5 Jenis Makanan yang Wajib Dihindari oleh Ibu Hamil

·Bacaan 4 menit

Fimela.com, Jakarta Saat hamil, pemilihan makanan sebagai asupan gizi bagi bayi yang ada dalam kandungan menjadi sesuatu yang wajib untuk diperhatikan. Ingat, asupan makanan tidak hanya untuk ibu yang sedang mengandung, tetapi juga untuk bayi yang adalam kandungannya. Oleh sebab itu, ibu hamil memiliki beberapa pantangan makanan yang wajib dihindari demi kesehatan kehamilan.

Pasalnya, kehamilan merupakan suatu proses yang sangat berisiko, baik bagi ibu yang sedang mengandung maupun bagi bayi yang ada didalam perut. Salah makanan sedikit saja pasti bisa memberikan dampak besar bagi kandungan. Tidak heran ketika dalam masa kehamilan, ibu hamil dituntut untuk mengonsumsi makanan yang bergizi beserta asupan lainnya agar kondisi tetap sehat dan kandungan terjaga.

Dari makanan yang direkomendasikan seperti buah dan sayur, ada juga beberapa jenis makanan yang wajib dihindari oleh ibu hamil. Tentu saja alasannya pasti sangat berkaitan dengan kesehatan kandungan. Beberapa jenis makanan dilarang dikonsumsi pada masa kehamilan karena dapat berisiko menyebabkan efek buruk pada kandungan sampai pada bahaya keguguran.

Nah, agar ibu hamil selalu terhindar dari jenis makanan yang dapat membahayakan kehamilan. Fimela.com akan membuat ulasan khusus mengenai 5 jenis makanan yang wajib dihindari oleh ibu hamil. Informasi ini sangat penting dalam masa kehamilan sampai melahirkan. Simak informasi selengkapnya berikut ini.

Beberapa Jenis Ikan Tertentu

Ilustrasi Masakan Seafood Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Masakan Seafood Credit: pexels.com/pixabay

Jenis makanan pertama yang wajib dihindari oleh ibu hamil ialah beberapa jenis ikan tertentu. Ikan memang lauk yang sangat sehat karena memiliki kandungan nutrisi dan protein yang tinggi namun ada beberapa jenis ikan yang sebaiknya tidak dikonsumsi pada saat hamil. Hal ini karena beberapa jenis ikan memiliki kandungan merkuri yang akan berisiko pada masa kehamilan.

Menurut U.S Department of Health & Human Services (USGHHS), ibu hamil harus menghindari ikan tuna mata besar, marlin, ikan todak, raja makarel, hiu, orange kasar, dan tilefish Teluk Meksiko. Selain itu, ibu hamil juga perlu menghindari semua ikan mentah dan setengah matang karena mengandung bakteri berbahaya.

Sebagai rekomendasi, ibu hamil tetap bisa mengonsumsi ikan asal ikan tersebut tidak memiliki kandungan yang berbahaya. Contoh ikan yang bisa dikonsumsi saat hamil ialah, seperti ikan teri, sarden, haring, lele, salmon, dan nila. Pilihan ikan ini dapat membantu ibu hamil dalam memenuhi kebutuhan nutrisi yang bermanfaat. Penjelasan tersebut berdasarkan lansiran dari Medical News Today.

Kerang Mentah

Ilustrasi Kerang Mentah Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Kerang Mentah Credit: pexels.com/pixabay

Selanjutnya, jenis makanan yang juga wajib dihindari selain ikan yang bermekuri tinggi ialah kerang mentah. Mungkin makanan ini akan menjadi hal yang sulit dihindari jika ibu hamil sangat menyukai makanan seafood. Namun, memaksa diri mengonsumsi kerang mentah ternyata dapat memberikan efek buruk pada kehamilan.

Dilansir pada situs USDHHS, menyebutkan bahwa kerang mentah, seperti tiram, kepiting, dan kerang dapat menjadi sumber potensial bakteri vibrio. Bakteri ini dapat menyebabkan kolera dan infeksi lainnya. Infeksi ini dapat menyebabkan perubahan dalam sistem kekebalan tubuh yang membahayakan kesehatan bayi yang ada dalam kandungan.

Perihal ini juga didukung oleh studi internasional, International Journal of Infectious Diseases yang melaporkan bahwa ada hubungan antara perubahan abnormal pada sistem kekebalan tubuh selama kehamilan, seperti pertumbuhan janin yang buruk, kelahiran prematur, dan preeklampsia, gangguan kehamilan yang ditandai oleh tekanan darah tinggi.

Telur Setengah Matang

Ilustrasi Masakan Telur Setengah Matang Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Masakan Telur Setengah Matang Credit: pexels.com/pixabay

Ketiga, jenis makanan lain yang wajib dihindari oleh ibu hamil ialah telur yang tidak dimasak secara sempurna alias telur mentah dan telur setengah matang. Telur setengah matang dan telur mentah sangat dilarang untuk dikonsumsi pada masa kehamilan karena didalamnya terdapat bakteri salmonella yang masih hidup.

Telur setengah matang atau telur mentah jika dikonsumsi oleh ibu hamil dapat menyebabkan infeksi pada janin yang sedang dikandung. Untuk itu, pastikan dalam masa kehamilan, ibu hamil hanya mengonsumsi telur yang dimasak sampai benar-benar matang secara keseluruhan. Dengan begitu, ibu hamil aan terhindar dari haya bakteri yang terkandung dalam telur setengah matang dan telur mentah.

Daging Mentah atau Tidak Dimasak Sampai Matang

Ilustrasi Daging Mentah Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Daging Mentah Credit: pexels.com/pixabay

Keempat, jenis makanan lain yang wajib dihindari oleh ibu hamil ialah daging mentah atau daging yang tidak dimasak hingga matang. Sama seperti telur mentah, daging mentah atau dimasak setengah matang juga tidak baik dikonsumsi oleh ibu hamil karena berisiko akan mengganggu kesehatan kehamilan.

Pada makanan mentah atau kurang matang dapat menyebabkan risiko terkena infeksi karena bakteri salmonella serta parasite toxoplasma. Apabila ibu hamil nekat mengonsumsi makanan tersebut maka bakteri dan parasit tersebut dapat menyebabkan infeksi pada bayi yang belum lahir dan juga dapat menyebabkan masalah kesehatan yang mengkhawatirkan.

Makanan Cepat Saji

Ilustrasi Makanan Cepat Saji Credit: pexels.com/Robin
Ilustrasi Makanan Cepat Saji Credit: pexels.com/Robin

Terakhir, makanan yang harus dihindari oleh ibu hamil ialah segala makanan cepat saji yang mengandung lemak trans jahat. Makanan dengan kandungan lemak trans banyak terdapat di jenis makanan cepat saji, baik itu kentang goreng, burger, atau ayam goreng tepung.

Memang rasa dari makanan cepat saji ini sangat nikmat, namun makanan tersebut sangat berbahaya dikonsumsi ibu hamil. Hal itu bukan tanpa asalan, karena makanan yang mengandung lemak trans seperti makanan cepat saji tersebut dapat meningkatkan risiko obesitas, penyakit jantung, ukuran janin yang terlalu besar (makrosomia), hingga terjadinya persalinan secara prematur.