5 Fokus Utama Pemerintah Kembangkan Wilayah KEK Tanjung Lesung

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah mempercepat pembangunan infrastruktur wilayah Provinsi Banten terutama konektivitas tol Serang–Panimbang. Konektivitas ini merupakan jalan akses menuju kawasan ekonomi khusus (KEK) Tanjung Lesung, dan tol Serpong-Balaraja.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan, fokus utama pengembangan wilayah di Provinsi Banten mencakup lima hal. Pertama, pengembangan konektivitas jalan tol Serang-Panimbang. Pembangunan Tol Serang-Panimbang bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas Banten Selatan dan mendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung.

“KEK Tanjung Lesung tidak akan berjalan kalau kita tidak perbaiki fasilitas dan aksesibilitas menuju ke sana," kata Luhut Binsar Pandjaitan dalam keterangan tertulis, Jakarta, Kamis (18/2/2021).

Gubernur Banten, Wahidin Halim mengatakan tol yang berada di koridor tengah ekonomi Banten ini akan dibangun sepanjang kurang lebih 83,6 kilometer dan melewati kurang lebih 50 desa/kelurahan. Fokusnya pun akan bergerak pada sektor industri manufaktur, perdagangan, logistik, pemukiman, dan jasa

“Sejauh ini, pembangunan Jalan Tol Serang-Panimbang sudah mencapai 89,23 persen dan fisik 29,45 persen,” kata Wahidin.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Hedy Rahadian mengatakan pembangunan tol tersebut dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama diharapkan selesai pada tahun 2021 dengan panjang jalan 26,5 kilometer, sedangkan sesi 2 dan 3 ditargetkan rampung pada tahun 2023.

Kedua, pengembangan kawasan industri terintegrasi Wilmar. Nantinya, kawasan industri ini akan mampu menyediakan gas hingga 20 million standard cubic feet per day (MMSCFD) dan listrik hingga 500 megawatt (MW) bagi tenant. Lahan seluas 800 hektar yang rencananya akan digunakan sebagai kawasan industri pun telah disiapkan.

Ketiga, pengembangan KEK Tanjung Lesung dengan luas area 1.500 hektar. Kawasan ini memiliki potensi pariwisata yang beragam, mulai dari keindahan pantai, pemandangan langsung ke Gunung Krakatau, keberagaman flora dan fauna, serta kekayaan budaya.

Satu hal yang menjadi perhatian, karena letaknya yang dekat dari Ibukota Jakarta yaitu 170 kilometer atau sekitar 2,5-3 jam perjalananan darat. Lokasi ini akan mampu menarik banyak wisatawan domestik maupun internasional. Dengan banyaknya fasilitas yang ditawarkan, lokasi ini diproyeksikan akan menyerap tenaga kerja sebanyak 85.000 orang hingga tahun 2025.

Kota Baru Maja

Tanjung Lesung (sumber: http://kek.go.id)
Tanjung Lesung (sumber: http://kek.go.id)

Keempat, pengembangan wilayah Kota Baru Maja yang merupakan major project untuk mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan. Kota ini akan dibangun dengan konsep compact city sebagai alternatif lahan termurah dan terdekat dengan Jakarta, dengan dukungan akses transportasi murah commuter line.

Sejauh ini, sudah ada 200 ribu rumah yang sudah dan akan dibangun di Kota Baru Maja. Dalam hal ini Wahidin mengusulkan, selain akses commuter line perlu juga dibangun moda transportasi lain karena akan ada banyak penduduk yang tinggal di sana. Ia pun menyatakan rencananya untuk membangun tempat pembuangan akhir (TPA) regional untuk mengakomodasi kebutuhan pembuangan sampah di Provinsi Banten, maupun di kabupaten/kota di sekitarnya.

Kelima, pembangunan sarana prasarana Bendungan Karian yang akan menyediakan kebutuhan air sebesar 9,1 m3/detik untuk Kabupaten Lebak, Pandeglang, Tangerang, Tangerang Selatan, dan DKI Jakarta. Selain itu, bendungan ini juga akan memfasilitasi kebutuhan air 5,5 m3/detik untuk Daerah Irigasi Ciujung dan suplai air untuk Kota Cilegon dan Kabupaten Serang.

Bendungan Karian akan mampu menjadi pengendali banjir, menjadi salah satu titik wisata air, juga menjadi pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) dengan potensi 1,8 MW. Kapasitas Bendungan Karian adalah sebesar 314,7 juta m3.