5 Hal yang Bisa Dilakukan saat Hati Berantakan tapi Masih Harus Kerja Keras

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Suasana hati kita memang tak bisa selalu bagus atau bahagia setiap hari. Ada kalanya kita merasakan patah hati, sakit hati, atau mungkin merasa sedih karena ada hal-hal yang terjadi di luar ekspektasi. Saat hati berantakan tapi masih harus kerja keras... hm, ini menjadi situasi yang kadang sulit untuk diatasi.

Misalnya, kamu baru saja mengalami patah hati tapi ada banyak deadline yang sudah menanti, wah rasanya stresnya jadi berlipat ganda. Masih harus bekerja keras di kala hati dan emosi belum bisa ditata menjadi situasi yang cukup rumit. Lalu, apa yang harus dilakukan di situasi seperti ini?

TERKAIT: Lebih Baik Sendiri daripada Bersama Seseorang yang Malah Membuat Hati Kesepian

TERKAIT: Seringkali Perempuan Menangis Bukan Minta Dikasihani, tapi Hanya Ingin Tenangkan Diri

TERKAIT: Hidup Tak Selalu Perkara Menuai yang Ditebar, Ada Saatnya Kita Menelan Pahitnya Kenyataan

1. Menangislah jika Perlu

Bila merasa sangat tertekan, tak apa untuk mengizinkan diri menangis sejenak. Menangis bisa menghadirkan katarsis. Ada kelegaan emosional yang dapat kita rasakan setelah menangis. Saat ada tekanan atau perasaan tak nyaman hadir dalam diri kita, memendamnya saja hanya akan menambah tingkat stres. Mengeluarkan air mata dan menangis meluapkan rasa sesak dan tertekan itu bisa membantu kita merasa lebih nyaman. Menangis bisa menjadi semacam terapi alami untuk redakan stres.

2. Jauhkan Diri dari Berbagai Distraksi

Kondisikan situasi di sekitarmu untuk bisa kembali fokus bekerja. Jauhkan diri dari berbagai hal yang berpotensi mengganggu konsentrasi atau memecah fokusmu. Kamu bisa menata dan merapikan meja kerjamu lebih rapi lagi dengan menjauhkan berbagai hal yang berpotensi membuat perhatianmu teralihkan. Mungkin juga bisa untuk sementara waktu jauhkan ponsel dari meja kerja agar tidak tergoda untuk stalking media sosial.

3. Buat Daftar Pekerjaan

Ilustrasi./Credit: pexels.com/AdriannaCalvo
Ilustrasi./Credit: pexels.com/AdriannaCalvo

Tulis lagi hal-hal yang perlu dikerjakan. Buat daftar pekerjaanmu. Cantumkan pula deadline untuk setiap pekerjaan. Serta pasang target kapan setiap jenis pekerjaan perlu segera diselesaikan. Dengan membuat daftar pekerjaan ini, setidaknya pikiranmu tidak terlalu pusing atau rumit lagi. Sebab kamu jadi bisa lebih terarah mengerjakan sesuatu yang lebih penting saat ini.

4. Curahkan Perasaanmu

Kalau masih saja sulit untuk berkonsentrasi bekerja, tak ada salahnya untuk mencurahkan emosi dan perasaanmu. Bisa dengan curhat ke teman dekat, menuliskan isi hati ke dalam tulisan, atau sekadar ke luar sejenak lalul meneriakkan emosi yang masih dipendam. Bagaimanapun, saat hati sedang berantakan, kita perlu semacam media untuk mengurainya agar tidak makin menyesakkan dada kita sendiri.

5. Hadirkan Flow

Daniel Goelman dalam buku Emotional Intelligence menjelaskan flow adalah keadaan ketika seseorang sepenuhnya terserap ke dalam apa yang sedang dikerjakannya, perhatiannya hanya terfokus ke pekerjaan itu, kesadaran menyatu dengan tindakan. Flow adalah keadaan lupa keadan sekitar, lawan dari lamunan dan kekhawatiran. Kita bisa mencoba untuk "menenggelamkan diri" ke pekerjaan agar perhatian bisa teralihkan sejenak dari porak-porandanya hati dan perasaan.

Semoga info ini bermanfaat. Jangan lupa untuk tetap mendapat istirahat cukup setelah bekerja keras, ya.

#ElevateWomen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel