5 Faktor yang Bikin Liverpool Dijagokan Berjaya di Kandang Tottenham Hotspur

Bola.com, London - Liverpool akan menyambangi markas Tottenham Hotspur di Tottenham Hotspur Stadium pada laga pekan ke-15 Premier League, Minggu (6/11/2022) malam WIB. The Reds memiliki sejumlah faktor untuk meraih tiga poin.

Tottenham tengah menjalani tren bagus dengan selalu meraih kemenangan dalam dua laga beruntun. Menjamu Liverpool, Spurs pun bertekad mempertajam catatan tersebut.

Di sisi lain, performa The Reds sungguh tak konsisten. Tampil luar biasa di Liga Champions, Liverpool justru memble di Premier League. Bahkan, dalam dua laga terakhir, Mohamed Salah dkk. selalu kalah melawan tim papan bawah.

Terlepas dari fakta itu, Liverpool tetap memiliki peluang cukup besar untuk mempermalukan Tottenham Hotspur, sekaligus membawa pulang poin penuh dari lawatan ke ibu kota.

 

Ambisi Akhiri Inkonsistensi

Liverpool sukses memetik poin penuh kala bertandang ke markas Brighton pada pekan ke-29 Premier League 2021/2022. Liverpool menang dua gol tanpa balas atas tuan rumah. (AP/Kirsty Wigglesworth)
Liverpool sukses memetik poin penuh kala bertandang ke markas Brighton pada pekan ke-29 Premier League 2021/2022. Liverpool menang dua gol tanpa balas atas tuan rumah. (AP/Kirsty Wigglesworth)

Secara keseluruhan, Liverpool pada musim ini sudah tampil dalam 19 pertandingan di semua kompetisi termasuk Community Shield. Hasilnya jauh dari kata memuaskan.

Skuad Si Merah tercatat sukses meraih 10 kemenangan, empat hasil imbang, dan sudah lima kali menelan kekalahan. Catatan ini tentu sangat tidak impresif bagi klub sekelas The Reds.

Laga melawan Tottenham bisa menjadi tonggak kebangkitan Liverpool yang sebenarnya. Para pemai tentu ingin mengakhiri tren buruk di Premier League dengan mengalahkan tuan rumah.

 

Kembalinya Ibrahima Konate

Ibrahima Konate. Bek tengah Prancis berusia 23 tahun ini didatangkan RB Leipzig dari klub Ligue-2 Prancis FC Sochaux pada awal musim 2017/2018 dengan status bebas transfer. Usai 4 musim dan total tampil dalam 94 laga di semua ajang dengan torehan 4 gol dan 1 assist, ia dilepas ke Liverpool pada awal musim 2021/2022 dengan mahar senilai 40 juta euro atau setara Rp626,2 miliar. (AFP/Gyn Kirk)
Ibrahima Konate. Bek tengah Prancis berusia 23 tahun ini didatangkan RB Leipzig dari klub Ligue-2 Prancis FC Sochaux pada awal musim 2017/2018 dengan status bebas transfer. Usai 4 musim dan total tampil dalam 94 laga di semua ajang dengan torehan 4 gol dan 1 assist, ia dilepas ke Liverpool pada awal musim 2021/2022 dengan mahar senilai 40 juta euro atau setara Rp626,2 miliar. (AFP/Gyn Kirk)

Salah satu faktor utama yang membuat Liverpool tak konsisten adalah terus-menerus hilangnya pemain pilar secara bergantian karena cedera.

Salah satu pemain yang paling sering absen musim ini adalah bek Ibrahima Konate. Hal ini sangat disayangkan karena pemain 23 tahun itu menjadi salah satu yang performanya paling konsisten di musim lalu.

Kini Konate sudah pulih 100 persen dari cedranya dan sudah tampil penuh dalam laga melawan Napoli tengah pekan kemarin. Konate tentu diharapkan bisa membentung serangan tuan rumah.

 

Tottenham Sedang Pincang

<p>Pemain Tottenham Hotspur Son Heung-min (kiri) menggiring bola melewati pemain Liverpool Fabinho pada pertandingan sepak bola Liga Inggris di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, 7 Mei 2022. Pertandingan berakhir imbang 1-1. (AP Photo/Jon Super)</p>

Pemain Tottenham Hotspur Son Heung-min (kiri) menggiring bola melewati pemain Liverpool Fabinho pada pertandingan sepak bola Liga Inggris di Stadion Anfield, Liverpool, Inggris, 7 Mei 2022. Pertandingan berakhir imbang 1-1. (AP Photo/Jon Super)

Liverpool mendapat keuntungan setelah Tottenham dipastikan tak bisa diperkuat striker andalannya, Son Heung-min yang mengalami cedera di laga melawan Marseille.

Cedera yang dialami Son menjadi kabar buruk bagi Tottenham. Sebab, sebelumnya mereka juga kehilangan Richarlison dan Dejan Kulusevski yang cedera. Tottenham bisa kekurangan stok penyerang jika kondisi Son buruk.

Pincangnya Tottenham di lini serang inilah yang bisa dimanfaatkan oleh Liverpool untuk membawa pulang tiga angka dari kandang sang lawan.

 

4-4-3 Sudah Paten

Mohamed Salah. Tampil dalam seluruh 6 laga Liverpool di fase Grup A Liga Champions 2022/2023, sayap kanan asal Mesir berusia 30 tahun ini sementara memimpin sendirian di puncak top skor dengan torehan 7 gol. Ia hanya gagal mencetak gol di matchday pertama kontra tuan rumah Napoli (7/9/2022) yang berujung kekalahan 1-4. Aksi terbaiknya tentu saja saat ia mencetak hattrick hanya dalam tempo 22 menit pada matchday ke-4 saat menang 7-1 atas tuan rumah Glasgow Rangers (12/10/2022). (AP/Jon Super)
Mohamed Salah. Tampil dalam seluruh 6 laga Liverpool di fase Grup A Liga Champions 2022/2023, sayap kanan asal Mesir berusia 30 tahun ini sementara memimpin sendirian di puncak top skor dengan torehan 7 gol. Ia hanya gagal mencetak gol di matchday pertama kontra tuan rumah Napoli (7/9/2022) yang berujung kekalahan 1-4. Aksi terbaiknya tentu saja saat ia mencetak hattrick hanya dalam tempo 22 menit pada matchday ke-4 saat menang 7-1 atas tuan rumah Glasgow Rangers (12/10/2022). (AP/Jon Super)

Badai cedera yang dialami Liverpool sempat membuat Jurgen Klopp melakukan perubahan dengan memainkan formasi 4-2-3-1. Formasi ini juga dipilih untuk mengakomodir Darwin Nunez di lini depan.

Sayangnya, formasi anyar ini terbukti tidak berhasil di Liverpool. Klopp pun akhirnya kembali menggunakan pakem andalannya, 4-3-3.

Kini formasi 4-3-3 ini seakan sudah paten di skuad Liverpool. Jordan Henderson cs pun sudah tahu betul apa yang harus dilakukan untuk membuat permainan timnya kembali membahayakan lawan seperti musim lalu.

 

Ketajaman Lini Depan

Final musim 2018/2019. Edisi kedua pertemuan dua tim Inggris di laga final Liga Champions terjadi di musim 2018/2019. Tottenham Hotspur dan Liverpool bertemu di Wanda Metropolitano Stadium, Madrid, Spanyol (1/6/2019). Laga akhirnya dimenangkan Liverpool dengan skor 2-0 melalui gol-gol Mohamed Salah lewat eksekusi penalti di menit ke-2 dan Divock Origi di menit ke-87. (AFP/Gabriel Bouys)
Final musim 2018/2019. Edisi kedua pertemuan dua tim Inggris di laga final Liga Champions terjadi di musim 2018/2019. Tottenham Hotspur dan Liverpool bertemu di Wanda Metropolitano Stadium, Madrid, Spanyol (1/6/2019). Laga akhirnya dimenangkan Liverpool dengan skor 2-0 melalui gol-gol Mohamed Salah lewat eksekusi penalti di menit ke-2 dan Divock Origi di menit ke-87. (AFP/Gabriel Bouys)

Terlepas dari inkonsistensi Liverpool dari sisi hasil akhir, satu hal positif yang ditunjukkan pasukan Klopp adalah begitu tajamnya lini depan mereka.

Nunez yang sempat diragukan hingga kini tercatat sudah mencetak tujuh gol dalam 15 pertandingan. Catatan ini terbilang impresif bagi seorang striker anyar di skuad.

Sementara itu, Roberto Firmino hingga kini masih menjadi pencetak gol terbanyak Liverpool di Premier League dengan enam gol. Di sisi lain, Mohamed Salah sedang memuncaki top skor Liga Champions dengan tujuh gol.

Statistik impresif inilah yang bisa menjadi kunci bagi Liverpool untuk membobol gawang Tottenham dan meraih kemenangan di London Utara.

Sumber: Berbagai sumber

Disadur dari: Bola.net (Ari Prayoga/Published: 06/11/2022)

Simak Posisi Tottenham dan Liverpool di Bawah Ini: