5 Jenis Minuman dan Makanan yang Berkhasiat untuk Menjaga Kesehatan Hati

·Bacaan 2 menit

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Mei 2018 menyebutkan, hepatitis merupakan penyakit yang menjadi penyumbang terbesar kasus kematian hingga 1,34 juta kematian di tahun 2015. Di sisi lain, Asia Pasifik merupakan wilayah yang memiliki kasus infeksi virus hepatitis B (HBV) dan virus hepatitis C (HCV) terbesar di dunia. Malahan, 74 persen dari global kematian kanker hati terjadi di Asia, termasuk Indonesia.

Hati adalah salah satu organ terbesar dan bertanggung jawab untuk mendetoksifikasi tubuh, memecah karbohidrat, dan membuat glukosa. Hati menyimpan nutrisi penting dan menciptakan empedu, yang diperlukan untuk mencerna dan menyerap nutrisi dari makanan.

Meskipun tidak mungkin untuk mengelola semua faktor risiko, mengonsumsi makanan dan minuman tertentu dapat meningkatkan kesehatan hati dan dengan demikian melindunginya.

Berikut adalah 5 jenis minuman dan makanan yang berkhasiat untuk menjaga kesehatan hati. Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Kopi

Ilustrasi Kopi Credit: pexels.com/Kevin
Ilustrasi Kopi Credit: pexels.com/Kevin

Kopi melindungi hati dari penyakit hati berlemak. Ini juga mengurangi risiko penyakit hati kronis dan melindunginya dari masalah yang parah seperti kanker hati.

Kopi membantu dengan mengurangi penumpukan lemak di hati. Senyawa yang ada dalam kopi membantu hati menyingkirkan zat penyebab kanker.

Teh Hijau

Ilustrasi Teh Hijau Credit: pexels.com/Mareefe
Ilustrasi Teh Hijau Credit: pexels.com/Mareefe

Sebuah studi tahun 2015 yang diterbitkan dalam World Journal of Gastroenterology menemukan bahwa teh hijau dapat membantu mengurangi kandungan lemak secara keseluruhan, melawan stres oksidatif, dan mengurangi tanda-tanda penyakit hati berlemak non-alkohol.

Bawang Putih

Ilustrasi Bawang Putih Credit: pexels.com/Mille
Ilustrasi Bawang Putih Credit: pexels.com/Mille

Memasukkan bawang putih dalam makanan rutin dapat membantu menstimulasi hati. Sebuah studi tahun 2016 yang diterbitkan dalam jurnal Advanced Biomedical Research menemukan bahwa mengonsumsi bawang putih mengurangi berat badan dan kandungan lemak pada orang yang menderita NAFLD, tanpa perubahan pada massa tubuh tanpa lemak.

Ini bagus untuk orang yang mengalami obesitas atau kelebihan berat badan karena itu berkontribusi pada NAFLD.

Oatmeal

Ilustrasi Oatmeal Credit: pexels.com/Life
Ilustrasi Oatmeal Credit: pexels.com/Life

Oatmeal, kita semua tahu merupakan salah satu pilihan sarapan paling sehat. Penuh serat, oatmeal juga kaya akan senyawa yang disebut beta-glukan.

Beta-glukan membantu mengatur sistem kekebalan dan mengurangi peradangan. Mereka juga membantu mengurangi jumlah lemak yang disimpan di hati, yang dapat membantu melindungi hati.

Daging Ikan Berlemak

Ilustrasi Daging Ikan Berlemak Credit: pexels.com/Huy
Ilustrasi Daging Ikan Berlemak Credit: pexels.com/Huy

Mengonsumsi suplemen lemak ikan dan minyak ikan dapat mengurangi dampak kondisi seperti NAFLD.

Ikan berlemak kaya akan asam lemak omega 3, yang membantu mengurangi peradangan. Lemak ini membantu dengan mencegah penumpukan lemak berlebih dan menjaga tingkat enzim di hati.

Seseorang harus mencoba dan makan ikan berlemak dua kali seminggu, jika tidak maka, seseorang dapat mencoba suplemen minyak ikan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel