5 Hal yang Wajib Dipertimbangkan Sebelum Memutuskan Berpisah dengan Pasangan

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Perceraian adalah keputusan yang amat vital dalam perjalanan rumah tangga seseorang dan untuk memutuskannya, perlu mempertimbangkan beberapa hal. Sebagian besar alasan pasangan memilih untuk menyudahi pernikahannya karena kehadiran orang ketiga, masalah finansial, sampai muncul perasaan tidak bahagia dalam pernikahan itu sendiri.

Namun, perceraian tentu sudah beda konteks dengan sekedar putus saat pacaran karena pernikahan juga melibatkan banyak pihak, tidak hanya suami tetapi juga keluarga suami dan anak. Untuk itu, kamu perlu mempertimbangkan kembali keputusanmu untuk bercerai karena langkah ini jelas akan membawa luka dan perubahan yang besar bagi kehidupanmu.

Jika pernikahan masih bisa diselamatkan, maka sebaiknya pernikahan tersebut dapat dipertahankan dengan saling memaafkan lalu membuka lembaran baru bersama yang lebih baik. Akan tetapi, jika keputusan untuk rujuk sudah tidak bisa menjadi solusi, maka perceraian pun bisa jadi tidak terelakkan lagi.

Nah, berbicara soal perceraian, Fimela.com kali ini akan mengulas 5 hal yang wajib dipertimbangkan sebelum memutuskan perceraian. Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Mempertimbangkan Kerugian dari Perceraian

Ilustrasi Pasangan Suami Istri Credit: unsplash.com/cottonbro
Ilustrasi Pasangan Suami Istri Credit: unsplash.com/cottonbro

Hal pertama yang perlu kamu pertimbangkan saat akan memutuskan perceraian adalah kerugian yang akan kamu dapatkan dari berpisah dengan pasanganmu. Bukan berpikir secara materialistis tetapi kamu juga perlu realistis, jangan sampai keputusanmu untuk bercerai justru menimbulkan masalah baru.

Pertimbangkan kembali kerugian yang kamu dapatkan sebelum memutuskan untuk berpisah, hal ini juga akan menghindarkanmu dari rasa bersalah dan penyesalan. Jika kamu lebih banyak mendapatkan kerugian, maka sebaiknya pernikahanmu dipertahankan dengan cara diperbaiki, bisa jadi memperbaiki komunikasi dan yang lainnya.

Mempertimbangkan Kebahagiaan Hidup

Ilustrasi Pasangan Suami Istri Credit: unsplash.com/cottonbro
Ilustrasi Pasangan Suami Istri Credit: unsplash.com/cottonbro

Hal kedua yang perlu kamu pertimbangkan ialah kebahagiaan hidup yang kamu rasakan dari keputusan untuk bercerai. Kamu perlu bertanya secara jujur pada diri sendiri, apakah kamu akan lebih bahagia ketika bercerai atau justru lebih menderita. Jika jawabannya adalah lebih menderita, itu artinya kami tidak yakin dengan keputusanmu.

Sejak awal memutuskan pernikahan, kamu menikahi pria yang kamu cintai dan merasa bahagia hidup bersamanya, namun jika bercerai, maka kamu memilih untuk berpisah. Bisa jadi keputusan tersebut akan menyulitkan hidupmu kedepan apalagi jika kamu masih menyayangi pasanganmu.

Mempertimbangkan Dampak Perceraian Pada Anak

Ilustrasi Pasangan Suami Istri Credit: unsplash.com/cottonbro
Ilustrasi Pasangan Suami Istri Credit: unsplash.com/cottonbro

Hal ketiga yang juga perlu kamu pertimbangkan ialah dampak perceraian yang akan dirasakan oleh anak-anak. Biasanya yang akan menjadi korbandalam perceraian adalah anak-anak karena mereka tidak ikut terlibat tetapi menanggung dampaknya secara langsung.

Seberat apapun masalahmu dengan pasangan dalam rumah tangga, jangan pernah bercerai jika hal tersebut akan mengorbankan perasaan anak-anak. Dampak psikologis dari perceraian akan terbawa sampai mereka dewasa, yang dikhawatirkan ialah proses tumbuh kembangnya menjadi terganggu karena melihat orangtuanya berpisah.

Mempertimbangkan Usaha untuk Bertahan

Ilustrasi Pasangan Suami Istri Credit: unsplash.com/cottonbro
Ilustrasi Pasangan Suami Istri Credit: unsplash.com/cottonbro

Terakhir, hal keempat yang perlu kamu pertimbangkan sebelum memutuskan untuk bercerai ialah usaha yang kamu lakukan untuk membuat pernikahanmu tetap ada. Terkadang kita terlalu sering menyalahkan dan mempertanyakan usaha pasangan kita untuk menyelamatkan pernikahan tanpa berpikir dan bertanya pada diri sendiri.

Jika kamu belum melakukan usaha yang maksimal untuk mempertahankan pernikahan, maka sebaiknya jangan terburu-buru untuk memutuskan hubungan. Bisa jadi jika kamu berusaha lagi, pernikahanmu bisa kembali tanpa harus mengorbankan banyak pihak.