5 Gereja di Surabaya yang Memiliki Arsitektur Unik

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Surabaya, Jawa Timur termasuk salah satu kota dengan beragam kebudayaan, agama, suku dan lainnya. Keragaman tersebut juga terlihat dari berbagai bangunan di Surabaya mulai dari tempat ibadah seperti gereja hingga bangunan bersejarah.

Gereja di Surabaya menyimpan cerita sejarah dan bangunan yang unik. Bangunan gereja itu bahkan termasuk cagar budaya. Salah satunya Gereja Kepanjen atau juga disebut Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria.

Bicara soal gereja, jika sebelum pandemi COVID-19, ibadah dilakukan di gereja mulai dari ibadah minggu hingga Natal, dan Tahun Baru. Kali ini perayaan Natal saat pandemi COVID-19 dilakukan secara berbeda.

Sebagian jemaat beribadah Natal melalui online. Hal ini sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Meski demikian, ibadah secara online tidak mengurangi sakralnya ibadah tersebut. Ibadah secara online juga dapat dilakukan secara khidmat.

Pada momen Natal ini, Liputan6.com merangkum sejumlah gereja yang sudah berdiri lama dan memiliki keunikan, seperti dirangkum dari instagram resmi Dinas Pariwisata @surabayasparkling, Jumat, (25/12/2020):

1.GPIB Maranatha

Gereja ini dibangun pada 5 Januari 1959. Gereja yang terletak dekat Balai Kota Surabaya ini memiliki gaya bangunan art deco dan juga jengki yang sedang marak pada 1950-an. Gereja ini terletak di Jalan Yos Sudarso Nomor 2-4.

2.Gereja Katolik Hati Kudus Yesus

Gereja Hati Kudus Yesus merupakan Gereja Katolik kedua di Surabaya yang dibangun setelah berdirinya Gereja Kepanjen. Peletakan batu pertama pada 11 Agustus 1920. Gereja Hati Kudus Yesus diresmikan dan diberkati oleh Mgr.Luypen pada 21 Juli 1921.

Rancangan desain gereja dilakukan oleh Ed Cypress Bureau. Rangka denah memiliki bentuk persegi panjang. Sedangkan konstruksi bentuk basilica dilakukan oleh biro arsitek Huswit-Fermont. Pembangunan gereja ini mengeluarkan biaya 216.000 Gulden Belanda, demikian dilansir dari wikipedia.

3.Gereja Kepanjen

Seorang wanita berdoa untuk mengenang setahun tragedi bom gereja Surabaya di Gereja Katolik Santa Maria, Surabaya, Jawa Timur, Senin (13/5/2019). Pada peringatan tersebut digelar juga doa lintas agama yang dihadiri sejumlah pemuka agama. (Juni Kriswanto/AFP)
Seorang wanita berdoa untuk mengenang setahun tragedi bom gereja Surabaya di Gereja Katolik Santa Maria, Surabaya, Jawa Timur, Senin (13/5/2019). Pada peringatan tersebut digelar juga doa lintas agama yang dihadiri sejumlah pemuka agama. (Juni Kriswanto/AFP)

Gereja Kepanjen didirikan pada 1822. Gereja dengan arsitektur gotik ini merupakan gereja katedral tertua di Surabaya, dan juga salah satu bangunan cagar budaya. Gereja ini terletak di Jalan Kepanjen 4-6.

Melansir dari buku Jalan-jalan Surabaya Enaknya ke Mana? karya Yusak Anshori dan Adi Kusriantom, Awalnya, dua orag pastor dari Belanda datang ke Surabaya, yaitu Hendricus Waander dan Phillipus Wedding pada 12 Juli 1810. Kemudian, Pastor Wedding bertugas ke Batavia, sedangkan Pastor Waanders menetap di Surabaya.

Ketika Pastor Waanders menetap di Surabaya, ia sering mengadakan misa untuk umat Katolik. Karenanya, dari hari ke hari, jumlah umat Katolik makin bertambah. Kemudian mereka berencana untuk membangun rumah ibadah berupa gereja dan terealisasi pada 1822.

Pertamanya, gereja pertama terdapat di pojok Roomsche Kerkstraat/Komedie weg (Kepanjen/Kebonrojo). Lalu, gereja Katolik pertama ini dipindah ke gedung baru di sebelah utara bangunan lama, yaitu di Jalan Kepanjen No.4 – 6 (lokasi sekarang) karena gereja yang lama sudah rusak.

Gereja ini dibuat oleh Westmaes, seseorang yang berkewarganegaraan Belanda. Selain itu, gereja ini juga mempunyai kemiripan dengan gereja Jean Baptiste Antoine, Lassus, St. Jean Baptiste de Belleville Paris.

Gereja Katolik Kepanjen di Surabaya ini mempunyai gaya arsitektur bercorak gotik yang tertuang pada bentuk jendela, pintu, dan langit-langit yang melengkung ke atas dan membetuk sudut, dan atap runcing yang berfungsi untuk mempercepat jatuhnya air hujan.

Warna merah dari Gereja Katolik Kepanjen ini juga menarik perhatian setiap mata yang memandangnya. Tak jarang juga gereja ini menjadikan Surabaya mempunyai "rasa" Eropa

Gereja Katolik Kepanjen di Surabaya ini juga menjadi salah satu spot foto yang instagramable karena bentuk bangunannya yang unik dan mengandung unsur estetika. Banyak warga yang berkunjung ke sini hanya untuk sekadar berfoto.

Gereja Kristus Tuhan

4.Gereja Kristus Tuhan

Gereja Kristus Tuhan ini dahulu didaftarkan ke Pemerintah Hindia Belanda dengan nama Stiching Chineesche Christelijeke Kerk Tiong Hwa Kie Tok Kauw Hwee (yayasan gereja tionghoa) pada 1931. Gereja ini berada di Jalan Samudra nomor 51.

5. Gereja Katolik Kristus Raja

Pada 31 Agustus 1930 bertepatan dengan HUT Ratu Wilhelmina, Mgr Dr Th de Backere, CM mengadakan misa syukur yang dihadiri kaum muda dari segala penjuru Surabaya di lapangan terbuka di komplek paroki Kristus Raja.

Dalam misa syukur ini, ditetapkan berdirinya paroki ke-3 di Surabaya. Pada 1930 dipakai sebagai tahun lahirnya paroki ini. Gereja ini berlokasi di Jalan Residen Sudirman Nomor 3, Surabaya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini