5 Gejala Awal Diabetes pada Pria, Nomor 2 Paling Ngeri

Rochimawati, Sumiyati
·Bacaan 2 menit

VIVADiabetes merupakan kondisi kronis yang ditandai dengan ketidakmampuan tubuh untuk memproduksi atau memanfaatkan insulin. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya lingkungan, gaya hidup dan genetik.

Sayangnya, beberapa penelitian menunjukkan, risiko diabetes lebih tinggi pada pria dibanding wanita. Sebuah penelitian menunjukkan, prevalensi diabetes tipe 2 adalah 14,6 persen pada pria, dan 9,1 persen pada wanita, karena jumlah lemak visceral yang lebih besar (lemak yang tersimpan di area perut).

Mengenali gejala-gejalanya pada tahap awal, dapat mencegah kematian. Gejala mungkin terlihat berbeda pada pria dibanding wanita. Tanda-tanda awal ini harus dikenali agar bisa mendapatkan penanganan dini. Berikut beberapa gejala diabetes pada pria yang sering diamati, dilansir Boldsky, Senin 26 Oktober 2020.

Baca juga: Banyak Anti Vaksin, Pakar: Imunisasi Tak Mencelakai Orang

Sering haus dan ingin buang air kecil

Ini adalah salah satu gejala diabetes pertama yang muncul pada pria. Penderita diabetes sangat sering merasa haus disertai dengan ingin buang air kecil. Sering buang air kecil atau poliuria disebabkan karena peningkatan kadar glukosa ketika ginjal tidak dapat menyaringnya.

Dalam kasus seperti ini, air diserap dari darah. Frekuensi buang air kecil menyebabkan dehidrasi, yang menyebabkan rasa haus berlebihan atau polidipsia pada pria. Namun, hanya penelitian terbatas yang mengidentifikasi poliuria, sebagai faktor utama diabetes.

Disfungsi ereksi

Disfungsi seksual merupakan komplikasi dari diabetes. Gejala awal diabetes pada pria yaitu terjadi kerusakan saraf di sekitar area penis. Hal ini terjadi karena tingginya kadar glukosa yang cenderung menumpuk di bagian tubuh ini dan menyebabkan disfungsi ereksi.

Penurunan berat badan tanpa sebab

Penurunan berat badan, tanpa diet, olahraga atau terapi diuretik, umumnya diidentifikasi sebagai gejala diabetes (terutama diabetes tipe 2), dan juga dapat menjadi faktor risiko komplikasi diabetes. Ini bisa terjadi karena ketidakmampuan untuk menyerap dan memanfaatkan kadar glukosa dalam tubuh.

Kelelahan

Kelelahan pada diabetes atau sindrom kelelahan diabetes, dapat terjadi pada penderita diabetes karena variasi nutrisi, gaya hidup, faktor endokrin dan psikologis.

Meski lelah tidak hanya dikenali sebagai gejala diabetes, para ahli mengatakan, keluhan kelelahan lebih banyak ditunjukkan oleh penderita prediabetik. Ini juga menjadi faktor penting dalam mengidentifikasi kondisi untuk mencegahnya semakin buruk.

Nafsu makan meningkat

Makan tidak teratur dan gangguan makan, umumnya dikaitkan dengan diabetes, terutama pada pria dan pasien diabetes tipe 2. Ketika kadar glukosa melonjak, tubuh memutuskan untuk memproduksi insulin tingkat tinggi untuk menurunkan glukosa.

Kadar insulin yang tinggi, sebaliknya menyebabkan nafsu makan meningkat, sehingga menyebabkan bertambahnya berat badan karena peningkatan pola makan. Jika kamu mengalami peningkatan nafsu makan yang tidak beralasan, kamu harus memeriksakan secepatnya.