5 Hal yang Perlu Diketahui sebelum Mencoba Puasa Intermiten

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Puasa intermiten atau puasa berjeda bukan hanya tren diet biasa. Pola puasa ini tidak berfokus pada apa yang harus dimakan, melainkan kapan waktu untuk makan. Ada pola makan antara periode puasa dan makan yang perlu diikuti.

Puasa intermiten ini, seperti yang dilansir dari laman timesofindia.indiatimes.com, diyakini bisa membuat tubuh lebih sehat, meningkatkan daya konsentrasi, membuat tubuh lebih berenergi, dan bantu menurunkan berat badan. Tapi sebelum mencoba puasa intermiten, ada sejumlah hal penting yang perlu dipahami dengan baik. Selengkapnya, langsung saja simak uraiannya di bawah ini.

1. Belum Tentu Cocok untuk Semua Orang

Puasa intermiten belum tentu cocok untuk semua orang. Perubahan pada pola makan dan puasa dalam waktu berjam-jam bisa berisiko pada ibu hamil dan para penderita diabetes dan gangguan makan. Bagi perempuan hamil dan pasien diabetes, penting untuk mengonsumsi makanan dalam interval kecil. Tidak makan selama kurun waktu 16 jam bisa berbahaya bagi kesehatan mereka. Jadi, ada baiknya untkuk berkonsultasi lebih dulu ke ahli gizi sebelum mencoba puasa intermiten.

2. Tetap Perlu Makan Sehat

Puasa intermiten tidak membatasi jenis makanan tertentu untuk dikonsumsi. Pada metode 16:8 misalnya, setelah berpuasa 16 jam, maka ada waktu 8 jam untuk bebas makan apa saja. Meski ada jam bebas makan, bukan berarti kita mengonsumsi sembarang makanan secara berlebihan. Tetaplah penting untuk mengutamakan makanan dan minuman sehat untuk dikonsumsi.

3. Selalu Penuhi Kebutuhan Cairan Tubuh

Minum air putih./Copyright shutterstock.com/g/KPG+Ivary
Minum air putih./Copyright shutterstock.com/g/KPG+Ivary

Saat berpuasa, tetap penting untuk memenuhi cairan tubuh. Boleh minum air putih atau bisa mengonsumsi teh atau kopi tanpa gula. Jangan sampai mengalami dehidrasi saat mengikuti puasa intermiten ini. Karena kalau mengalami dehidrasi, bisa menimbulkan sejumlah komplikasi kesehatan seperti pusing, susah berkonsentrasi, bahkan bisa membuat kita merasa mudah lapar.

4. Hindari Makan Berlebihan

Setelah tidak makan nasi selama 16 jam, bukan berarti begitu waktunya untuk makan kita langsung mengenyangkan diri langsung dengan sepiring nasi. Ada baiknya untuk mengonsumsi makanan yang lebih ringan lebih dulu. Baru ketika perut sudah terisi cukup makanan, kita bisa lanjut makan berat.

5. Mulai Perlahan

Jika baru pertama kali mencoba puasa intermiten, mulailah perlahan. Pertama-tama, coba evaluasi lebih dulu pola makan mana yang cocok dengan gaya hidup dan target yang diinginkan. Sebagian orang ada yang tidak mampu memilih berpuasa 16 jam karena sejumlah alasan. Jadi, ada baiknya untuk mulai dengan perlahan dan perhatikan kondisi tubuh saat menjalani metode puasa intermiten.

Semoga info di atas bermanfaat, ya. Tetap jaga kesehatan dan miliki pola makan yang sehat agar tidak gampang jatuh sakit.

#ElevateWomen