5 Kandidat Kuat Raja Assist pada Liga Inggris 2022 / 2023, Jadon Sancho di Baris Terdepan?

Bola.com, Jakarta - Pekan pertama Premier League musim ini akan bergulir pada 5 hingga 7 Agustus 2022. Duel Crystal Palace verus Arsenal di Selhurst Park menjadi penanda dimulainya kompetisi kasta teratas di Inggris tersebut.

Bergulirnya kembali Premier League membuat persaingan di antara tim-tim besar kembali hidup. Utamanya para pemain di klub Big Six.

Persaingan tahun ini diyakini akan sangat sengit dan ketat. Sebab, sudah banyak pemain baru yang didatangkan.

Para pemain ini tidak hanya akan bersaing untuk urusan mencetak gol, tetapi juga jadi raja assist di Premier League. Lantas, siapa saja yang pemain yang diprediksi bakal menyandang status tersebut?

 

Mason Mount

Mason Mount. Gelandang serang Inggris berusia 23 tahun yang memperkuat Chelsea sejak awal musim 2019/2020 usai dipromosikan dari tim U-23 ini menjadi pemain muda tertajam di Liga Inggris musim 2021/2022 bersama Bukayo Saka. Ia yang terpilih menjadi pemain terbaik Chelsea musim 2021/2022 ini mampu mencetak 11 gol dan 10 assist dari 32 laga selama musim 2021/2022 sekaligus menjadi top skor klub mengalahkan Romelu Lukaku dan Kai Havertz yang masing-masing mencetak 8 gol di Liga Inggris. (AP/Glyn Kirk)
Mason Mount. Gelandang serang Inggris berusia 23 tahun yang memperkuat Chelsea sejak awal musim 2019/2020 usai dipromosikan dari tim U-23 ini menjadi pemain muda tertajam di Liga Inggris musim 2021/2022 bersama Bukayo Saka. Ia yang terpilih menjadi pemain terbaik Chelsea musim 2021/2022 ini mampu mencetak 11 gol dan 10 assist dari 32 laga selama musim 2021/2022 sekaligus menjadi top skor klub mengalahkan Romelu Lukaku dan Kai Havertz yang masing-masing mencetak 8 gol di Liga Inggris. (AP/Glyn Kirk)

Mount layak masuk kandidat raja assist Premier League 2022/2023. Ada dua faktor yang membuatnya memungkinkan jadi raja assist.

Pertama, Mount tampil konsisten dalam tiga musim terakhir bersama Tuchel. Setiap musimnya, dia selalu bermain di atas 30 penampilan. Sehingga pada musim baru, Mount sangat mungkin masih diandalkan.

Kedua, Mount menunjukkan peningkatan performa. Musim lalu adalah puncaknya. Pemain berusia 23 tahun itu sukses mengemas 11 gol dan 10 assist. Maka tidak heran, jika dia bisa melakukannya lebih baik pada musim ini.

 

Trent Alexander-Arnold

Pemain Liverpool, Trent Alexander-Arnold mencetak gol pertama timnya ke gawang Manchester City saat laga Community Shield 2022 di King Power Stadium, Sabtu (30/07/2022) malam WIB. (AP/Leila Coker)
Pemain Liverpool, Trent Alexander-Arnold mencetak gol pertama timnya ke gawang Manchester City saat laga Community Shield 2022 di King Power Stadium, Sabtu (30/07/2022) malam WIB. (AP/Leila Coker)

Alexander-Arnold hanya pemain yang bermain di posisi bek kanan. Tetapi, kemampuan mengkreasi serangannya sudah di level elite. Dalam enam musim membela The Reds, sang pemain sudah mencatatkan total 62 assist di seluruh ajang.

Jika memperkecil sampelnya pada Premier League saja, Alexander-Arnold tetap mengerikan. Tiga dari empat musim terakhir, pemain berusia 23 tahun itu mampu membukukan lebih dari 10 assist dalam satu musim.

Dengan kemampuannya yang belum menunjukkan penurunan, Alexander-Arnold masih sangat mungkin untuk menjadi raja assist di Liga Inggris 2022/2023. Kepiawaiannya mengirimkan umpan, tidak hanya ketika situasi open play, tetapi juga saat set piece.

 

Jarrod Bowen

Gelandang West Ham United Jared Bowen (kanan bawah) merayakan gol ke gawang Arsenal pada laga Liga Inggris di London Stadium, Minggu (21/3/2021). (AFP/Justin Tallis)
Gelandang West Ham United Jared Bowen (kanan bawah) merayakan gol ke gawang Arsenal pada laga Liga Inggris di London Stadium, Minggu (21/3/2021). (AFP/Justin Tallis)

Pemain yang mungkin sedikit terlupakan oleh orang-orang adalah Bowen. Pemain West Ham United itu menunjukkan potensinya musim lalu.

Di bawah asuhan David Moyes, Bowen mengerahkan kemampuan terbaiknya. Pemain berusia 25 tahun itu mampu mencatatkan 12 gol dan 12 assist.

Rata-rata penampilannya dalam dua musim terakhir menyentuh 37 pertandingan! Itu berarti Bowen bisa terus bermain sepanjang musim berjalan.

Tanpa riwayat cedera dan tidak bermain di banyak kompetisi, Bowen bisa kembali diandalkan sebagai kreator serangan The Hammers.

 

Jadon Sancho

Sempat kesulitan tampil maksimal di lini serang MU, Jadon Sancho mulai nyetel saat kehadiran Ralf Rangnick. Sejak bergabung pada musim panas tahun 2021, ia diketahui telah mencetak lima gol dan tiga assist dari 33 penampilan untuk Setan Merah. (AFP/Paul Ellis)
Sempat kesulitan tampil maksimal di lini serang MU, Jadon Sancho mulai nyetel saat kehadiran Ralf Rangnick. Sejak bergabung pada musim panas tahun 2021, ia diketahui telah mencetak lima gol dan tiga assist dari 33 penampilan untuk Setan Merah. (AFP/Paul Ellis)

Orang-orang mungkin tak percaya melihat Sancho berada dalam daftar ini. Pasalnya, Jadon Sancho pada musim lalu gagal menampilkan permainan terbaiknya selepas dibeli dari Borussia Dortmund.

Akan tetapi, pemain berusia 22 tahun itu terbukti piawai dalam mengkreasi serangan dan mengonversi peluang selama bermain untuk Dortmund. Dalam tiga musim terakhirnya saja di sana, Sancho berhasil mencatatkan masing-masing 18 assist, 17 assist, dan 12 assist.

Jumlah tersebut sudah lebih dari cukup untuk meyakinkan bahwa ia punya potensi. Terlebih, selama masa pramusim bersama Setan Merah, Sancho perlahan menunjukkan kapasitasnya di lini depan MU.

 

Kevin De Bruyne

Kevin De Bruyne. Gelandang serang Belgia berusia 31 tahun ini dilepas VfL Wolfsburg ke Manchester City pada awal musim 2015/2016 dengan nilai transfer 76 juta euro atau kini setara Rp1 triliun. Hingga kini ia telah tampil dalam 306 laga bersama The Citizens di semua ajang dengan torehan 86 gol dan 121 assist. (AFP/Getty Images/Logan Riely)
Kevin De Bruyne. Gelandang serang Belgia berusia 31 tahun ini dilepas VfL Wolfsburg ke Manchester City pada awal musim 2015/2016 dengan nilai transfer 76 juta euro atau kini setara Rp1 triliun. Hingga kini ia telah tampil dalam 306 laga bersama The Citizens di semua ajang dengan torehan 86 gol dan 121 assist. (AFP/Getty Images/Logan Riely)

De Bruyne dalam beberapa musim terakhir tampak tidak begitu menonjol dari segi assist. Ia disulap oleh Pep Guardiola untuk lebih sering mencetak gol.

Namun, perubahan peran itu bukan berarti menghapuskan potensi de Bruyne sebagai pemberi umpan matang kepada rekan-rekannya. Ingat saja di musim 2016/17, ia mencatatkan 19 assist, lalu di musim 2017/18, mencatatkan 16 assist, bahkan di musim 2019/20 mencatatkan 20 assist.

Tugas menjadi pemberi umpan ini tampaknya akan kembali dijalankan De Bruyne musim ini. Mengingat, Man City sudah memiliki Erling Haaland sebagai penyerang tengah murni.

Sumber: Berbagai sumber

Disadur dari: Bola.net (Abdi Rafi Akmal/Published: 03/08/2022)

Simak Daftar Klub Premier League 2022/2023:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel