5 Hal Terkait Pertemuan Jokowi dengan PM Malaysia

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pada Rabu 10 November 2021, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kunjungan Perdana Menteri atau PM Malaysia Ismail Sabri Yakoob di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com di Youtube Sekretariat Kepresidenan, PM Malaysia tiba di Istana Bogor sekitar pukul 12.35 WIB. Ini merupakan kunjungan keduanya setelah menjabat sejak Agustus 2021.

Dalam pertemuan keduanya, ada sejumlah hal yang dibahas, salah satunya Jokowi mendorong agar kerja sama perlindungan tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia segera diselesaikan.

"Mengenai pentingnya kerjasama perlindungan warga negara Indonesia yang berada di Malaysia. Saya mendorong kiranya MoU (Memorandum of Understanding) perlindungan tenaga kerja domestik Indonesia bisa dapat segera diselesaikan," kata Jokowi dalam pernyataan pers bersama usai pertemuan sebagaimana ditayangkan di Youtube Sekretariat Presiden, Rabu 10 November 2021.

Selain itu, Jokowi bersama PM Malaysia juga sepakat membuka travel corridor arrangement (TCA) untuk mendukung pemulihan ekonomi.

Terlebih, menurut Jokowi, angka perdagangan mengalami kenaikan sebesar 49 persen pada Januari-Agustus 2021.

Berikut 5 hal terkait pertemuan antara Presiden Jokowi dengan PM Malaysia Ismail Sabri Yakoob dihimpun Liputan6.com:

1. Dorong MoU Perlindungan TKI Segera Diselesaikan

Presiden Joko Widodo terlibat perbincangan dengan Perdana Menteri (PM) Malaysia Ismail Sabri Yakoob di beranda Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/11/2021). (Youtube Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo terlibat perbincangan dengan Perdana Menteri (PM) Malaysia Ismail Sabri Yakoob di beranda Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Rabu (10/11/2021). (Youtube Sekretariat Presiden)

Presiden Joko Widodo atau Jokowi membahas sejumlah isu saat menerima kunjungan Perdana Menteri atau PM Malaysia, Ismail Sabri Yaakob di Istana Kepresidenan Bogor Jawa Barat, Rabu 10 November 2021.

Jokowi mendorong agar kerja sama perlindungan tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia segera diselesaikan.

"Mengenai pentingnya kerjasama perlindungan warga negara Indonesia yang berada di Malaysia. Saya mendorong kiranya MoU (Memorandum of Understanding) perlindungan tenaga kerja domestik Indonesia bisa dapat segera diselesaikan," kata Jokowi dalam pernyataan pers bersama usai pertemuan sebagaimana ditayangkan di Youtube Sekretariat Presiden, Rabu 10 November 2021.

2. Minta Malaysia Beri Izin Pendirian Lembaga Pendidikan Anak-Anak TKI

Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberikan sambutan saat menghadiri perayaan ulang tahun ke-8 Partai Nasdem di JIExpo, Jakarta, Senin (11/11/2019). Acara tersebut sekaligus penutupan Kongres ke-II Partai Nasdem. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberikan sambutan saat menghadiri perayaan ulang tahun ke-8 Partai Nasdem di JIExpo, Jakarta, Senin (11/11/2019). Acara tersebut sekaligus penutupan Kongres ke-II Partai Nasdem. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Kemudian, Jokowi juga berharap agar pemerintah Malaysia dapat memberikan izin pendirian Community Learning Center (CLC) untuk anak-anak TKI Semenanjung Malaysia.

Hal tersebut, menurut dia, agar anak-anak Indonesia tetap bisa mendapatkan pendidikan.

"Kemudian, juga mengenai izin community learning center di semenanjung bisa diberikan izinnya, sesuai prinsip hak pendidikan bagi semuanya," ucap Jokowi.

3. Harus Perkuat Kerja Sama

Presiden Joko Widodo (Jokowi) hadiri Malam Anugerah Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI) 2021 di Jakarta Convention Center(JCC), Jakarta Pusat.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) hadiri Malam Anugerah Piala Citra Festival Film Indonesia (FFI) 2021 di Jakarta Convention Center(JCC), Jakarta Pusat.

Adapun ini kali pertamanya PM Malaysia berkunjung ke Indonesia sejak menjabat pada Agustus 2021 lalu. Jokowi mengaku terhormat, Indonesia menjadi negara pertama yang dikunjungi PM Malaysia usai dilantik.

"Merupakan kehormatan bagi saya dan juga bagi Indonesia menerima kunjungan luar negeri pertama Perdana Menteri ke-9 Malaysia Bapak Dato' Sri Ismail Sabri Yaakob," ucap Jokowi.

Menurut dia, Indonesia-Malaysia harus memperkuat kerja sama yang saling menguntungkan dan menghormati. Terlebih, Indonesia dan Malaysia merupakan bangsa serumpun.

"Sebagai negara tetangga dekat dan bangsa serumpun, kita harus memperkuat kerja sama berdasarkan prinsip yang saling menghormati dan saling menguntungkan," terang Jokowi.

4. Ingin Negosiasi Batas Indonesia-Malaysia Segera Dituntaskan

Jokowi
Jokowi

Kemudian, Jokowi menilai, negosiasi batas negara Indonesia-Malaysia baik darat atau laut harus segera dituntaskan dalam tempo sesingkat mungkin. Pasalnya, progres negosiasi batas negara tersebut cukup lama dan belum juga diputus.

"Kita ingin menyelesaikan negosiasi batas negara baik batas darat dan batas laut agar dapat segera diselesaikan dan kita harap karena ini sudah agak lama progresnya," kata Jokowi.

"Kita berharap dalam waktu yang sesingkat-singkatnya masalah ini bisa segera diselesaikan," sambung dia.

5. Sepakat Buka Travel Corridor Rute KL-Jakarta dan KL-Bali

Presiden Joko Widodo atau Jokowi memimpin rapat terbatas percepatan peta jalan penerapan industri 4.0 di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (3/9/2019). Jokowi memerintahkan adanya langkah terobosan untuk dapat mendorong percepatan peta jalan penerapan industri 4.0. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Presiden Joko Widodo atau Jokowi memimpin rapat terbatas percepatan peta jalan penerapan industri 4.0 di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (3/9/2019). Jokowi memerintahkan adanya langkah terobosan untuk dapat mendorong percepatan peta jalan penerapan industri 4.0. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Terakhir, Jokowi bersama PM Malaysia Ismail Sabri Yakoob sepakat untuk membuka travel corridor arrangement (TCA) untuk mendukung pemulihan ekonomi. Terlebih, kata dia, angka perdagangan mengalami kenaikan sebesar 49 persen pada Januari-Agustus 2021.

"Untuk mendukung pemulihan ekonmi tadi kita sudah sepakat dibuat travel corridor arrangement yang secara bertahap ktia buka satu per satu," ujar Jokowi.

Sementara itu, PM Ismail menyampaikan bahwa saat ini situasi Covid-19 baik di Malaysia maupun Indonesia semakin membaik. Hal inilah yang membuat dirinya dan Presiden Jokowi menyetujui pembukaan border Indonesia-Malaysia.

"Hari ini saya dan Bapak Presiden mencapai persetujuan supaya Malaysia dan Indonesia dapat melaksanakan satu koridor perjalanan antar kedua negara melalui travel coridor arrangement ataupun TCA atau vaccinated traveling," jelasnya.

Kejengkelan Jokowi dan Ancaman Reshuffle Kabinet

Infografis Kejengkelan Jokowi dan Ancaman Reshuffle Kabinet. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Kejengkelan Jokowi dan Ancaman Reshuffle Kabinet. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel