5 Kepindahan Pemain di Bursa Transfer Musim Dingin Ini yang Aneh dan Mengudang Tanda Tanya Besar

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Bursa transfer Januari memberi klub kesempatan untuk memperbaiki kinerja dengan mendatangkan rekrutan anyar. Bursa paruh musim juga bisa dipakai buat mendepak pemain yang tak berguna buat mengurangi beban pembayaran gaji.

Sementara klub-klub di seluruh Eropa sibuk mencoba memilah pemain baru dan pengeluaran mereka sebelum jendela transfer Januari ditutup, beberapa di antaranya menyelesaikan kesepakatan yang cenderung mengejutkan.

Perpindahan sederet pemain pada Januari 2021 menimbulkan tanda tanya besar menjurus konyol. Mayoritas transaksi terjadi sifatnya gratisan.

Mari kita lihat lima transfer paling konyol di bursa transfer kali ini.

Luka Jovic

Luka Jovic (Eintracht Frankfurt). Saat dipinjamkan ke Frankfurt musim 2018-2019 telah membuat 27 gol. Setelah kembali ke Real Madrid ditimpa masalah cedera dan disiplin, hingga Zinedine Zidane meminjamkan kembali ke Eintracht Frankfurt musim dingin ini. (AFP/Kai Pfafenbach)
Luka Jovic (Eintracht Frankfurt). Saat dipinjamkan ke Frankfurt musim 2018-2019 telah membuat 27 gol. Setelah kembali ke Real Madrid ditimpa masalah cedera dan disiplin, hingga Zinedine Zidane meminjamkan kembali ke Eintracht Frankfurt musim dingin ini. (AFP/Kai Pfafenbach)

Luka Jovic bergabung dengan Real Madrid dalam transfer € 60 juta dari Frankfurt pada tahun 2019 setelah menjalani musim yang luar biasa dengan tim Jerman tersebut, di mana ia mencetak 27 gol di semua kompetisi.

Namun, sang striker gagal unjuk gigi di El Real. Ia hanya mencetak dua gol dalam 18 bulan di klub. Itu disebabkan kurangnya waktu bermain ditambah dengan sejumlah cedera yang mengganggu performanya.

Jovic kini telah dipinjamkan kembali ke klub sebelumnya, di mana ia tampaknya telah mendapatkan kembali keberuntungannya, mencetak tiga gol dalam lima pertandingan. Tapi masih harus dilihat apakah dia bisa melanjutkan performa ini untuk sisa musim ini.

Walau begitu pertanyaan jahil mencuat, ini sebenarnya kualitas pemain yang jelek atau Real Madrid yang gagal memunculkan potensi terbaiknya? Hanya Zinedine Zidane yang bisa menjawabnya.

Stephan El Shaarawy

Striker AS Roma Stephan El Shaarawy merayakan golnya ke gawang Bologna dalam lanjutan Liga Italia di Stadion Olimpico, Minggu (29/10/2017) dini hari WIB.(Angelo Carconi/ANSA via AP)
Striker AS Roma Stephan El Shaarawy merayakan golnya ke gawang Bologna dalam lanjutan Liga Italia di Stadion Olimpico, Minggu (29/10/2017) dini hari WIB.(Angelo Carconi/ANSA via AP)

Stephan El Shaarawy kembali ke tanah airnya dengan status bebas transfer.

Penyerang asal Italia itu kembali ke mantan klubnya AS Roma setelah 18 bulan bermain di Liga Tiongkok bersama Shanghai Shenhua.

Dia menghabiskan hampir tiga tahun di Stadio Olimpico antara 2016 dan 2019 sebelum pindah ke Asia. Namun, El Shaarawy mengalami cedera yang sangat parah dengan tim asal China itu, hanya mencetak dua gol dan dua assist hanya dalam 18 penampilan.

Kok, bisa-bisanya AS Roma kembali merekrut mantan pemainnya yang tidak lagi berada di level terbaik. Mungkin karena gratisan.

Sami Khedira

Pemain Fiorentina Milan Badelj mencoba melindungi bola dari gelandang Juventus Sami Khedira dalam laga pekan ketiga Liga Italia di Stadion Artemio Franchi, Sabtu (14/9/2019).(Claudio Giovannini/ANSA via AP)
Pemain Fiorentina Milan Badelj mencoba melindungi bola dari gelandang Juventus Sami Khedira dalam laga pekan ketiga Liga Italia di Stadion Artemio Franchi, Sabtu (14/9/2019).(Claudio Giovannini/ANSA via AP)

Pemenang Piala Dunia 2014, Sami Khedira bergabung dengan Hertha Berlin secara permanen. Ia menandatangani kesepakatan yang akan membuatnya tetap di klub hingga Juni 2023 setelah kariernya stagnan di Juventus.

Aksi terakhir pemain Jerman itu untuk Juventus pada bulan Juni. Mengingat usianya, ia diasingkan oleh Nyonya Tua dan telah mencari klub baru sejak musim panas lalu.

Pemain berusia 33 tahun itu sudah lama tidak melihat sepak bola tim utama reguler, jadi tidak diketahui apakah dia bisa langsung nyetel di klub barunya.

Khedira sekarang kembali ke tanah airnya, di mana dia memulai karier profesionalnya dengan VfB Stuggart. Namun demikian, Hertha Berlin akan senang memiliki pemain dengan banyak pengalaman dan mentalitas juara saat mereka berusaha bangkit di paruh kedua musim ini.

Selama waktunya di Juventus, Khedira memenangkan lima gelar Serie A dan tiga trofi Coppa Italia juga, sambil membukukan 21 gol dan 13 assist dalam 99 penampilan.

Sebastian Haller

Duel antara Danilo D’Ambrosio dengan Sebastian Haller pada leg kedua, babak 16 besar Liga Europa yang berlangsung di Stadion Giuseppe Meazza, Jumat (15/3). Inter Milan kalah 0-1 kontra Eintracht Frankfurt. (AFP/Miguel Medina)
Duel antara Danilo D’Ambrosio dengan Sebastian Haller pada leg kedua, babak 16 besar Liga Europa yang berlangsung di Stadion Giuseppe Meazza, Jumat (15/3). Inter Milan kalah 0-1 kontra Eintracht Frankfurt. (AFP/Miguel Medina)

Pada 2019, Sebastian Haller menjadi pemain termahal West Ham United, setelah tiba dari Eintracht Frankfurt seharga € 40 juta setelah mempertontonkan kinerja yang luar biasa di Bundesliga.

Pemain internasional Pantai Gading, bermain bersama Luka Jovic dan Ante Rebic, mencetak 20 gol dan membantu 12 gol lainnya di semua kompetisi. Namun, dia gagal memenuhi ekspektasi, hanya mencetak 10 gol dalam 48 penampilan untuk The Hammers, sebelum bergabung dengan Ajax dengan kontrak empat tahun.

Dia tampaknya telah mendapatkan kembali performa terbaiknya dan sudah terbukti menjadi bagian integral dari raksasa Eredivisie saat mereka berusaha untuk mempertahankan gelar mereka. Sebastian Haller telah mencetak dua gol untuk Ajax dan membantu empat lainnya dalam tujuh pertandingan untuk tim barunya.Kinerja sang pemain terhitung bagus di Ajax, walau jujur saja tak biasa-biasanya klub tersebut membeli pemain model seperti Haller.

Klaas-Jan Huntelaar

Klaas-Jan Huntelaar (AFP PHOTO / PATRIK STOLLARZ
Klaas-Jan Huntelaar (AFP PHOTO / PATRIK STOLLARZ

Striker veteran Klaas-Jan Huntelaar kembali ke Schalke 04, klub tempat ia menghabiskan tujuh tahun kariernya. Ia pun menandai berakhirnya masa kerja keduanya bersama Ajax.

Striker, yang memiliki lebih dari 400 gol atas namanya, telah kembali ke Jerman untuk membantu Schalke keluar dari zona degradasi. Menjalani musim yang sangat mengerikan, Schalke hanya berhasil meraih satu kemenangan liga sepanjang musim dan duduk di posisi terendah di Bundesliga, hanya mengumpulkan delapan poin dalam 19 pertandingan.

Mereka hanya mencetak 15 gol di pentas kompetisi. Klub tersebut jelas butuh injeksi penyerang haus gol untuk mengerek produktivitas. Apakah Huntelaar yang kini berusia 37 tahun sosok yang tepat?

Mantan pemain internasional Belanda, yang mencetak 111 gol untuk Royal Blues selama waktunya di Bundesliga, akan berusaha untuk mengulangi hari-hari indahnya untuk membantu Schalke bertahan di kasta tertinggi.

Sumber: Sportskeeda

Video