5 Gelandang Terbaik MU Sepanjang Masa

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Manchester - Manchester United atau MU adalah salah satu klub sepak bola paling sukses di dunia. Eksploitasi baik di dalam negeri maupun Eropa telah menjadikan Setan Merah salah satu waralaba olahraga yang paling banyak diikuti di dunia.

Sejarah MU yang kaya penuh dengan kemenangan selama puluhan tahun dan bersinggungan dengan malapetaka memilukan. Tapi comeback kings, begitu mereka disapa, MU selalu menemukan cara untuk bangkit dari abu.

MU adalah klub tersukses di era Liga dan mereka secara konsisten menurunkan beberapa pesepak bola terbaik dunia. Akademi MU terkenal karena menghasilkan pemain kelas dunia yang telah mencapai hal-hal hebat.

Old Trafford, juga dikenal sebagai Theatre of Dreams, telah dan terus menjadi rumah bagi beberapa pesepak bola yang luar biasa. Tanpa basa-basi lagi, mari kita lihat 5 gelandang terbaik MU sepanjang masa seperti dikutip dari Sportskeeda

5. Nobby Stiles

Nobby Stiles bersama Bobby Charlton dan George Best. (Twitter)
Nobby Stiles bersama Bobby Charlton dan George Best. (Twitter)

Nobby Stiles tidak terlihat seperti gelandang bertahan. Tetapi begitu peluit dibunyikan dan permainan berjalan, sulit untuk menemukan pemain yang teguh dan tidak kenal kompromi seperti Stiles.

Meski tubuhnya tidak terlalu tinggi, Stiles adalah gelandang yang tangguh dalam menangani bola. Dia mampu menutupi kekurangannya itu dengan kerja keras.

Jauh sebelum peran gelandang bertahan dipopulerkan oleh pemain seperti Claude Makelele, Stiles telah menguasai seni menghadang striker lawan. Ia mencuri bola dan mendistribusikannya untuk membantu timnya kembali unggul.

Jadi adil untuk mengatakan bahwa Stiles adalah pelopor yang mempopulerkan peran 'perusak' dalam sepak bola. Dia juga merupakan roda penggerak penting di Timnas Inggris yang memenangkan Piala Dunia 1966.

Penampilan terbaik Stiles saat menghadapi Portugal. Dia benar-benar meniadakan ancaman yang ditimbulkan oleh Eusebio yang produktif.

Stiles memenangkan Piala Eropa bersama MUpada musim 1967-68 dan juga memenangkan gelar liga dua kali selama 11 tahun bertugas yang dimulai pada tahun 1960.

4. Bryan Robson

1. Bryan Robson - Bryan Robson merupakan kepten Manchester United dan pertama di era Premier League. Kharismatiknya sebagai kapten, membuat Robson dipercaya sebagai kapten dari rentang 1982-1994 dan menjadikannya kapten telama Manchester United. (AFP/Greg Wood)
1. Bryan Robson - Bryan Robson merupakan kepten Manchester United dan pertama di era Premier League. Kharismatiknya sebagai kapten, membuat Robson dipercaya sebagai kapten dari rentang 1982-1994 dan menjadikannya kapten telama Manchester United. (AFP/Greg Wood)

Bryan Robson dianggap sebagai salah satu gelandang terhebat di generasinya. Dia memenangkan dua gelar Liga Inggris di tahun-tahun terakhirnya bersama MU.

Robson adalah kapten terlama dalam sejarah MU. Dia bergabung dengan Setan Merah pada 1981 dari West Bromwich Albion. Seorang gelandang box-to-box, keahlian teknis Robson memungkinkannya untuk sama efektifnya di kedua sisi lapangan.

Dia pandai menemukan bagian belakang gawang seperti menangani dan memenangkan bola kembali untuk timnya. Robson adalah pesepak bola cerdas yang memiliki kemampuan membaca permainan dan ini tercermin dari gerakan off the ball nya.

Dia juga punya sikap tidak pernah menyerah dan selalu memberikan yang terbaik di lapangan. Robson meninggalkan MU pada 1994 dan saat itu dia telah memenangkan dua gelar Liga Inggris, tiga Piala FA, dan satu Piala Winners Eropa.

3. Roy Keane

2. Roy Keane - Keane mejadi kapten terlama kedua di Manchester United. Kane dipercaya menjadi kapten Manchester United dari tahun 1997-2005. (AFP/Andrew Yates)
2. Roy Keane - Keane mejadi kapten terlama kedua di Manchester United. Kane dipercaya menjadi kapten Manchester United dari tahun 1997-2005. (AFP/Andrew Yates)

Agresi yang kejam bertemu dengan hasrat yang tak terkendali. Itu adalah Roy Keane. Orang Irlandia ini adalah sosok yang memecah belah saat mereka datang di dunia sepak bola.

Namun bagi fans MU, Keane akan selalu menjadi kapten fantastic. Pria yang lebih memilih mati karena kelelahan di lapangan sepak bola daripada membiarkan musuhnya yang tertawa terakhir.

Keane adalah kapten dari tim bersejarah MU peraih treble yang dianggap banyak orang sebagai terlalu muda dan tidak berpengalaman untuk mencapai level tertinggi. Dia adalah pesepak bola pejuang tetapi bukan hanya personifikasi keberanian dan keuletan.

Keane yang tidak simpatik juga seorang teknisi yang hebat. Penampilan inspiratifnya dalam leg kedua semifinal Liga Champions 1998-99 melawan Juventus, di mana dia mencetak gol dan memicu kemenangan comeback yang mustahil, akan tercatat dalam sejarah sebagai salah satu penampilan terbaik seorang kapten di kompetisi elit Eropa.

Usai pertandingan, Manajer MU Sir Alex Ferguson mengatakan itu adalah salah satu penampilan terhebat yang pernah dilihatnya. "Itu adalah tampilan paling tegas dari tidak mementingkan diri sendiri yang pernah saya lihat di lapangan sepak bola," ucap Ferguson.

"Menabrak setiap helai rumput, bersaing jika dia lebih suka mati karena kelelahan daripada kalah, dia menginspirasi semua orang di sekelilingnya. Saya merasa merupakan suatu kehormatan untuk dikaitkan dengan pemain seperti itu."

Keane menghabiskan 12 tahun gemilang di MU sebelum pergi pada 2005. Saat itu, dia telah memenangkan tujuh gelar Liga Inggris, satu gelar Liga Champions, empat Piala FA, dan satu Piala Interkontinental.

2. Paul Scholes

5. Paul Scholes (Manchester United) - Scholes menghabiskan seluruh karier bermainnya di Manchester United pada periode tahun 1994-2013. Scholes menyumbangkan 152 gol dari 702 penampilannya bersama Manchester United. (AFP/Paul Ellis)
5. Paul Scholes (Manchester United) - Scholes menghabiskan seluruh karier bermainnya di Manchester United pada periode tahun 1994-2013. Scholes menyumbangkan 152 gol dari 702 penampilannya bersama Manchester United. (AFP/Paul Ellis)

Salah satu gelandang terhebat dari generasi yang tidak pernah kekurangan pemain individu luar biasa di lini tengah adalah Paul Scholes. Pemain ini Inggris telah mendapatkan pujian dari orang-orang sezamannya dan dia berperan penting dalam dominasi MU di Liga Inggris di bawah asuhan Sir Alex Ferguson.

Scholes bahkan kembali dari pensiun untuk membantu MU memenangkan gelar Liga Inggris 2012-13 yang merupakan musim terakhir Sir Alex Ferguson sebagai manajer. Scholes adalah paket lengkapnya. Dia memiliki visi luar biasa dan jarak umpan yang menyamainya. Dia bisa mencetak gol dari mana saja di lapangan dan hampir tidak mungkin untuk disingkirkan.

Scholes sama bagusnya bermain dalam peran box-to-box seperti halnya bermain sebagai playmaker. Untuk mendapatkan gambaran tentang seberapa bagusnya dia, penting untuk melihat apa yang dikatakan para pemain yang dia lawan tentang dia.

Thierry Henry menyebut Scholes adalah salah satu pemain terhebat dalam sejarah Liga Inggris. Legenda Barcelona Xavi pernah mengatakan bahwa Scholes adalah gelandang terbaik yang pernah dilihatnya dalam 15-20 tahun.

Scholes menghabiskan total 19 tahun di MU dan memenangkan 11 gelar Liga Inggris, dua gelar Liga Champions, empat Piala FA, dua Piala Liga, satu Piala Interkontinental, dan satu Piala Dunia Antarklub FIFA.

1. Sir Bobby Charlton

SEPATU EMAS - Wayne Rooney menerima penghargaan sepatu emas yang diserahkan langsung oleh Sir Bobby Charlton, Sabtu (10/10/2015) dini hari WIB. (AFP/IAN KINGTON).
SEPATU EMAS - Wayne Rooney menerima penghargaan sepatu emas yang diserahkan langsung oleh Sir Bobby Charlton, Sabtu (10/10/2015) dini hari WIB. (AFP/IAN KINGTON).

Sir Bobby Charlton akan selamanya memiliki tempat khusus di hati para penggemar sepak bola yang mengetahui kisahnya. Seorang yang selamat dari bencana udara di Munchen pada 1958, yang merenggut nyawa delapan pemain Mu. Bobby Charlton adalah wajah kebangkitan MU di 1960-an.

Charlton adalah gelandang yang mencetak 249 gol di semua kompetisi untuk Setan Merah, rekor yang hanya dipecahkan oleh Wayne Rooney. Dia bisa mencetak screamer dari jarak jauh dan merupakan kekuatan yang harus diperhitungkan di tengah lapangan.

Dia menjadi kapten MU untuk kemenangan Divisi Pertama Inggris pada 1965 dan 1967. Dia memenangkan Ballon d'Or pada 1966, tahun yang sama di mana dia memenangkan Piala Dunia FIFA dengan tim nasional Inggris.

Charlton kemudian memimpin MU menuju kejayaan Eropa pada 1968, dengan mencetak dua gol yang tak ternilai di final. Dia adalah sosok sepak bola ikonik dan akan selamanya dianggap sebagai salah satu pesepak bola terhebat sepanjang masa.

Saksikan Video Manchester United di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel