5 Hal Tentang Teleskop James Webb yang Baru Diluncurkan ke Luar Angkasa

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - NASA sukses meluncurkan teleskop James Webb ke luar angkasa dalam peluncuran di pelabuhan antariksa Kourou di French Guyana, Sabtu (25/12/2021).

Teleskop James Webb diklaim jadi teleskop observatorium paling kuat yang pernah dibangun. Teleskop ini digadang-gadang akan menjawab pertanyaan penting tentang Alam Semesta sejak 13 miliar tahun lalu.

Kalau kamu tertarik dengan antariksa dan teleskop James Webb, berikut adalah lima hal yang perlu kamu ketahui tentang pengganti teleskop Hubble ini:

1. Punya Cermin Emas Raksasa

Pusat teleskop ini adalah cermin berukuran sangat besar dengan struktur cekung, yang lebarnya 6,5 meter. Cermin ini terdiri dari 18 cermin heksagonal berukuran lebih kecil.

Cermin ini dibuat dari material berilium yang dilapisi emas dan dioptimalkan untuk memantulkan cahaya inframerah dari jangkauan jauh alam semesta.

Teleskop antariksa ini juga memiliki empat instrumen ilmiah yang memenuhi dua tujuan utama, yakni pencitraan objek kosmik dan spektroskopi. Tujuannya adalah untuk memecah cahaya menjadi gelombang panjang terpisah untuk mempelajari sifat fisik dan kimia materi kosmik.

Cermin dan instrumen ini dilindungi oleh lima lapis pelindung matahari yang berbentuk seperti layangan dan dibangun membentang seukuran lapangan tenis. Sementara, selaputnya terdiri dari kapton, material yang dikenal karena ketahanan dan stabilitas panasnya yang tinggi.

Keduanya jadi hal yang penting karena sisi pelindung yang menghadap matahari diprediksi memiliki panas 230 derajat Farenheit sementara sisi lain memiliki suhu terendah -394 derajat Farenheit.

Teleskop ini terdiri dari subsistem untuk daya elektrik, propulsi, komunikasi, orientasi, pemanasan dan penanganan data. Bobot teleskop James Webb setara dengan satu bus sekolah.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2. Jarak Orbitnya 1,5 Juta Km dari Bumi

Peluncuran teleskop antariksa James Webb menggunakan roket Ariane 5 di dari pelabuhan antariksa Kourou di Guyana,  Amerika Selatan. (Credit photo: Jody Amiet/AFP via Getty Images)
Peluncuran teleskop antariksa James Webb menggunakan roket Ariane 5 di dari pelabuhan antariksa Kourou di Guyana, Amerika Selatan. (Credit photo: Jody Amiet/AFP via Getty Images)

Teleskop James Webb ini bakal ditempatkan pada orbitnya yang berjarak 1,5 juta Km dari Bumi. Butuh waktu empat kali lipat dari jarak Bumi ke Bulan.

Tak seperti teleskop Hubble, nantinya teleskop James Webb bakal mengitari planet Bumi dan mengorbit Matahari. Posisinya bakal terletak di belakang Bumi dan selalu berada di sisi malam Bumi.

Butuh waktu sekitar 1 bulan untuk mencapai wilayah yang dikenal dengan nama Langrange kedua (L2).

3. Mirip Origami Raksasa

Cara membuat origami kupu-kupu: Model Pertama (sumber: gatheringbeauty)
Cara membuat origami kupu-kupu: Model Pertama (sumber: gatheringbeauty)

Teleskop berukuran besar ini mungkin tidak akan muat di muatan roket. Oleh karenanya, selama perjalanan, teleskop James Webb dilipat layaknya origami.

Tugas membentangkan teleskop ini jadi hal yang menantang. Hal ini disebut sebagai pembentangan paling menakutkan yang pernah diuji oleh NASA. Nantinya, 30 menit setelah lepas landas, antena komunikasi dan panel surya yang memasok energi bakal dipasang.

Selanjutnya, muncul tameng terhadap matahari yang saat ini posisinya terlipat layaknya alat musik akordeon. Selaput tipis tameng ini dipandu oleh mekanisme kompleks yang melibatkan 400 puli dan kabel sepanjang 1.312 kaki.

Selama minggu kedua, giliran cermin dari 18 cermin heksagon berukuran kecil yang akan membuka. Barulah setelah 6 bulan, teleskop James Webb ini siap digunakan.

4. Jalankan 2 Misi Utama

Teleskop luar angkasa James Webb (Sumber: NASA)
Teleskop luar angkasa James Webb (Sumber: NASA)

Teleskop James Webb memiliki dua misi utama, yang bersama-sama mencakup lebih dari 50 persen waktu pengamatannya. Misi pertama adalah menjelajahi fase awal sejarah kosmik, dengan melihat ke belakang, beberapa ratus juta tahun setelah peristiwa Big Bang.

Dengan tugas ini, para astronom ingin melihat bagaimana bintang dan galaksi pertama terbentuk dan bagaimana evolusi ini berlangsung dari waktu ke waktu.

Tujuan kedua adalah penemuan exoplanet atau planet di luar tata surya. Teleskop James Webb juga akan menyelidiki potensi kehidupan di dunia-dunia tersebut dengan mempelajari atmosfernya.

5. Dibangun Lebih dari 10.000 Orang

Teleskop Luar Angkasa James Webb (Sumber: NASA)
Teleskop Luar Angkasa James Webb (Sumber: NASA)

Astronom sudah mulai menyebut tentang perlunya teleskop pengganti Hubble sejak 1990-an. Konstruksi teleskop James Webb pun dimulai sejak 2004.

Peluncuran teleskop James Webb juga diundur beberapa kali. Semula direncanakan untuk diluncurkan pada 2007, lalu 2018. Semuanya karena rumitnya pengembangan teleskop ini.

Teleskop observatorium ini merupakan hasil kolaborasi internasional, antara NASA, badan antariksa Eropa, dan badan antariksa Kanada. Lebih dari 10.000 orang disebut-sebut telah mengerjakan proyek ini.

Tidak main-main, anggaran pengembangan teleskop James Webb pun membengkak menjadi sekitar USD 10 miliar. Misi teleskop James Webb sendiri diprediksi selama 5 tahun, namun diharapkan bisa bekerja hingga 10 tahun atau lebih.

(Tin/Ysl)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel