5 Hal Ini Paling Dipahami Perempuan yang Tak Suka Bergosip

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Menurut KBBI, gosip adalah obrolan tentang orang-orang lain; cerita negatif tentang seseorang; pergunjingan. Orang yang suka bergosip biasanya suka membicarakan keburukan orang lain. Membicarakan seseorang dengan membahas hal-hal negatif tentangnya.

Perlu diakui watak dan karakter tiap orang tidak sama. Ada yang menganggap bergosip hanya sebatas cara untuk mencairkan suasana dan bersosialisasi. Namun, ada juga yang merasa tak nyaman menggosipkan orang lain. Di antara kita pun pasti ada yang tak suka bergosip, dan hal-hal inilah yang paling kita pahami soal cara menghargai orang lain dalam cara berkomunikasi kita.

TERKAIT: Perempuan Mandiri adalah Sosok Pekerja Keras, Ini 5 Alasannya

TERKAIT: Setelah Menjadi Perempuan Mandiri dan Berpenghasilan Sendiri, Jodoh Datang Sendiri

TERKAIT: Perempuan yang Terlatih Berjuang Keras sejak Belia, Tumbuh Lebih Mandiri dan Dewasa

1. Membicarakan Keburukan Orang Lain Bisa Menambah Masalah Baru

Membahas keburukan atau hal-hal negatif orang lain di belakangnya tidak akan membereskan apa pun. Malah hanya akan menambah masalah baru. Masalahnya bisa berasal dari diri sendiri, yaitu muncul rasa tak nyaman. Mengungkap aib orang lain sama halnya dengan mencoreng muka sendiri. Yang ada hanya akan muncul rasa bersalah karena kita secara tidak langsung telah melukai orang yang kita gosipkan.

2. Bergosip dengan Seseorang Memberi Risiko akan Ikut Digosipkan Juga

Saat kita terlibat obrolan bersama seseorang yang suka bergosip, ada kemungkinan kita akan jadi bahan gosip yang berikutnya di waktu yang lain. Bahkan saat kita tak bergosip pun, kita tetap ada risiko digosipkan. Ya, risiko selalu ada. Namun, setidaknya dengan tidak terbiasa bergosip, kita bisa menemukan ketenangan sendiri dalam bersosialisi dan bergaul dengan orang-orang yang membuat kita nyaman.

3. Hidup Lebih Tenang saat Cukup Tahu Secukupnya

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/inlitestudio
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/inlitestudio

Bisa dibilang, hidup kita sudah cukup rumit jadi tak perlu dibuat makin rumit dengan membicarakan keburukan atau mencampuri urusan orang lain yang tidak perlu. Cukup tahu secukupnya saja. Cukup tahu batasan berkomunikasi dengan menjunjung rasa hormat dan respek satu sama lain. Semakin dewasa, kita makin menyadari bahwa yang kita butuhkan adalah ketenangan hati. Terlalu sering bergosip hanya akan membuat kita makin overthinking sendiri, dan terobsesi membanding-bandingkan hidup kita dengan hidup orang lain.

4. Membahas Keburukan Orang Lain Takkan Membuat Kita Tampak Lebih Baik

Kita takkan menjadi orang yang lebih baik hanya dengan merendahkan atau mengungkap keburukan orang lain. Malah kita menjatuhkan harga diri sendiri saat mengungkap keburukan atau hal-hal negatif tentang orang lain. Kalaupun ada perasaan "senang" memiliki lebih banyak kelebihan dibanding orang lain, itu hanya perasaan semu belaka. Sebab kita tak pernah tahu perjuangan dan perjalanan hidup tiap orang.

5. Tak Suka Bergosip, Makin Fokus pada Prioritas Hidup yang Lebih Penting

Waktu yang kita punya terbatas. Kita tak bisa menghabiskan waktu yang berharga untuk bergosip atau membicarakan keburukan orang lain. Memahami hal itu, kita pun jadi makin menyadari bahwa ada prioritas hidup yang lebih penting yang bisa kita utamakan daripada buang-buang waktu bergosip.

Kalau menurut Sahabat Fimela sendiri, apa kelebihan menjadi perempuan yang tidak suka bergosip? Boleh lho berbagi pendapat, pengalaman, atau sudut pandang sendiri.

#ElevateWomen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel