5 Keuntungan AC Milan yang Bisa Bikin Juventus Menangis

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - AC Milan vs Juventus akan menjadi laga seru pada pekan ke-16 Serie A musim 2020/2021. Laga yang digelar di San Siro itu bakal berlangsung pada Kamis (7/1/2021) dini hari WIB.

AC Milan dalam performa yang bagus dengan kemenangan pada tiga laga terakhir. Sedangkan, Juventus juga menatap laga ini dengan modal bagus usai menang atas Udinese akhir pekan lalu.

Juventus bakal mengandalkan Cristiano Ronaldo yang mencetak dua gol ke gawang Udinese. Sedangkan, Milan belum bisa diperkuat Zlatan Ibrahimovic yang belum sembuh dari cedera.

AC Milan juga tidak diperkuat Sandro Tonali , Ismael Bennacer, Matteo Gabbia, dan Alexis Saelemaekers. Namun, sang pemuncak klasemen tetap punya peluang menang walau tidak tampil full team.

Apa saja faktor yang membuat tim racikan Stefano Pioli bakal menang atas Juventus?

Celah di Pertahanan Juventus

Bek Juventus, Matthijs de Ligt, duel udara dengan pemain Fiorentina, Franck Ribery, pada laga Liga Italia di Turin, Rabu (23/12/2020). Fiorentina menang dengan skor 0-3. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)
Bek Juventus, Matthijs de Ligt, duel udara dengan pemain Fiorentina, Franck Ribery, pada laga Liga Italia di Turin, Rabu (23/12/2020). Fiorentina menang dengan skor 0-3. (Fabio Ferrari/LaPresse via AP)

Juventus memang punya nama-nama besar di lini belakang. Akan tetapi, sejauh ini kinerja tim racikan Andrea Pirlo itu belum cukup bagus di pertahanan.

Juventus kebobolan 14 gol dari 14 laga di Serie A. Bukan catatan yang buruk sebenarnya, tapi Juventus cuma mencatatkan 1 clean sheet dalam 7 laga terakhirnya di Serie A.

Jadi, Milan bisa memanfaatkan celah yang ada karena duet Leonardo Bonucci dan Matthijs de Ligt belum cukup solid.

Pemain Muda

Bek AC Milan,  Alessio Romagnoli (kiri) berselebrasi dengan rekan-rekannya usai mencetak gol ke gawang Fiorentina pada pertandingan lanjutan Liga Serie A Italia di stadion San Siro di Milan, Italia, Minggu (29/11/2020). AC Milan menang 2-0 atas Fiorentina. (AP Photo / Luca Bruno )
Bek AC Milan, Alessio Romagnoli (kiri) berselebrasi dengan rekan-rekannya usai mencetak gol ke gawang Fiorentina pada pertandingan lanjutan Liga Serie A Italia di stadion San Siro di Milan, Italia, Minggu (29/11/2020). AC Milan menang 2-0 atas Fiorentina. (AP Photo / Luca Bruno )

AC Milan punya banyak pemain muda yang bisa menjadi kunci di laga melawan Juventus. Alessio Romagnoli makin walau usianya baru 25 tahun. Status sebagai kapten membuatnya disegani para pemain Milan.

Franck Kessie juga menjelma sebagai pemain yang lengkap pada musim 2020/2021. Bukan sekadar mengandalkan tenaga, pemain 24 tahun kini mulai punya visi bermain yang bagus.

Milan dengan tenaga mudanya mampu bermain hingga menit-menit akhir. Pada musim 2020/2021 ini, Milan paling sering mencetak gol antara menit 75 hingga 90. Milan telah mencetak 10 gol pada periode waktu tersebut.

Dominasi di Kandang

Pemain AC Milan merayakan gol yang dicetak Brahim Diaz ke gawang Celtic pada laga lanjutan Liga Europa di Stadion San Siro, Jumat (4/12/2020) dini hari WIB. AC Milan menang 4-2 atas Celtic. (AFP/Vincenzo Pinto)
Pemain AC Milan merayakan gol yang dicetak Brahim Diaz ke gawang Celtic pada laga lanjutan Liga Europa di Stadion San Siro, Jumat (4/12/2020) dini hari WIB. AC Milan menang 4-2 atas Celtic. (AFP/Vincenzo Pinto)

AC Milan telah memainkan tujuh laga kandang pada musim 2020/2021 ini. Milan belum pernah kalah, empat kali menang dan tiga hasil imbang. Milan mencetak 16 gol dan hanya kebobolan sembilan gol.

Musim lalu, Milan menang dengan skor 4-2 atas Juventus di San Siro. Hasil yang bisa membuat mental pemain Milan terangkat. Saat itu, gol-gol Milan kala itu dicetak Ibrahimovic, Kessie, Leao, dan Rebic.

Dari tiga nama di atas, hanya Ibrahimovic yang dipastikan tidak bisa bermain.

Kekuatan Sayap

Penyerang AC Milan, Ante Rebic (kiri) berselebrasi dengan rekannya Rade Krunic usai mencetak gol ke gawang Lazio pada pertandingan lanjutan Liga Serie A Italia di stadion San Siro, Italia, Kamis (24/12/2020). Sementara Lazio tertahan di urutan delapan dengan 21 poin. (AP Photo/Luca Bruno)
Penyerang AC Milan, Ante Rebic (kiri) berselebrasi dengan rekannya Rade Krunic usai mencetak gol ke gawang Lazio pada pertandingan lanjutan Liga Serie A Italia di stadion San Siro, Italia, Kamis (24/12/2020). Sementara Lazio tertahan di urutan delapan dengan 21 poin. (AP Photo/Luca Bruno)

Juventus mendapat dua kabar buruk jelang lawan ke San Siro. Si Nyonya Tua dipastikan kehilangan dua bek sayap terbaiknya yakni Juan Cuadradro [kanan] dan Alex Sandro [kiri]. Keduanya positif COVID-19.

Absennya kedua pemain membuat AC Milan sangat diuntungkan. Sebab, selama ini Milan punya kelebihan di serangan sayap. Milan punya Rebic, Castillejo, Leao, maupun Jens-Petter Hauge yang bisa diandalkan.

Selain itu, Milan juga punya Theo Hernandez. Walau berposisi sebagai bek kiri, Theo tampil produktif dengan catatan empat gol di Serie A.

Percaya Diri

Penyerang AC Milan, Ante Rebic, berebut bola dengan gelandang Celtic, Kristoffer Vassbakk Ajer, pada laga lanjutan Liga Europa di Stadion San Siro, Jumat (4/12/2020) dini hari WIB. AC Milan menang 4-2 atas Celtic. (AFP/Vincenzo Pinto)
Penyerang AC Milan, Ante Rebic, berebut bola dengan gelandang Celtic, Kristoffer Vassbakk Ajer, pada laga lanjutan Liga Europa di Stadion San Siro, Jumat (4/12/2020) dini hari WIB. AC Milan menang 4-2 atas Celtic. (AFP/Vincenzo Pinto)

Faktor terakhir yang membuat Milan mungkin menang melawan Juventus adalah percaya diri. Milan telah melewati 27 laga terakhirnya di Serie A tanpa kekalahan. Kepercayaan diri Rossoneri sedang tinggi.

Milan bahkan tetap tampil bagus walau sejumlah pemain kuncinya absen. Secara kolektif, Milan mampu memaksimalkan potensi yang ada dan kini menatap laga kontra Juventus dengan percaya diri yang tinggi.

"Tujuan kami besok adalah melawan Juventus dan kami berupaya untuk menang," buka Stefano Pioli dikutip dari Football Italia.

Sumber: Berbagai Sumber

Disadur dari: Bola.net (Asad Arifin, published 6/1/2021)

Video