5 Kesalahan Usai Vaksin yang Berisiko Terinfeksi COVID-19

Donny Adhiyasa, Sumiyati
·Bacaan 2 menit

VIVA – Mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 membawa kita selangkah lebih dekat untuk menghancurkan pandemi. Namun jangan lengah, meski sudah vaksin, kemungkinan terinfeksi COVID-19 masih bisa terjadi.

Ya, risiko tertular COVID-19 pasca vaksinasi bisa meningkat jika penerimanya tidak berhati-hati. Oleh karena itu, meski vaksin membantu menurunkan tingkat infeksi, tindakan pencegahan harus tetap dilakukan.

Berikut beberapa kesalahan usai menjalani vaksin yang membuat kami justru terinfeksi COVID-19, dilansir Times of India, Senin 29 Maret 2021.

Tidak rajin memakai masker
Banyak orang beranggapan, sudah divaksin berarti tidak perlu memakai masker. Itu tidak benar dan hal ini bisa menjadi salah satu kesalahan terbesar yang dilakukan orang pasca menjalani vaksinasi COVID-19.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), merekomendasikan, orang yang sudah mendapat vaksin penuh (2 dosis vaksin) boleh melepas masker dalam kondisi tertentu, yaitu di lingkungan yang berisiko rendah atau bersama dengan orang yang sama-sama sudah divaksin.

Tidak vaksin karena penyintas COVID-19
Bahkan jika kamu pernah menderita COVID-19 sebelumnya, penting untuk melakukan vaksin tiga bulan setelah sembuh dari COVID-19. Jika kamu tidak dan termasuk dalam kategori berisiko tinggi, kamu masih memiliki kemungkinan lebih tinggi tertular COVID-19.

Tidak bepergian dengan tidak hati-hati
Bepergian setelah vaksin berisiko lebih rendah untuk terinfeksi COVID-19, selama kamu mematuhi tindakan pencegahan. Para ahli menyarankan, bepergian harus dilakukan dengan hati-hati. Jika tidak, masih ada risiko infeksi ulang yang membayangimu.

Orang dengan gangguan kekebalan
Orang dengan gangguan kekebalan tubuh memiliki imunitas yang lemah sehingga lebih rentan menderita komplikasi kesehatan.

Meski vaksin aman dan efektif, namun vaksin disebut tidak begitu efektif bagi mereka yang menderita gangguan kekebalan, yang secara otomatis dapat menempatkan mereka pada risiko infeksi ulang yang lebih tinggi. Ingat, kemungkinannya tetap rendah tapi masih bisa terjadi.

Tidak memilah tempat yang dikunjungi
Aktivitas di dalam ruangan, seperti ke bar, gym, atau pusat komunitas, masih sedikit tidak aman. Untuk itu, pilihlah aktivitas di luar ruangan yang memiliki risiko penyebaran infeksi COVID-19 yang lebih rendah.