5 Gejala Mata Silinder, Simak Cara Pengobatannya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Astigmatis, atau yang umum dikenal dengan kondisi mata silinder, merupakan suatu kondisi di mana bentuk kornea mata tidak sempurna. Kondisi kornea tersebut menyebabkan timbul gejala mata silinder yaitu penglihatan menjadi kabur atau berbayang, karena cahaya yang masuk ke kornea mata tidak dapat fokus pada satu titik retina.

Paling sering, gejala mata silinder yang dirasakan juga dapat berupa sakit kepala, mata tegang, atau bahkan kesulitan membaca tulisan kecil. Gejala mata silinder ini juga bisa semakin parah apabila terdapat kondisi cahaya yang silau berlebihan, terutama di malam hari saat berkendara dan terkena lampu dari kendaraan lain.

Dari kondisi fisiknya, para penderita silinder memiliki bentuk mata yang tidak bulat sempurna, atau bisa jadi permukaannya seperti bola yang tidak terlalu rata maupun punggung sendok. Penderita mata silinder, saat cahaya memasuki mata akan dibiaskan lebih dari satu arah. Sehingga hanya sebagian objek yang mampu difokuskan bersamaan. Bahkan penderita mata silinder tidak mampu melihat garis lurus.

Untuk membahas lebih dalam seputar apa saja gejala mata silinder, berikut Liputan6.com telah merangkum dari berbagai sumber, Selasa (1/12/2020).

1. Pandangan kabur

Ilustrasi Mata (Image by Tobias Dahlberg from Pixabay)
Ilustrasi Mata (Image by Tobias Dahlberg from Pixabay)

Gejala mata silinder yang pertama dan paling mudah dirasakan adalah penglihatan yang tampak buram. Ini memang gejala umum yang menjadi indikasi jika ada keruskan pada mata. Sebab pada kondisi mata normal, lensa di dalam bola mata wajarnya berbentuk bulat sempurna. Tujuannya tidak lain untuk meratakan penyebaran cahaya yang datang ke mata supaya objek dapat terlihat dengan jelas.

Tapi, pada kondisi mata silinder lengkungan pada lensa mata tersebut tidak dapat terbentuk dengan sempurna. Perbedaan bentuk lengkungan tersebut dapat mengubah cahaya yang masuk atau membiaskan kembali ke arah lain.

Inilah yang akhirnya mengakibatkan objek cahaya tidak dapat jatuh tepat pada retina. Hingga akhirnya menyebabkan penglihatan menjadi buram bahkan tidak jelas.

2. Membaca dengan jarak dekat

Sumber: Freepik
Sumber: Freepik

Selanjutnya, gejala mata silinder bisa diketahui dengan keharusan untuk membaca suatu tulisan dari jarak yang lebih dekat. Sebab, para penderita mata silinder cenderung kesulitan dalam melihat tulisan yang memiliki jarak terlampau jauh, sehingga tulisan perlu didekatkan lagi supaya dapat dibaca dengan baik.

3. Sering menyipitkan mata

Ilustrasi mata berwarna cokelat. (dok. pexels.com/Mathias Celis)
Ilustrasi mata berwarna cokelat. (dok. pexels.com/Mathias Celis)

Gejala yang satu ini juga jadi penanda jika Anda punya kelainan mata silinder. Kesulitan melihat suatu objek tanpa disadari membuat Anda menyipitkan mata supaya objek dapat terlihat cukup jelas. Gejala mata silinder sendiri ini mudah diketahui ketika Anda memiliki gangguan penglihatan lainnya seperti rabuh jauh. Sebab Anda yang mengalami rabun jauh umumnya masih bisa melihat objek dari dekat dengan jelas. Tapi karena mata silinder, penglihatan dalam jarak yang dekat juga bisa menjadi buram.

4. Sakit kepala

Ilustrasi Mata Credit: unsplash.com/Amanda
Ilustrasi Mata Credit: unsplash.com/Amanda

Pada beberapa kasus, gejala mata silinder yang parah juga bisa berdampak pada timbulnya rasa sakit kepala. Kondisi tersebut umumnya akan terjadi karena mata yang sudah lelah saat berusaha untuk melihat suatu objek dengan jelas.

5. Mata cepat lelah

Ilustrasi bulu mata palsu. (dok. unsplash.com/Ana Francisconi)
Ilustrasi bulu mata palsu. (dok. unsplash.com/Ana Francisconi)

Gejala mata silinder berikutnya bisa disebabkan kondisi mata cepat lelah. Hal tersebut bisa dikarenakan adanya kerusakan pada mata yang membuat mata harus bekerja ekstra keras. Khususnya saat mata harus fokus dalam waktu lama ke sebuah objek seperti membaca buku, manatap layar elektronik, maupun melihat dari jarak jauh.

Cara Pengobatan Mata Silinder

ilustrasi dokter/Photo by rawpixel.com from Pexels
ilustrasi dokter/Photo by rawpixel.com from Pexels

Ada beberapa cara untuk mengobati mata silinder. Berikut penjelasan lengkapnya:

1. PRK dan LASIK

PRK (Photorefractive Keratectomy) adalah prosedur bedah untuk memperbaiki mata silinder. Caranya dengan mengupas epitel (lapisan luar kornea), kemudian menipiskan lapisan stroma dengan sinar laser.

Selain PRK, LASIK (Laser-Assisted in situ Keratomileusis) juga menjadi salah satu metode populer untuk memperbaiki kelainan mata minus, plus, dan silinder. Umumnya, operasi ini akan mengembalikan lengkungan mata jadi normal. Namun memang tindakan medis ini butuh biaya yang tidak sedikit.

2. Olahraga mata

Dengan melakukan olahraga mata tiap hari, saat pagi dan malam sebelum tidur. Hal tersebut bertujuan untuk melatih mata agar lentur dan mendapatkan cukup oksigen. Caranya juga mudah. Anda hanya perlu menggerakkan mata ke kiri dan kanan, kemudian pandangan lurus ke depan. Lanjutkan dengan memijat pelipis kanan dan kiri searah jarum jam, serta pijit perlahan bagian bawah kepala.

3. Konsumsi suplemen mata

Biasanya, mata silinder disebabkan kekurangan asupan gizi pada mata. Itulah mengapa, dengan mengonsumsi suplemen dapat membantu untuk menyiasatinya. Anda dapat mengonsumsi suplemen mata yang banyak dijual di toko obat. Namun, agar semakin optimal hasilnya, Anda juga bisa mengonsumsi suplemen alami, seperti wortel, ikan salmon, tomat, maupun buah lain yang kaya akan nutrisi penting di dalamnya.

Jadi, dengan memahami beragam gejala mata silinder tersebut dapat membantu Anda untuk mendapat penanganan tepat sebelum kondisinya lebih parah.