5 Jagoan Jerman di Olimpiade Tokyo: Bakal Jadi Andalan meski Lebih Dulu Dipermalukan Brasil

·Bacaan 5 menit

Bola.com, Jakarta - Gelaran Olimpiade Tokyo 2020 untuk cabang olahraga sepak bola telah dimulai pada Kamis (22/7/2021). Ada 16 negara yang bersaing untuk mendapatkan medali emas di multievent ini, termasuk Jerman.

Dalam cabor sepak bola putra, Jerman merupakan satu di antara beberapa tim unggulan untuk meraih medali emas, terutama karena mereka adalah peraih perak di Olimpiade 2016 yang digelar di Rio de Janeiro, Brasil.

Dalam Olimpiade yang digelar di Tokyo ini, Jerman langsung bertemu dengan Brasil di pertandingan pertama. Keduanya merupakan tim yang diunggulkan untuk lolos ke fase grup dari Grup D meski ada dua tim lain yaitu Arab Saudi dan Pantai Gading.

Namun, Jerman langsung menghadapi kenyataan pahit walau awalnya mengemban misi balas dendam terhadap Brasil. Anak-anak muda Jerman kalah 2-4 dari Brasil.

Skuad Jerman datang ke Tokyo dengan kepercayaan diri yang tinggi. Apalagi mereka datang setelah menjadi juara Euro U-21 2021 setelah mengalahkan Portugal di partai final yang digelar Juni lalu.

Jerman pun memiliki tekad untuk mengawinkan gelar juara Euro U-21 dengan raihan medali emas di Olimpiade kali ini. Demi mencapai target tersebut, Stefan Kuntz memanggil beberapa pilar yang dimainkan di Euro U-21.

Ada beberapa pemain yang berpotensi menjadi kunci kesuksesan Jerman untuk meraih medali emas di Olimpiade ini. Siapa saja mereka?

Max Kruse

Pemain Wolfsburg, Max Kruse merayakan golnya ke gawang Gent pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions di GHELAMCO-arena, Gent, Kamis (18/2/2016) dini hari WIB. (AFP / Belga / Yorick Jansens / Belgium OUT)
Pemain Wolfsburg, Max Kruse merayakan golnya ke gawang Gent pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions di GHELAMCO-arena, Gent, Kamis (18/2/2016) dini hari WIB. (AFP / Belga / Yorick Jansens / Belgium OUT)

Gelandang serta second striker milik Union Berlin ini merupakan key player yang dipanggil oleh Kuntz untuk mengisi lini tengah serta serang Der Panzer. Gelandang berusia 33 tahun ini mengisi satu dari tiga slot pemain senior di skuat Jerman pada Olimpiade ini.

Kruse menjalani debutnya bersama Timnas Jerman pada 2013 bersama Joachim Löw. Kala itu ia diturunkan pada laga melawan Ekuador dan berkontrtibusi dalam mencetak satu assist untuk gol Lukas Podolski sehingga laga itu berakhir dengan kemenangan 4-2 Timnas Jerman.

Musim lalu Kruse mencetak 11 gol dan lima assist dalam 22 pertandingan bersama Union Berlin. Ketajaman sang striker gaek ini diharapkan Kuntz bisa menjadi pembeda bagi Jerman di Olimpiade Tokyo 2020 ini.

Dalam laga pertama kontra Brasil, Kruse dipercaya menjadi starter di lini depan Jerman. Namun, sang pemain hanya bermain selama 68 menit dan digantikan oleh Ragnar Ache yang menjadi pencetak gol kedua Jerman dalam pertandingan tersebut.

Nadiem Amiri

Jerman bangkit pada babak kedua. Di menit ke-57 Nadiem Amiri memperkecil selisih menjadi 1-3 usai menyambar bola liar di pertahanan Brasil sebelum menaklukkan kiper Brasil, Santos di bawah mistar. (Foto: AFP/Daniel-Leal Olivas)
Jerman bangkit pada babak kedua. Di menit ke-57 Nadiem Amiri memperkecil selisih menjadi 1-3 usai menyambar bola liar di pertahanan Brasil sebelum menaklukkan kiper Brasil, Santos di bawah mistar. (Foto: AFP/Daniel-Leal Olivas)

Nama kedua yang menjadi tumpuan Jerman adalah gelandang serang muda milik Bayer Leverkusen, Nadiem Amiri. Aktor keberhasilan Jerman untuk menjadi juara Euro U-21 itu kembali unjuk gigi untuk membantu lini serang Jerman di Olimpiade Tokyo 2020.

Amiri sudah punya jam terbang di level internasional yang cukup tinggi. Bahkan ia sudah menjalani debutnya di tim senior Jerman pada 2019 di bawah asuhan Joachim Low. Saat itu ia masuk untuk menggantikan Julian Brandt dalam pertandingan persahabatan melawan Argentina dan berakhir dengan skor imbang 2-2.

Sebagai winger kiri dan gelandang serang yang kreatif, ia dipercaya bermain sebanyak 39 pertandingan di semua kompetisi bersama Bayer Leverkusen.

Ia berhasil mencetak lima gol dan sembilan assist. Dengan kehadirannya, tentu diharapkan bisa memperkuat lini serang Der Panzer dalam membantu timnya dalam urusan mencetak gol.

Hal tersebut langsung dibuktikannya dalam pertandingan pertama Jerman di Grup D Olimpiade Tokyo 2020 ini. Meski kalah 2-4 dari Brasil, gol pertama Jerman lahir dari kaki Nadiem Amiri.

Maximilian Arnold

Jerman makin bernafsu untuk menambah gol. Sayang, Jerman justru harus kehilangan kapten tim Maximilian Arnold pada menit ke-63 usai menerima kartu kuning kedua akibat pelanggaran terhadap Dani Alves. (Foto: AFP/Yoshikazu Tsuno)
Jerman makin bernafsu untuk menambah gol. Sayang, Jerman justru harus kehilangan kapten tim Maximilian Arnold pada menit ke-63 usai menerima kartu kuning kedua akibat pelanggaran terhadap Dani Alves. (Foto: AFP/Yoshikazu Tsuno)

Pemain kunci Jerman selanjutnya di Olimpiade Tokyo ini adalah Maximilian Arnold. Pemain kelahiran 1994 ini akan menjadi gelandang tengah Timnas Jerman di Olimpiade Tokyo 2020 ini.

Peraih lima trofi juara bersama Wolfsburg itu tidak masuk ke skuad final Jerman untuk Euro 2020. Ia kalah saing dengan gelandang senior semisal Toni Kroos, Joshua Kimmich, Ilkay Gundogan, dan Leon Goretzka.

Namun, tidak dipanggilnya Arnold menjadi berkah tersendiri bagi Kuntz karena bisa mendapatkan gelandang top yang siap tempur di Olimpiade 2020.

Arnold menjadi gelandang kepercayaan Wolfsburg pada musim 2020/2021 yang membuatnya diturunkan dalam 36 pertandingan dan membantu mencatatkan tiga gol dan tujuh assist pada seluruh kompetisinya.

Kehadirannya diharapkan bisa membantu lini serang dan lini belakang Jerman saat berhadapan dengan Brasil pada Olimpiade Tokyo 2020. Namun, hal kurang menyenangkan terjadi karena Arnold justru harus meninggalkan lapangan lebih cepat karena dua kartu kuning yang harus diterimanya.

Arne Maier

Gelandang Hertha Berlin, Arne Maier, berebut bola dengan gelandang Bayern Munich, Renato Sanches, pada laga Bundesliga di Olympiastadion, Berlin, Sabtu (29/8/2018). Hertha Berlin menang 2-0 atas Bayern Munich. (AFP/Odd Andersen)
Gelandang Hertha Berlin, Arne Maier, berebut bola dengan gelandang Bayern Munich, Renato Sanches, pada laga Bundesliga di Olympiastadion, Berlin, Sabtu (29/8/2018). Hertha Berlin menang 2-0 atas Bayern Munich. (AFP/Odd Andersen)

Pemain kunci Jerman selanjutnya adalah kapten Timnas Jerman U-21 saat menjuarai Euro U-21 2021. Ia adalah pemain andalan Hertha Berlin, Arne Meier, yang bakal diplot berduet bersama Maximilian Arnold di lini tengah Jerman.

Pada musim 2020/2021, Maier membela Hertha Berlin dalam 19 pertandingan dan mampu menyumbangkan satu assist bagi tim asal ibu kota Jerman itu. Catatannya di tim U-23 Jerman juga cukup baik, ia mengemas satu assist dari 18 pertandingan yang dimainkannya.

Arne Maier sudah membela Timnas Jerman dari kategori U-15 hingga U-21. Jika mampu membawa Jerman menngawinkan gelar juara Euro U-21 dengan medali emas Olimpiade, maka ia akan membuktikan diri sebagai seorang gelandang muda terbaik Jerman saat ini.

Kevin Schlotterbeck

Pemain kunci terakhir dari skuad besutan Stefan Kuntz datang dari jebolan tim jawara Euro U-21 2021. Berposisi sebagai bek tengah, Kevin Schlotterbeck kembali dipercaya Kuntz untuk masuk dalam skuad dan memperkuat lini pertahanan Der Panzer di Olimpiade Tokyo 2020.

Bek bertinggi badan 189 cm ini bermain baik bersama SC Freiburg dengan bermain sebanyak 27 pertandingan dan mampu menghantarkan timnya finis di posisi 10 Bundeliga musim ini. Performa menawannya di Euro U-21 membuat Kuntz yakin untuk memanggil sang bek di skuatnya kali ini.

Dengan hadirnya bek tengah tangguh yang masih berusia 24 tahun ini, Kevin diharapkan mampu mematikan berbagai pergerakan pemain lawan. Namun, sayang dalam laga pertama kontra Brasil, Schlotterbeck hanya menjadi cadangan dan baru masuk lapangan pada menit ke-81.

Sumber: Bola.net (Risditya/Serafin Unus Pasi, published 22/7/2021 dan disesuaikan pada 23/7/2021)

Video

Ajang multievent Olimpiade Tokyo 2020 bisa pembaca Bola.com saksikan melalui TV teresterial INDOSIAR dan O Channel. Selain itu juga bisa di layanan over the top (OTT) VIDIO baik gratis maupun berbayar dengan 12 channel tambahannya, serta channel Champions TV 1, 2 dan 3 yang dikelola IEG (Indonesia Entertainment Group), salah satu anak perusahaan di Emtek Group. Yuk nikmati sajian live streamingnya dengan mengklik tautan ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel