5 Fitur Keamanan Telegram yang Bisa Kamu Coba, Apa Saja?

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Telegram tak dimungkiri menjedi salah satu aplikasi chatting pilihan pengguna saat ini. Aplikasi yang pertama kali rilis pada 2013 ini sudah tersedia di berbagai platform, seperti Android, iOS, dan juga desktop.

Sama seperti aplikasi lain, Telegram hadir dengan deretan fitur untuk mendukung pemakaian penggunanya. Mulai dari dukungan group chat hingga 200 ribu dan fitur channel, termasuk layanan yang bebas iklan dan gratis.

Namun selain fitur tersebut, keamanan juga menjadi salah satu fitur yang menonjol di Telegram. Lantas, seperti apa fitur keamanan yang ditawarkan di aplikasi ini? Berikut adalah daftarnya.

1. Fitur Lock Chat

Dengan fitur ini, pengguna dapat memastikan akses Telegram di perangkatnya lebih aman, karena aplikasi dapat terkunci secara otomatis saat tidak digunakan. Jadi, pengguna tidak perlu khawatir untuk orang lain dapat melihat isi pesan yang dikirimkan lewat aplikasi ini.

Untuk mengaktifkannya, pengguna tinggal membuka fitur Settings, pilih Privacy and Security, lalu Passcode and Touch ID. Setelah itu, pasang PIN atau Touch ID, lalu pengguna tinggal memilih durasi waktu kapan fitur ini akan aktif.

2. Kirim Pesan Rahasia dengan Secret Chat

Sesuai namanya, fitur Secret Chat menawarkan keamanan yang lebih baik bagi pengguna saat melakukan percakapan di Telegram. Sebab, fitur ini akan mengaktifkan end-to-end encryption, sehingga tidak ada pihak ketiga yang bisa melihat percakapan.

Penggguna dapat mengaktifkan fitur ini dengan mengklik kontak orang yang akan dikirimkan pesan. Setelah itu, pilih Start Secret Chat pada ikon More.

Fitur Keamanan Lain di Telegram

Telegram versi web diblokir. (Doc: TechCrunch)
Telegram versi web diblokir. (Doc: TechCrunch)

3. Fitur Two-Step Verification

Saat fitur ini diaktifkan, pengguna akan diminta untuk selalu memasukkan password saat masuk ke akun Telegram di perangkat baru maupun lama. Password inin merupakan pelengkap fitur OTP (one-time password) saat pengguna masuk di perangkat baru.

Fitur ini akan sangat berguna untuk melindungi akun pengguna dari pencuri identitas yang berusah untuk meretas akun Telegram mereka.

4. Mendukung Server Proxy

Telegram juga sudah mendukung server proxy. Jadi, fitur ini memungkinkan pengguna untuk menyembunyikan IP address dengan cara menghubungkan akunnya ke server proxy khusus.

Secara garis besar, cara kerja fitur ini sama seperti VPN connection yang lazim digunakan banyak orang untuk melindungi identitas mereka di internet. Fitur ini dapat aktif dengan membuka Settings, pilih Data and Storage, lalu Proxy Settings.

5. Hapus Pesan yang Salah Kirim

Telegram juga memungkinkan pengguna untuk membatalkan atau menghapus pesan yang sudah terkirim. Fitur ini jelas membantu pengguna untuk menghindari pesan yang salah kirim dan dapat diatur kapan pun.

Pengguna Telegram Akhirnya Bisa Video Call Grup

Kemkominfo Minta Operator Blokir Telegram. (Doc: Techweez)
Kemkominfo Minta Operator Blokir Telegram. (Doc: Techweez)

Sebelumnya, Telegram akhirnya merilis fitur video call grup atau penggilan video grup di aplikasinya.

"Pembaruan hari ini memungkinkan kamu menghidupkan kamera atau membagikan layar selama Voice Chats dalam grup--di semua perangkat, termasuk tablet dan desktop," kata Telegram sebagaimana dilansir Ubergizmo, Sabtu (26/6/2021).

Telegram menambahkan fitur ini membawa obrolan suara ke tingkat yang sama sekali baru, siap untuk kelas online, pertemuan bisnis, dan pertemuan keluarga.

Saat ini fitur video call grup Telegram terbatas untuk 30 orang, dan ini dirasa cukup banyak untuk penggunaan reguler.

Ke depan, Telegram berencana akan memperluasnya fitur ini sehingga bisa menampung lebih banyak orang untuk melakukan video call grup.

Sebelumnya, Telegram mengumumkan bakal merilis fitur ini pada April 2021, dan tidak dijelaskan mengapa bisa mundur hingga Juni 2021.

(Dam/Ysl)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel