5 Hari Usai Dicela Rizieq FPI, Mayjen TNI Alami Peristiwa Tak Terduga

·Bacaan 3 menit

VIVA – Siapa yang bakal menyangka, hanya dalam hitungan 5 hari setelah dicela pentolan eks ormas terlarang FPI, Rizieq Shihab, nasib salah satu tokoh militer Tentara Nasional Indonesia (TNI) berubah total.

Kisahnya diawali dari ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur. Saat itu Kamis 20 Mei 2021, majelis hakim menggelar sidang perkara kerumunan dengan terdakwa Rizieq Shihab.

Ketika itu agenda sidang ialah mendengarkan pembelaan alias pleidoi dari terdakwa atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Nah dalam persidangan itu, ternyata Rizieq menyeret nama Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) Jaya/Jayakarta, Mayor Jenderal TNI Dudung Abdurachman dalam membacakan pembelaannya di hadapan majelis hakim.

Meski tak ada hubungan antara Mayjen TNI Dudung dengan perkara hukum yang dihadapi Rizieq. Namun, pria yang sering disebut-sebut sebagai cucu nabi itu, tetap saja mengaitkan apa yang dialami dengan sang Jenderal TNI asal Bandung, Jawa Barat tersebut.

Rizieq bercerita tentang kedatangan prajurit TNI ke markas eks ormas terlarang FPI di Petamburan, Jakarta Pusat.

Anehnya, kepada majelis hakim Rizieq mengaku aksi prajurit TNI itu sebagai teror dan Rizieq juga menyebut Mayjen TNI Dudung menebar ancaman kepada ormas yang dipimpinnya.

"Lalu pada 20 November 2020, Pangdam Jaya Mayjen TNI, Dudung Abdurachman saat apel Kodam Jaya di Monas, tidak ada angin dan tidak ada hujan, tebar ancaman terhadap FPI. Bahkan menantang perang FPI dan mengancam untuk menurunkan semua baliho ucapan selamat datang," kata Rizieq.

Tak cuma itu saja, dalam persidangan itu, secara mengejutkan Rizieq mencela Mayjen TNI Dudung sebagai seorang yang tak punya nyali. Celaan itu dilontarkan Rizieq untuk membandingkan tindakan terhadap ormasnya dengan tindakan terhadap OPM Papua.

"Mestinya tantangan semacam itu diarahkan Pangdam Jaya kepada para teroris separatis di Papua yang sedang merongrong NKRI dan membunuhi aparat dan warga sipil, bukan kepada FPI yang berisi ulama dan santri yang setia kepada NKRI dan Pancasila. Namun mungkin Pangdam Jaya tidak punya nyali, sehingga kelasnya memang hanya setingkat memerangi baliho saja. Wallahualam," kata Rizieq.

Walau namanya diseret dan dicela Rizieq di muka umum. Namun, Mayjen TNI Dudung tetap sabar dan sama sekali tak menggubrisnya. Tak ada komentar diberikannya untuk menanggapi celaan itu.

Sebab, memang celaan Rizieq itu tak tepat sasaran. Karena perlu diketahui, TNI memilki aturan dalam memberikan penugasan kepada prajurit maupun perwira tinggi. Dan, kebetulan Mayjen TNI Dudung ditugaskan TNI untuk menjaga keamanan Ibukota Jakarta, bukan menumpas OPM.

Walau begitu, tepat lima hari berselang usai mendapat celaan. Allah SWT berkehendak lain, tiba-tiba saja pada 25 Mei 2021, berdasarkan siaran resmi yang diterima VIVA Militer, Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto menerbitkan Surat Keputusan tentang promosi dan mutasi di tubuh TNI.

Dan dalam SK Kep/435/V/2021 itu nama Mayjen TNI Dudung ada dalam daftar promosi. Yang tak disangka-sangka karier beliau melesat.

Karena diputuskan bahwa Mayjen TNI Dudung dipercaya untuk memegang tongkat komando panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad).

Mayjen TNI Dudung menjabat Panglima Kostrad TNI menggantikan Letnan Jenderal (Letjen) TNI Eko Margiyono yang dipromosikan naik jabatan menjadi Kepala Staf Umum (Kasum) TNI.

Kasum TNI sebelumnya yaitu Letjen TNI Ganip Warsito juga baru saja dipromosikan untuk menggantikan Letjen TNI Doni Monardo sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Kembali ke celaan Rizieq kepada Mayjen TNI Dudung. Yang perlu diketahui, dengan menjabat sebagai Panglima Kostrad TNI, maka otomatis kini Mayjen TNI Dudung menjadi salah satu Jenderal TNI yang terdepan mengemban tugas menumpas kelompok teroris separatis bersenjata OPM Papua.

Kalau sudah begini, apa Rizieq masih berani mencela-cela Mayjen TNI Dudung lagi?.