5 Film Barat Terburuk Tahun 2020 Menurut Kritikus

·Bacaan 2 menit

DREAMERS.ID - Tak semua film dapat memenangkan hati penonton, karena pada kenyataannya terdapat beberapa film yang dinilai membosankan, tidak dramatis, dan kurang menarik bagi penonton. Tak terkecuali untuk beberapa film yang tayang pada tahun 2020 ini.

Tanpa mengurangi rasa hormat terhapap karya film dan sang filmmaker, berikut adalah 5 film terburuk tahun 2020 menurut Owen Gleiberman, seorang kritikus film Amerika yang telah menjadi kepala kritikus film untuk Variety sejak tahun 2016.

Dolittle

Film yang dibintangi oleh Robert Downey Jr. sebagai Dr Dolittle yang dapat berbicara dengan hewan ini dinilai menjadi remake ‘Dolittle’ yang terburuk.

Pasalnya berbeda dengan film terdahulunya, dalam remake kali ini menampilkan hewan-hewan yang dinilai tak memiliki pesona, cerita yang kacau balau, serta imajinasi mekanis Downey yang hampir tidak berbicara dengan hewan karena dia begitu sibuk berbicara sendiri.

The Last Thing He Wanted

Kesalahan pertama yang dibuat oleh pembuat film berbakat Dee Rees adalah memutuskan untuk mengadaptasi salah satu perampokan terburuk Joan Didion ke dalam fiksi, kisahnya berlatar di tahun 1996, tentang seorang reporter Washington Post yang menjadi pedagang senjata untuk pemerintah AS.

Kesalahan kedua adalah dengan berani menghadapi setiap twist dan penemuan baru dalam novel Didion, dan meminta Anne Hathaway, Ben Affleck, dan Willem Dafoe mengunyah dialog spionase yang kacau balau, seolah-olah mereka bertindak dalam beberapa politik yang ‘terengah-engah’. Hasilnya adalah film yang begitu tersesat di semak-semak pretensi yang menimbulkan kejengkelan saat menontonnya.

I’m Thinking of Ending Things

Film ini bercerita tentang pengalaman aneh perempuan muda bernama Jake (Jesse Plemons) di desa pacarnya yang terpencil, yang dinilai dinilai telah membuat teka-teki yang tidak cukup akurat karena terlalu sibuk mengidahkan keanehan-kenaehan yang terjadi.

Selain Jesse Plemons film ini juga dibintangi oleh Jessie Buckley sebagai Young Woman, Toni Collette sebagai Mother, David Thewlis sebagai Father, dan Guy Boyd sebagai Janitor.

Eurovision Song Contest: The Story of Fire Saga

Film ini bercerita tentang Lars (Will Ferrell), Sigrit (Rachel McAdams), dan perjalanan mereka menuju kontes adu bakat Eurovision sebagai perwakilan negara Islandia.

Salah satu nilai minus dalam film ini adalah tidak jelasnya sang filmmaker dalam memutuskan apakah Ferrell dan Rachel McAdams, adalah penyanyi yang buruk, sangat buruk, atau yang baik, porsi penampilan dari kompetisi tahunan Europop juga dinilai terlalu minim.

Guest of Honour

Mirip dengan film Atom Egoyan lainnya, Guest of Honor menampilkan struktur naratif yang berganti-ganti antara masa lalu dan masa kini. Film ini menampilkan detail kehidupan Jim dan Veronica yang ditampilkan melalui serangkaian kilas balik.

Di mana penampilan tersebut dinilai terlalu berbelit-belit dan tidak meyakinkan, serta kurang menggugah selera karena cenderung membosankan. Berbeda dengan film Egoyan lainya seperti ‘The Sweet Hereafter’, ‘Felicia's Journey’, dan ‘Chloe’ yang mampu menampilkan kisah kilas balik yang apik dan menarik.

Berita Lainnya :

Tampil Lebih Badas, 'Wonder Woman 1984' Justru Lesu di Box Office

Jennifer Lopez Akan Bintangi Film Netflix Adaptasi Novel 'The Cipher'