5 Fenomena Perubahan Iklim dan Pencemaran Lingkungan karena Ulah Manusia

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Global warming atau pemanasan global telah menjadi isu serius yang disorot dunia. Laman Carbon Brief memprediksi bahwa tahun 2020 ditetapkan menjadi tahun terpanas atau berada diurutan kedua dalam catatan sejarah. Hasil ini diperoleh sesuai dengan pendekatan yang digunakan untuk menghitung suhu global.

Menurut laman tersebut, pada paruh pertama tahun 2020, suhu permukaan global dalam kondisi sangat hangat. Padahal keadaan El Nino sebagian besar 'netral'.

Tak heran pada enam bulan pertama di tahun 2020, telah terjadi berbagai peristiwa panas yang ekstrem. Di Siberia dan Australia telah mengalami rekor terpanas sepanjang sejarah. Suhu di Siberia Utara sekitar 7 derajat Celcius lebih hangat dibandingkan periode pra-industri.

Laut es Arktik juga telah mencapai rekor terendah serta mencair lebih cepat. Sementara, lapisan es Greenland juga mencair lebih cepat. Ini terjadi dua kali lebih cepat dibandingkan sekitar 10 tahun lalu.

Para ilmuwan mengatakan perubahan iklim ini disebabkan oleh ulah manusia. Dikutip dari Bright Side potret-potret di bawah ini merupakan gambaran dari perilaku manusia yang menyebabkan perubahan iklim.

1. Paus Tersedak Sampah Plastik

Paus tersedak sampah plastik (Foto: Greenpeace)
Paus tersedak sampah plastik (Foto: Greenpeace)

Permasalahan plastik yang tercemar di laut setiap tahunnya semakin serius. Pada tahun 2018, seekor paus sperma ditemukan mati terdampar di Pulau Kapota, Wakatobi, Indonesia. Di dalam perutnya ditemukan 5,9 kg sampah plastik.

Peristiwa itu juga terjadi di Pulau Sardinia, Italia pada tahun 2019. Di dalam perut paus sperma terdapat 48,5 ton sampah plastik. Melihat banyak kasus paus mati tersedak sampah, Greenpeace Filipina memasang replika paus mati di salah satu pantai di Manila Selatan. Seluruh instalasi itu terbuat dari bangkai plastik yang ditemukan di perairan laut.

2. Pencemaran Air karena Tumpahan Minyak

Minyak tumpah di perairan (Foto: Reuters).
Minyak tumpah di perairan (Foto: Reuters).

Pada tahun 2010, terjadi ledakan dan kebakaran anjungan pengeboran minyak Deepwater Horizon di Teluk Meksiko. Peristiwa itu menyebabkan 1000 ton minyak mengalir ke laut dan menjadi tumpahan minyak terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.

Minyak mentah itu mengalir ke Teluk Meksiko dan lepas pantai Amerika Serikat, sehingga membuat air tercemar. Perusahaan British Petroleum telah menghabiskan miliaran dolar untuk menghilangkan zat itu. Tetapi, mereka hanya berhasil menghilangkan 75% dari zat yang mudah terbakar.

Diketahui, lebih dari 12 juta ton minyak dibuang ke lautan dunia setiap tahunnya. Ini terjadi karena kebocoran minyak dari sumur dan kapal tanker yang rusak.

3. Suhu Panas yang Tidak Normal

Suhu panas yang tidak normal terjadi di Arizona dan Kuwait. Foto: GuacamoleFanatic/reddit (kiri) pixelatedbeard/imgur (kanan).
Suhu panas yang tidak normal terjadi di Arizona dan Kuwait. Foto: GuacamoleFanatic/reddit (kiri) pixelatedbeard/imgur (kanan).

Terjadi perubahan suhu panas yang tidak normal di Arizona yang mencapai 120°F dan 130°F di Kuwait. Ini terjadi karena dampak senyawa kimia yang berasal dari antropogenik, lapisan ozon di planet Bumi runtuh.

Lapisan ini tidak hanya mencegah Bumi kehilangan oksigen, tetapi juga melindungi manusia dari radiasi ultraviolet yang berbahaya. Arizona sendiri merupakan daerah yang sangat dekat dengan garis khatulistiwa, sehingga menerima banyak sinar matahari. Tetapi, perubahan suhu yang tidak normal ini juga disebabkan oleh perilaku manusia yang menyebabkan pemanasan global.

4. Gurun Sahara Bersalju

Gurun Sahara bersalju (Foto:  PhotosHistos/Twitter).
Gurun Sahara bersalju (Foto: PhotosHistos/Twitter).

Pada Januari 2021, gurun Sahara diselimuti salju pada musim panas. Kondisi suhu di sana saat itu di atas 100 derajat Farenheit atau 38 derajat celcius. Fenomena ini bukan yang pertama terjadi di kawasan gurun Sahara.

Tahun ini merupakan salju keempat selama 42 tahun terakhir. Salju pertama terjadi pada tahun 1979, salju kedua di tahun 2016, dan ketiga tahun 2018. Peristiwa ini terjadi karena adanya perubahan iklim yang semakin parah.

5. Beruang Kutub Kelaparan

Beruang kutub kelaparan di pantai Samudra Arktik (Foto: Kerstin Langenberger)
Beruang kutub kelaparan di pantai Samudra Arktik (Foto: Kerstin Langenberger)

Sekitar tahun 2017, beruang kutub di pantai samudra Arktika mengalami sekarat karena kelaparan. Peristiwa ini terjadi karena pemanasan global yang semakin parah. Biasanya beruang kutub berburu anjing laut sebagai makanannya.

Dilansir dari Nat Geo, beruang kutub menunggu berjam-jam untuk berburu anjing laut yang muncul untuk bernapas. Tetapi, jumlah es setiap tahunnya berkurang. Artinya mereka harus hidup dari simpanan lemak yang menumpuk selama musim dingin, ketika pembentukan es terjadi secara alami.

Penulis:

Syifa Aulia

UPN Veteran Jakarta

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: