutan Liga Inggris 2022/2023 di Old Trafford, Selasa (23/8/2022) dini hari WIB. (AP Photo/Dave Thompson)</p>

Ekspresi kekecewaan Mohamed Salah dan Andy Robertson saat Liverpool ditekuk MU dalam lanjutan Liga Inggris 2022/2023 di Old Trafford, Selasa (23/8/2022) dini hari WIB. (AP Photo/Dave Thompson)

Ada trend yang meresahkan yang terjadi dalam sejumlah laga-laga terakhir Liverpool di Premier League. Tim-tim lawan selalu bisa mencetak gol lebih dahulu.

Lebih tepatnya dalam tujuh pertandingan terakhirnya di Premier League. Mereka kebobolan lebih dahulu melawan Tottenham, Aston Villa, Southampton, Wolverhampton (musim 2021/22), lalu saat lawan Fulham, Crystal Palace, dan Manchester United (2022/23).

Di laga lawan Spurs mereka bermain imbang 1-1. Tapi bagusnya saat melawan Villa, Soton dan Wolves, The Reds bisa menang. Di tiga laga musim ini, seperti yang diketahui, Liverpool malah tak bisa menang sama sekali.

Memang itu juga karena adanya kendala cedera. Tapi tak bisa dipungkiri bahwa ada sesuatu dalam mentalitas pemain yang perlu diubah sehingga mereka tak lagi baru tancap gas setelah tertinggal.

Sumber: Liverpool Echo

Disadur dari: Bola.net (Dimas Ardi Prasetya/Published: 25/08/2022)

Simak Posisi Liverpool di Bawah Ini: