5 Hal Terkait Penusukan Ustaz saat Berceramah di Aceh Tenggara

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pascapenusukan terhadap Syekh Ali Jaber di Masjid Falahuddin, Bandar Lampung, Minggu 13 September 2020, insiden penyerangan terhadap ustaz belum lama ini kembali terjadi.

Seorang ustaz di Aceh Tenggara diserang saat sedang memberikan ceramah pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Kamis, 29 Oktober 2020. Insiden tersebut menyebabkan ustaz Muhammad Zaid Maulana terluka di bagian tangan.

Pelaku yang menyerang korban belakangan diketahui telah diamankan. MA (37) ditangkap aparat sekitar pukul 22.45 WIB atau sekitar satu jam setelah penganiayaan.

"Tiba-tiba pelaku berinisial MA masuk ke dalam masjid melalui jendela dan berusaha melakukan penganiayaan terhadap korban yang sedang berceramah di depan para jamaah," kata Kapolres Aceh Tenggara Wanito Eko Sulistyo dikutip Antara, Jumat, 30 Oktober.

Hingga kini polisi belum mengetahui motif pelaku di balik penusukan tersebut lantaran pelaku masih irit bicara.

Berikut sederet fakta insiden penusukan terhadap seorang ustaz saat tengah memberikan ceramah di Masjid Al Husna, Desa Kandang Mbelang Mandiri, Aceh Tenggara:

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Lokasi Penusukan

Penusukan terhadap ustaz Muhammad Zaid Maulana (37) terjadi di Masjid Al Husna, Desa Kandang Mbelang Mandiri, Kecamatan Lawe Bulan, Kamis, 29 Oktober lalu.

Saat itu korban tengah memberikan ceramah bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Dalam insiden ini, ustaz Muhammad Adi Maulana mengalami luka di bagian tangan karena diduga terkena senjata tajam milik pelaku berinisial MA (37), yang menyerang korban.

"Korban penganiayaan yang menyebabkan luka berat ini masih dirawat di rumah sakit, namun pelakunya sudah berhasil kami amankan untuk dimintai keterangan," kata Kapolres Aceh Tenggara, AKBP Wanito Eko Sulistyo yang dihubungi dari Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat, Jumat, 30 Oktober dikutip Antara.

7 Saksi Diperiksa

Hingga Sabtu kemarin, Polres Aceh Tenggara telah memeriksa tujuh orang saksi terkait dugaan kasus penusukan terhadap Ustaz Muhammad Zaid Maulana (37).

"Ada sekitar lima hingga tujuh orang yang kita mintai keterangan, semuanya dari pengurus masjid," kata Kapolres Aceh Tenggara AKBP Wanito Eko Sulistyo yang dihubungi dari Meulaboh Kabupaten Aceh Barat, Sabtu, 31 Oktober 2020.

Menurutnya, pemeriksaan terhadap sejumlah saksi tersebut guna memudahkan proses penyelidikan yang sedang dilakukan pihak kepolisian setempat, sekaligus menggali fakta dalam perkara tersebut.

1 Pelaku Ditangkap

Dikutip dari Antara, dalam kasus ini, polisi sudah mengamankan seorang terduga pelaku berinisial MA (37).

"Pelaku MA berhasil kami tangkap pada Kamis malam sekira pukul 22.45 WIB atau sekitar satu jam setelah kejadian penganiayaan terjadi," kata Kapolres menambahkan.

Namun, terduga pelaku sejauh ini masih belum banyak memberikan keterangan kepada polisi yang menyelidiki perkara ini.

Kapolres Aceh Tenggara AKBP AKBP Wanito Eko Sulistyo menyatakan kasus tersebut tetap akan diselidiki hingga tuntas, sesuai dengan aturan hukum dan perundang-undangan yang berlaku.

Awal Kejadian

Lebih lanjut Kapolres Aceh Tenggara Wanito Eko Sulistyo mengatakan korban Muhammad Zaid Maulana diduga diserang oleh pelaku saat sedang memberi ceramah pada Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW di masjid.

Tiba-tiba pelaku berinisial MA masuk ke dalam masjid melalui jendela dan berusaha melakukan penganiayaan terhadap korban yang sedang berceramah di depan para jamaah.

Namun saat diserang oleh pelaku, korban sempat menghindar namun mengalami luka di bagian tangan sebelah kiri karena diduga terkena senjata tajam yang digunakan oleh pelaku.

Ustadz Muhammad Zaid Maulana yang mengalami luka akhirnya dibawa oleh jamaah ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan lebih lanjut, sementara pelaku MA berhasil melarikan diri.

Pelaku Penusukan Irit Bicara

MA, pelaku penusukan terhadap ustaz Muhammad Zaid Maulana merupakan warga Desa Desa Kandang Mbelang Mandiri, Kecamatan Lawe Bulan, Kabupaten Aceh Tenggara.

Namun, terduga pelaku sejauh ini, menurut polisi masih belum banyak memberikan keterangan terkait motif di balik penyerangan tersebut.

Saksikan video pilihan di bawah ini: