5 Filosofi Kue Bulan dalam Tradisi Festival Pertengahan Musim Gugur

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Tak hanya Tahun baru Imlek, dalam tradisi Tionghoa juga terdapat perayaan besar yang dikenal sebagai Festival Pertengahan Musim Gugur yang dirayakan setiap tanggal 15 bulan ke-8 menurut kalender imlek.

Menurut kepercayaan rakyat Tionghoa, pada tanggal ini bulan berada di posisi paling dekat dengan bumi yang dianggap melambangkan bersatunya pria (matahari) dengan wanita (bulan), seperti Yin dan Yang dalam tradisi Tionghoa.

Salah satu yang identik dengan Festival Pertengahan Musim Gugur ialah kue bulan atau mooncake yang menjadi hidangan wajib dalam perayaan tersebut. Makanya, tradisi ini juga dikenal dengan nama festival mooncake.

Kue bulan dibuat dengan pastry yang padat dan diberi isian cokelat, telur kuning asin atau pasta kacang merah. Biasanya dibuat dengan dikukus atau digoreng dengan bentuk kotak, bulat atau segitiga dengan motif ukuran di atasnya. Kue bulan umumnya dinikmati dengan teh Cina.

Filosofi Kue Bulan

Filosofi Kue Bulan dalam Tradisi Tionghoa. (Ilustrasi/Shutterstock.com/Romix Image)
Filosofi Kue Bulan dalam Tradisi Tionghoa. (Ilustrasi/Shutterstock.com/Romix Image)

Kue bulan ini bukan hanya sekadar makanan. Ini adalah tradisi budaya yang mendalam di lubuk hati orang Tionghoa yang melambangkan perasaan spiritual dan punya filosofi yang mendalam.

1. Membawa harapan baik

Pada Festival Pertengahan Musim Gugur, orang-orang makan kue bulan bersama keluarga, atau mempersembahkan kue bulan kepada kerabat atau teman, untuk mengungkapkan cinta dan harapan terbaik.

2. Melambangkan kemakmuran

Dalam budaya Tionghoa, kebulatan melambangkan kelengkapan dan kebersamaan. Bulan purnama melambangkan kemakmuran dan reuni bagi seluruh keluarga. Kue bulan bundar melengkapi bulan panen di langit malam di Festival Pertengahan Musim Gugur.

3. Makna ukiran dalam kue bulan

Salah satu ciri khas dari kue bulan terdapat motif ukiran di bagian atasnya. Kue bulan tradisional umumnya menggunakan simbol atau aksara Tionghoa yang bermakna “panjang umur” ataupun “harmoni”. Namun, seiring perkembangan jaman banyak orang sudah mulai memodifakasi bentuk dari ukiran ini menjadi bentuk-bentuk unik.

4. Simbol keberuntungan

Filosofi Kue Bulan dalam Tradisi Tionghoa. (Ilustrasi/Shutterstock.com/Jinning Li)
Filosofi Kue Bulan dalam Tradisi Tionghoa. (Ilustrasi/Shutterstock.com/Jinning Li)

Kue bulan juga biasanya isian seperti pasta biji teratai, atau dalam versi Kanton biasanya berisi satu hingga empat kuning telur bebek asin dan yang melambangkan bulan purnama dan sebagai simbol keberuntungan.

5. Pembawa pesan rahasia

Konon pada masa Dinasti Yuan kue bulan digunakan sebagai pembawa pesan rahasia untuk membantu orang Han menggulingkan rezim Mongol pada abad 14. Penulisan pesan rahasia dilakukan dengan cara khusus dalam empat buah kue bulan yang dimasukkan dalam satu kotak. Setiap kue bulan dipotong menjadi emat bagian sehingga menghasilkan 16 bagian yang dirangkai agar dapat membaca pesan.

Itulah beberapa filosofi dan fakta menarik kue bulan dalam tradisi Festival Pertengahan Musim Gugur dalam masyarakat Tionghoa. Kalau kamu juga punya cerita unik tentang mooncake festival ini, yuk, bagikan juga kisahmu di sini!

#ElevateWomen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel