5 Hal yang Dirasakan Tubuh saat Patah Hati

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Hampir semua orang pernah merasakan jatuh cinta, tetapi juga tak sedikit orang yang pernah merasa patah hati. Patah hati mungkin menjadi hal yang paling menyakitkan yang dirasakan dalam hidup. Rasa tak nyaman dan sakit yang dirasakan dari patah hati kerap membuat seseorang merasa stres bahkan depresi. Namun, tak hanya stres, patah hati juga bisa berdampak pada kesehatan, dan inilah yang akan dirasakan tubuh saat patah hati.

1. Meningkatnya stres

Kortisol merupakan hormon stres yang dilepaskan tubuh ketika seseorang berada dalam situasi yang tertekan. Setelah hubungan romantismu dan pasangan berakhir, tubuh secara otomatis akan melepaskan kortisol, yang salah satunya tandanya seperti meningkatnya denyut jantung. Patah hati juga sering disebut sebagai stres jangka panjang yang bisa membuat hormon kortisol juga bertahan lebih lama dalam tubuh. Yang mengakibatkan kecemasan, risau, rasa takut dan sebagainya.

2. Tubuh merasa sakit

Mencintai dengan lebih hati-hati./Copyright shutterstock.com/g/Chankowet
Mencintai dengan lebih hati-hati./Copyright shutterstock.com/g/Chankowet

Dalam tubuh kita ada banyak reseptor atau penerima rangsangan. Reseptor ini berfungsi untuk menyalurkan sinyal-sinyal yang muncul akibat rangsangan atau perubahan yang terjadi pada tubuh. Salah satu jenis reseptor yang terdapat pada tubuh disebut reseptor opioid. Reseptor ini akan berperan untuk mengirim sinyal saat tubuh merasa senang dan sedih. Begitu juga saat patah hati, otak akan mengirim sinyal ke seluruh tubuh, sehingga tubuh juga merasa sakit.

3. Nafsu makan berkurang

Beberapa orang mungkin akan melampiaskan perasaan patah hatinya pada makanan, tetapi sebagian orang mungkin tidak demikian. Patah hati membuat mood seseorang menjadi berubah dan malas melalukan aktivitas, termasuk tak bernafsu makan.

4. Tidak bersemangat

Ilustrasi/copyrightshutterstock/interstid
Ilustrasi/copyrightshutterstock/interstid

Saat jatuh cinta, tubuh akan dipenuhi dengan ‘hormon kebahagiaan’ seperti dopamin dan oksitosin yang membuat kita merasa bersemangat. Dan sebaliknya, saat patah hati hormon kebahagiaan ini produksinya menurun dalam tubuh. Sehingga tubuh akan kehilangan semangat, lesu dan tak bergairah.

5. Nyeri dada dan sesak

Ini juga adalah gejala umum yang dirasakan saat seseorang patah hati, seorang biasanya akan merasakan detak jantung yang tak beraturan. Sehingga kita akan kesulitan mengatur napas dan merasa nyeri di dada. Untuk kasus yang lebih parah, bahkan patah hati dapat menyebabkan shock kardiogenik, kondisi jantung melemah secara tiba-tiba dan tak dapat memompa darah secara, seperti yang dilansir pada laman Heart.org

Patah hati mungkin sangat menyakitkan, tetapi sebagaimana perasaan yang lain patah hati juga bersifat sementara. Saat kamu bisa berpikir positif, mampu menerima dengan baik yang terjadi dalam hidupmu dan percaya akan datangnya hal baik setelah ini, maka dirimu juga akan menjadi orang yang lebih kuat dari sebelumnya.

#ElevateWomen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel