5 Keunggulan Vaksin GX-19N yang akan Diuji Coba dalam Waktu Dekat

·Bacaan 2 menit

VIVAVaksin COVID-19, GX-19N hasil kerjasama antara PT Kalbe Farma dan Perusahaan asal Korea Selatan, Genexin akan melakukan fase uji klinis fase 2b/3 acak dalam waktu dekat. Uji klinis ini akan melibatkan seribu relawan untuk melihat efikasi, keamanan dan kemampuan vaksin tersebut.

Lantas seperti vaksin GX-19N? Terkait hal tersebut, Ketua Tim Peneliti Uji Klinik Vaksin GX-19N Prof Dr Iris Rengganis menjelaskan terkait tentang vaksin tersebut.

1. Berbasis DNA

Vaksin GX-19N diketahui berbasis DNA mengkode lebih banyak antigen virus sehingga berpotensi menghasilkan antibodi (humoral) dan merangsang imunitas seluler (sel T) yang tinggi. Selain itu, karena berbasis DNA, vaksin ini lebih stabil dan dapat disimpan pada suhu 2-8 derajat celcius, sementara vaksin berbasis RNA membutuhkan penyimpanan beku (-25 sampai -15 derajat celcius).

2. Dapat memberikan perlindungan terhadap varian baru COVID-19

Vaksin GX-19N juga berpotensi memberikan perlindungan terhadap bagian dari virus yang jarang bermutasi. Karena GX-19N tidak hanya menginduksi respon sel T spesifik protein spike tetapi juga menginduksi respon sel T spesifik Nukleokapsid yang lebih sedikit mengalami mutasi dari waktu ke waktu. Sehingga kata Iris, vaksin GX-19N ini diharapkan dapat memberikan perlindungan terhadap varian baru COVID-19.

3. Dapat diberikan kepada masyarakat yang memiliki gangguan sistem imun

Vaksin GX-19N ini tidak mengandung adjuvant (zat tambahan dalam vaksin) sehingga berpotensi untuk dapat diberikan kepada masyarakat yang memiliki sistem imun yang lemah.

4. Menghasilkan antibody yang lebih tinggi

Vaksin GX-19N berbasis DNA yang mengkode lebih banyak protein virus sehingga berpotensi menghasilkan antibodi yang lebih tinggi dan bertahan lebih lama dalam tubuh, sehingga memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap COVID-19

5. Disuntikkan menggunakan alat khusus

Pemberian vaksin ini akan diberikan ke dalam otot dengan menggunakan alat khusus yakni electroporator yang akan meningkatkan hantaran vaksin langsung ke dalam sel otot.

"Supaya penyerapan lebih baik, karena tipe DNA sudah dari awal dibuat sedemikian bukan karena apa-apa. Diharapkan dengan penyuntikan dengan alat khusus itu pembentukan antibodi akan lebih baik," kata Iris, dalam virtual conference, Jumat 9 Juli 2021.

Di sisi lain, CEO Genexine.Inc, Young-Chul Sung,Ph.D, menyatakan uji klinik vaksin COVID-19 GX-19N tahap 1 dan tahap 2a telah dilakukan di Korea Selatan dan uji klinik tahap 2b/3 juga akan dilakukan secara multinasional yang melibatkan banyak negara.

Negara-negara tersebut adalah Turki, India, UAE, Meksiko, Peru, Kolombia, Malawi, Afrika Selatan, Cekoslowakia, Polandia termasuk Indonesia dan akan merekrut total 30.148 relawan. Vaksin GX-19N dikembangkan oleh konsorsium Genexine, Binex, the International Vaccine Institute(IVI), GenNBio, the Korea Advanced Institute of Science & Technology (KAIST), and Pohang University of Science & Technology (POSTECH).

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel