5 Kebiasaan Ramah Lingkungan Ternyata Buruk bagi Bumi

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Ramah lingkungan didefinisikan tidak berbahaya bagi lingkungan. Namun sayangnya beberapa hal yang kita pikir sudah eco-friendly nyatanya lebih banyak merugikan daripada menguntungkan lingkungan.

Berikut ini beberapa kebiasaan ramah lingkungan terburuk yang kita lakukan. Dan apa yang sebaiknya kita lakukan melansir dari rd.com;

1. Salah mendaur ulang

Konsep recycling adalah mulia jika dilakukan dengan benar, tapi sayangnya banyak yang melakukannya dengan salah. Misalnya tidak membersihkan sisa makanan dari wadah yang dapat didaur ulang atau berpikir jika semua plastik bisa didaur ulang yang membuat peralatan mecet di pusat daur ulang.

"Kurangnya pengetahuan tentang mendaur ulang menyebabkan lebih banyak kerusakan lingkungan," ujar Manajer Keberlanjutan dan Inovasi Tsunami Sport, merek olahraga berbasis lingkungan.

2. Cangkir kopi kertas dapat didaur ulang

Ternyata sebagian besar cangkir kopi kertas sekali pakai bukanlah kertas sama sekali, melainkan inti kertas yang dilapisi film plastik. Karena terlihat seperti kertas, kita akan mengira bisa didaur ulang, tapi sebenarnya film plastik tak bisa didaur ulang sebagai kertas atau plastik.

"Mungkin kita harus mempertimbangkan untuk tidak menggunakan sama sekali dan tetap membawa cangkir sendiri saat membeli kopi," ujar Pemimpin Redaksi DIVEIN.com Torben Lonne.

3. Melupakan reduce dan reuse (mengurangi dan menggunakan kembali)

ilustrasi online shopping | pexels.com/@olly
ilustrasi online shopping | pexels.com/@olly

Recycling hanyalah salah satu dari 3 R berkelanjutan yaitu reducing dan reusing. Mengurangi berarti mengonsumsi lebih sedikit sumber daya alam dari bumi, termasuk membeli lebih sedikit barang (meski dengan godaan "ramah lingkungan).

Reusing berarti tidak membuang barang dan harus bisa digunakan lagi. Apakah sudah menerapkan hal ini?

4. Menggunakan kantong kertas

Ilustrasi shopping, belanja. (Photo by freestocks on Unsplash)
Ilustrasi shopping, belanja. (Photo by freestocks on Unsplash)

Apakah kertas lebih baik dari plastik? Benar, dalam arti kertas terdegradasi jauh lebih cepat dari plastik. Masalahnya adalah produksi kantong kertas menghasilkan lebih banyak karbon yang dipancarkan ke atmosfer ketimbang produksi kantong plastik, menurut life coach Jamie Bacharach.

Selain itu produksi kertas memerlukan penebangan pohon dan deforestasi memiliki dampak lingkungan yang menghancurkan. Sebab itu kampanye membawa kantong sendiri digalakkan dan cukup berhasil hingga sekarang.

5. Memanggang yang salah

Ilustrasi churros./Copyright pixabay.com/en/churros-baking-cookies-dessert-2188869
Ilustrasi churros./Copyright pixabay.com/en/churros-baking-cookies-dessert-2188869

Kita mungkin berpikir beralih dari alumunium foil ke kertas perkamen untuk melapisi loyang dapat membantu lingkungan karena foil membutuhkan waktu 400 tahun untuk terurai. Nyatanya perkamen bukanlah benar-benar kertas.

Kertas perkamen adalah kertas yang dilapisi dengan silikon yang membuatnya tidak dapat didaur ulang atau dibuat kompos. Pendiri Humble Suds Jennifer Parnell menyarankan kita untuk berinvestasi dalam alas kue silikon yang menjadi trik hebat.

Simak Video Berikut

#Elevate Women