5 Jenis-Jenis Monitor, dari yang Lama hingga Terbaru

Liputan6.com, Jakarta Penting untuk mengetahui jenis-jenis monitor sebelum memilih dan menggunakannya. Monitor merupakan alat yang digunakan untuk memvisualiasikan data dari perangkat. Perangkat yang sering menggunakan monitor yakni komputer dan televisi.

Jenis-jenis monitor pun cukup beragam dan semakin hari justru semakin menarik untuk dipelajari lebih dalam. Pentingnya keberadaan monitor, yakni mampu digunakan untuk melakukan pekerjaan seperti mengedit foto, mengedit video, menulis, menggambar, mendesain, dan masih banyak lagi.

Memilih jenis-jenis monitor sesuai dengan kebutuhan inilah yang harus lebih diperhatikan. Monitor lama dan monitor baru jelas memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Bahkan saat ini ukuran monitor sudah cukup beragam, ada monitor yang berukuran 14 inci, 17 inci, 20 inci hingga sekarang telah berkembang monitor berukuran 21 inci.

Nah, berikut penjelasan mengenai jenis-jenis monitor yang sering digunakan yang sudah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (14/5/2020).

Monitor CRT

Monitor CRT (Sumber: icecat.us)

Monitor CRT ini sangat populer pada era 2000-an. Monitor ini juga sering disebut dengan monitor tabung, karena bentuknya yang besar. Banyak juga yang menyebutnya monitor cembung karena layarnya membentuk sebuah cembungan dan tidak datar.

Jenis monitor CRT ini sudah sangat tua dan hanya bisa ditemui pada komputer-komputer lama. Saat ini monitor CRT tidak lagi digunakan karena teknologinya sudah usang. Begitu juga sudah muncul banyak varian baru seperti monitor LCD, dan LED yang menawarkan kualitas gambar dan portabilitas lebih baik.

Cara kerja monitor ini, yakni dengan memancarkan sebuah sinar katoda atau elektron dengan kecepatan tinggi pada tabung hampa udara. Pancaran sinar elektron itu akan memantulkan layar yang memiliki sifat berpendar ketika di kenakan pada layar. Nah, pantulan elektron ini akan membentuk pola di layar sementara sinar katoda akan terus memantulkan layar monitor sesuai dengan input yang didapatkan dari konversi data digital ke satuan gelombang elektromagentik.

Keunggulan dari monitor ini biasanya hanya pada harganya yang murah. Sedangkan kekurangannyanya ada pada daya listrik yang cukup tinggi, radiasi yang besar sehingga membuat mata tidak nyaman ketika terlalu banyak melihat monitor ini, ukuran fisiknya besar dan berat sehingga sulit untuk dipindah-pindah dengan leluasa.

Monitor LCD

Monitor LCD (Sumber: Clker-Free-Vector-Images/pixabay.com)

Monitor generasi LCD ini muncul setelah CRT kadaluwarsa. Monitor LCD merupakan jenis-jenis monitor yang disusun dengan memanfaatkan cairan kristal yang bisa memberikan kualitas warna jauh lebih baik daripada CRT. Varian cahaya yang dihasilkan juga lebih banyak dan terdiri dari satuan piksel, atau satu titik kristal cair yang tidak memancarkan cahaya sendiri. Sumber cahaya dari monitor ini yakni lampu neon berwarna putih di bagian belakang susunan kristal.

Monitor LCD memiliki kelebihan dengan kualitas gambar yang lebih jernih dan tajam. Begitu juga lebih nyaman untuk mata pengguna ketika digunakan. Monitor ini lebih hemat daya, lebih tipis secara fisik, dan lebih mudah untuk mengatur tampilan layarnya. Sementara, kekurangan monitor LCD yakni sudut penglihatannya cenderung terbatas, kedalaman warna terbatas, dan harganya lebih mahal.

Monitor LED

Ilustrasi Monitor LED (Sumber: unsplash)

Monitor LED ini sering dianggap sebagai monitor hasil penyempurnaan monitor LCD. Kualitas warna jenis monitor ini cenderung lebih baik dan varian warnanya lebih banyak. Fitur dan fungsinya lebih canggih dibandingkan dengan jenis-jenis monitor sebelumnya.

Pada monitor ini memiliki teknologi touch screen, hemat daya hingga 70 persen, kerapatan pixel yang jauh lebih tajam, usia pemakaian yang lebih panjang, ukurannya lebih slim, dan memiliki pencahayaan yang lebih baik.

Monitor Plasma

Monitor Plasma (Sumber: luis2500gx/pixabay.com)

Monitor plasma ini termasuk jenis-jenis monitor yang ingin berusaha menggabungkan kualitas gambar LCD yang baik, dengan sudut penglihatan CRT yang luas. Hingga akan dihasilkan sebuah monitor ramping yang bisa dilihat dari banyak sudut pandang.

Kekurangan monitor ini ada pada tingkat kontras yang cukup tinggi, yakni mencapai 10000:1. Kemudian harganya relatif mahal, konsumsi dayanya besar, suhu yang tinggi ketika digunakan, dan pixel pitchnya cukup besar. Monitor ini memanfaatkan sebuah layar datar emisif, yakni dengan sumber cahaya dari fosfor yang kemudian melepaskan muatan plasma di antara dua layar datar.

Monitor OLED

Ilustrasi Monitor OLED (Sumber: dadoka84/pixabay.com)

Jenis-jenis monitor berikutnya, yakni monitor OLED atau monitor Organic Light-Emitting Diode. Monitor jenis ini memanfaatkan semikonduktor pemancar cahaya yang dibuat dari lapisan organik. Monitor OLED ini memiliki bentuk yang sangat tipis, bahkan hingga mencapai kurang dari 1mm.

Pembuatan monitor OLED ini dibutuhkan lapisan kaca yang terbuat dari oksida timah indium sebagai anoda, lapisan organik dari diamine aromatic, lapisan pemancar cahaya dari metal kompleks seperti 8-hydroxyquinoline alumunium, dan lapisan katoda.

Nah, lapisan-lapisan ini kemudian disusun sedemikian rupa hingga terbentuk sebuah layar. Hasil dari kombinasi berbagai macam lapisan ini mampu menghasilkan kualitas gambar yang sangat tinggi dan tajam. Saat ini monitor OLED banyak digunakan pada komputer rumahan. Harganya relatif mahal dan kebanyakan monitor ini digunakan pada telepon pintar.