5 Hal yang Bikin Timnas Indonesia Bakal Merepotkan Thailand di Final Piala AFF 2020

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Di atas kertas, Timnas Thailand cukup dominan atas Timnas Indonesia. Dari catatan pertemuan kedua tim, Skuat Garuda lebih banyak menderita kekalahan. Bahkan dari lima final Piala AFF yang diikuti Timnas Indonesia, tiga di antaranya kandas di kaki para pemain tim berjuluk Gajah Perang tersebut.

Sepanjang sejarah, Indonesia sudah 78 kali bertanding melawan Thailand di berbagai ajang. Hasilnya Indonesia menang 25 kali, kalah 49 kali, dan 14 kali imbang. Sementara di ajang Piala AFF atau Piala Tiger, kedua tim sudah bertemu 12 kali dan Indonesia hanya mampu memenangkan tiga di antaranya.

Rekor pertemuan di babak final turnamen dua tahunan itu juga didominasi Gajah Perang. Dari lima partai final Indonesia di Piala AFF, tiga di antaranya kandas di kaki para pemain Timnas Thailand.

Terakhir, Indonesia gagal menjuarai Piala AFF 2016 meski di leg pertama sempat menang 2-1. Harapan sirna setelah pada leg kedua, Gajah Perang menang 2-0 hingga skuat Garuda kalah agregat 2-3.

Di Piala AFF 2020, Thailand kembali diunggulkan. Sementara Timnas Indonesia yang dihuni mayoritas pemain muda, justru sempat dipandang sebelah mata di awal turnamen berlangsung.

Meski demikian, bukan berarti Timnas Indonesia pantas dianggap enteng pada pertandingan melawan Thailand di Stadion Nasional Singapura, Rabu (29/12/2021). Ada sejumlah hal yang membuat Skuat Garuda berpeluang merepotkan Gajah Perang dan memetik kemenangan pada pertandingan ini.

Apa saja? Simak ulasannya di halaman selanjutnya.

Perjalanan ke Final

Final Piala AFF 2020 Timnas Indonesia vs Thailand. (Liputan6.com/Triyasni)
Final Piala AFF 2020 Timnas Indonesia vs Thailand. (Liputan6.com/Triyasni)

Di awal turnamen Piala AFF 2020 bergulir, tidak sedikit yang menganggap remeh kekuatan Timnas Indonesia. Maklum saja, Skuat Garuda kali ini dihuni mayoritas pemain muda di bawah 23 tahun.

Bergabung di Grup B yang dihuni dua juara Piala AFF, Malaysia dan Vietnam, Indonesia akhirnya berhasil mematahkannya dengan keluar sebagai juara grup. Pasukan Shin Tae-yong tidak tergusur dari puncak klasemen setelah mengemas 10 poin dari empat pertandingan.

Timnas Vietnam juga sebenarnya mengoleksi poin yang sama. Namun pasukan Park Hang seo harus puas berada di urutan kedua setelah kalah dalam perhitungan selisih gol dari timnas Indonesia.

Di babak semifinal, Indonesia berhasil menyingkirkan tuan rumah Singapura dengan agregat 5-3. Mental pasukan Shin Tae-yong juga sempat diuji pada leg kedua yang berjalan penuh drama.

Dalam duel ini, Singapura yang kehilangan 3 pemainnya akibat kartu merah mampu memaksa timnas Indonesia melewati baabk perpanjangan waktu sebelum akhirnya menyerah dengan skor 2-4.

Tim Paling Produktif

Winger Timnas Indonesia, Irfan Jaya ketika melawan Kamboja di Piala AFF 2020. (PSSI).
Winger Timnas Indonesia, Irfan Jaya ketika melawan Kamboja di Piala AFF 2020. (PSSI).

Pelatih Shin Tae-yong kerap mengubah-ubah formasi timnya selama tampil di Piala AFF 2020. Akibatnya, tim lawan kesulitan membaca dan mengantisipasi permainan Asnawi Mangkualam cs.

Patut dicatat, Timnas Indonesia merupakan tim yang paling produktif sepanjang turnamen Piala AFF 2020. Para pemain tim Merah Putih sejauh ini sudah membukukan 18 gol dalam enam pertandingan.

Menariknya, sulit menebak siapa pemain yang perlu dijaga dalam setiap pertandingan. Sebab, pencetak gol di skuat Garuda tidak didominasi oleh striker. Gol justru lahir dari para penyerang tengah, gelandang bertahan, dan bahkan dari tandukan pemain yang berposisi sebagai bek.

Punya Pelatih Kelas Dunia

Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong meminta Evan Dimas cs mencetak gol sebanyak mungkin ke gawang Laos pada laga kedua Grup B Piala AFF 2020 di Stadion Bishan, Singapura, Minggu (12/12/2021). (foto: PSSI)
Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong meminta Evan Dimas cs mencetak gol sebanyak mungkin ke gawang Laos pada laga kedua Grup B Piala AFF 2020 di Stadion Bishan, Singapura, Minggu (12/12/2021). (foto: PSSI)

Permainan gemilang Timnas Indonesia sepanjang Piala AFF tentu tidak lepas dari peran sang pelatih, Shin Tae-yong. Pengalaman menangani timnas Korea Selatan di Piala Dunai 2018 membuatnya lebih percaya diri dalam memberikan instruksi kepada para pemainnya dalam setiap pertandingan.

Di luar itu, Shin Tae-yong juga mengenal betul kebutuhan tim untuk menjadi juara.

"Sebagai pelatih, saya telah menjuarai lebih dari 20 titel dan dari pengalaman itu, saya ingin menyuntikan mentalitas juara kepada para pemain dan mencoba menjadi kampiun," kata Shin Tae-yong dalam jumpa pers jelang pertandingan.

"Faktor mental adalah sesuatu yang selalu saya tekankan kepada para pemain," ujarnya.

Perbaikan Hasil di Pertemuan Terakhir

Gelandang Timnas Indonesia, Riko Simanjuntak, berebut bola dengan gelandang Thailand, Supachai Jaided, pada laga Piala AFF 2018 di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (17/11). Thailand menang 4-2 dari Indonesia. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)
Gelandang Timnas Indonesia, Riko Simanjuntak, berebut bola dengan gelandang Thailand, Supachai Jaided, pada laga Piala AFF 2018 di Stadion Rajamangala, Bangkok, Sabtu (17/11). Thailand menang 4-2 dari Indonesia. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Shin Tae-yong memang bukan pesulap yang mampu mengubah sesuatu dalam sekejap. Namun kehadirannya setidaknya sudah memberi perubahan saat Indonesia bertemu Thailand di babak kualifikasi Piala Dunia 2022 lalu. Di tangan pelatih sebelumnya, Simon McMenemy, Indonesia dipaksa menyerah dengan skor telak 0-3 saat bertemu Thailand di SUGBK, Senayan, September 2019 berhasil bangkit dan menahan imbang Gajah Perang dengan skor 2-2 pada pertemuan kedua Juni 2021 lalu.

Tanpa Kiper Utama

Timnas Thailand tidak bisa menurunkan skuat terbaiknya di final Piala AFF 2020. Di leg pertama, Thailand harus kehilangan dua pemain andalannya, yakni bek kiri Theerathon Bunmathan dan kiper Chatchai Budprom. Theerathon absen karena akumulasi kartu, sedangkan Chatchai cedera.

Theerathon sudah bisa bermain kembali pada leg kedua. Namun Chatchai yang harus menjalani operasi dipastikan absen karena harus istirahat hinga enam sampai delapan bulan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel