5 Jenis Anemia dan Penyebabnya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kurang darah atau anemia adalah kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah yang sehat atau ketika sel darah merah tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya, organ tubuh tidak mendapat cukup oksigen, sehingga membuat penderita anemia pucat, dan mudah lelah.

Anemia dapat terjadi sementara atau dalam jangka panjang, dengan tingkat keparahan yang bisa ringan sampai berat.

Secara garis besar, anemia terjadi akibat produksi sel darah merah yang kurang, kehilangan darah secara berlebihan, dan hancurnya sel darah merah yang terlalu cepat.

Biasanya ditandai dengan tubuh yang lemas dan cepat lelah, sakit kepala dan pusing, sering mengantuk, kulit terlihat pucat atau kekuningan, detak jantung tidak teratur, napas pendek, nyeri dada, serta dingin di tangan dan kaki.

Namun, dikutip dari Mayo Clinic, penyebab dan gejala anemia bisa berbeda-beda tergantung pada jenisnya, yaitu:

1. Anemia akibat kekurangan zat besi

Kondisi ini bisa terjadi akibat kurangnya asupan zat besi dalam makanan, atau karena tubuh tidak mampu menyerap zat besi, membuat tubuh tidak mampu menghasilkan hemoglobin (Hb) yang cukup untuk sel darah merah.

Jenis anemia ini banyak terjadi pada ibu hamil.

Anemia ini juga dapat disebabkan oleh:

  • Kehilangan darah, seperti dari perdarahan menstruasi yang berat

  • Bisul di perut atau usus kecil

  • Kanker usus besar

  • Penggunaan beberapa obat pereda nyeri secara teratur yang tersedia tanpa resep, terutama aspirin, yang dapat menyebabkan peradangan pada lapisan perut yang mengakibatkan kehilangan darah.

2. Anemia akibat kekurangan vitamin

Selain zat besi, tubuh juga membutuhkan folat dan vitamin B-12 untuk memproduksi sel darah merah yang cukup sehat.

Diet yang mengurangkan vitamin dan nutrisi penting lainnya dapat menyebabkan penurunan produksi sel darah merah. Hal ini dapat menyebabkan anemia defisiensi vitamin atau yang dikenal sebagai anemia pernisiosa.

3. Anemia aplastik

Anemia langka yang mengancam jiwa ini terjadi ketika tubuh Anda tidak menghasilkan cukup sel darah merah. Hal ini diakibatkan oleh kerusakan pada sumsum tulang yang membuat tubuh tidak mampu lagi menghasilkan sel darah merah dengan optimal.

Penyebab anemia aplastik termasuk infeksi, obat-obatan tertentu, penyakit autoimun dan paparan bahan kimia beracun.

4. Anemia hemolitik

Anemia hemolitik terjadi ketika penghancuran sel darah merah lebih cepat daripada pembentukannya. Penyakit darah tertentu juga dapat meningkatkan penghancuran sel darah merah.

Kondisi ini dapat diturunkan dari orang tua, atau didapat setelah lahir akibat kanker darah, infeksi bakteri atau virus, penyakit autoimun, serta efek samping obat-obatan, seperti paracetamol, penisilin, dan obat antimalaria.

5. Anemia sel sabit (sickle cell anemia)

Anemia sel sabit disebabkan oleh mutasi (perubahan) genetik pada hemoglobin. Akibatnya, hemoglobin menjadi lengket dan berbentuk tidak normal, yaitu seperti bulan sabit.

Sel darah tidak teratur ini mati sebelum waktunya, mengakibatkan kekurangan sel darah merah kronis.

Seseorang bisa terserang anemia sel sabit apabila memiliki kedua orang tua yang sama-sama mengalami mutasi genetik tersebut.

Reporter: Lianna Leticia

Infografis Dampak Game Online

Infografis dampak bermain video game berlebihan (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis dampak bermain video game berlebihan (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel