5 Jenis Teh yang Bisa Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Teh merupakan minuman favorit banyak orang di dunia. Tidak hanya cocok menjadi teman makan camilan, teh juga terbukti bermanfaat untuk kesehatan tubuh.

Penelitian telah menunjukkan mengonsumsi teh dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan menangkis penyakit kronis. Hal ini juga dijelaskan oleh Dana Hunnes, PhD, seorang ahli diet senior di Ronald Reagan UCLA Medical Center dan profesor di Fielding School of Public Health tentang manfaat teh untuk kesehatan.

"Teh dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan dapat membantu melawan berbagai bentuk kanker karena antioksidan zat-zat kimia tanaman," tutur dia, dilansir Insider.

Faktanya, teh memang dikenal sebagai ramuan herbal di negara-negara Asia selama berabad-abad lamanya. Ketika diperkenalkan ke dunia barat sekitar tahun 1600, teh diiklankan sebagai obat herbal.

Namun, ada beberapa jenis teh tertentu yang lebih unggul memberikan manfaat kesehatan. Ini dikarenakan bahan dan senyawa yang terkandung di dalamnya. Berikut beberapa teh yang dapat membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh.

1. Teh hijau

Teh hijau merupakan salah satu teh yang paling populer dan kerap digunakan sebagai obat herbal. Teh satu ini terbuat dari daun Camellia sinensis yang tidak di oksidasi atau kurang diproses.

Karena proses itu, teh hijau mengandung antioksidan dan polifenol yang tinggi dan bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Selain itu, teh hijau juga mengandung flavonoid, yakni senyawa alami yang dapat mencegah risiko diabetes, penyakit jantung, hingga kanker.

2. Teh hitam

Sama seperti teh hijau yang terbuat dari daun Camellia Sinensis, hanya saja teh hitam diproses melalui daun yang dikeringkan dan difermentasi. Sehingga menghasilkan warna daun dan teh yang lebih gelap.

Para peneliti menemukan bahwa orang yang minum teh hitam secara teratur selama enam bulan menunjukkan peningkatan kekebalan tubuh. Selain itu, teh hitam juga mengandung flavonoid yang dapat mencegah berbagai penyakit kronis.

3. Teh chamomile

ilustrasi teh/Photo by Joanna Kosinska on Unsplash
ilustrasi teh/Photo by Joanna Kosinska on Unsplash

Kerap digunakan sebagai obat herbal, teh chamomile merupakan teh yang terbuat dari bunga chamomile yang dikeringkan. Teh ini memiliki aroma dan rasa yang khas, sehingga banyak orang yang mengonsumsinya sebagai pengganti teh hijau atau teh hitam.

Teh chamomile mengandung flavonoid dan antioksidan, sehingga bermanfaat untuk menurunkan risiko jantung dan kanker. Selain itu, sifat anti-inflamasi dan anti bakterinya juga berperan penting untuk menjaga daya tahan tubuh, membantu tidur, kekuatan tulang, nyeri haid, hingga kecemasan.

4. Teh hibiscus

Teh hibiscus mengandung antosianin antioksidan kuat dan vitamin C, yang berperan penting dalam fungsi kekebalan tubuh. Ada bukti yang kuat bahwa mengonsumsi teh ini secara rutin dapat membantu menurunkan tekanan darah dan lemak di hati.

Namun, sayangnya teh ini tidak baik dikonsumsi bagi seseorang yang sedang hamil, menderita diabetes atau sedang mengonsumsi obat malaria chloroquine dan obat tekanan darah.

Melansir dari Medical News Today, bagi penderita diabetes teh hibiscus berbahaya karena dapat menurunkan gula darah atau tingkat tekanan darah. Sementara bagi ibu hamil, teh ini bisa menyebabkan fluktuasi kadar hormon yang tidak aman dan berbahaya untuk ibu hamil.

5. Teh peppermint

Ilustrasi teh/dok. unsplash Tina
Ilustrasi teh/dok. unsplash Tina

Teh peppermint dapat membantu melawan virus dan bakteri serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Ini juga dapat berfungsi sebagai pereda perut untuk mual, gangguan pencernaan, atau ketidaknyamanan gastrointestinal lainnya.

Mentol dan metil salisilat sebagai bahan utama peppermint, dikenal dapat meredakan kecemasan, mengurangi rasa sakit, dan mencegah pertumbuhan bakteri.

Penulis: Hilda Irach