5 Keuntungan Properti Syariah Dibanding Konvensional

Merdeka.com - Merdeka.com - Berinvestasi merupakan hal yang sangat penting saat ini. Salah satu sektor investasi yang paling banyak diambil adalah properti.

Investasi properti ada beragam salah satunya adalah properti syariah. Lalu apa sih perbedaan properti Syariah dengan properti konvensional?

Dikutip dari Finansialku.com, letak perbedaan yang paling mendasar dapat terlihat dari penerapan skemanya. Yakni asuransi, denda, dan juga sita-menyita.

Dalam sistem syariah tidak menggunakan asuransi, tidak mengenal adanya denda, dan tidak ada sistem sita menyita di dalamnya. Sementara pada properti konvensional, dimungkinkan untuk menerapkan salah satu diantara ketiga skema tadi, bahkan seluruhnya.

Tidak hanya itu, pada properti ini tidak menjadikan subjek bangunan atau properti yang telah Anda miliki sebagai jaminan. Sementara konvensional justru sebaliknya.

Properti syariah juga tidak mewajibkan sistem BI checking, yaitu pemeriksaan riwayat pinjaman oleh Bank Indonesia. Lalu secara akad transaksi. Properti syariah sangat mengedepankan akad dalam transaksinya.

Beberapa akad yang dikenal dalam properti syariah adalah murabahah (jual-beli), ijarah (sewa), ijarah muntahua (sewa beli), dan musyarakah mutanaqishah (kepemilikan bertahap). Sementara, transaksi pada bisnis properti konvensional hanya mengenal satu perjanjian pinjaman yakni jual-beli.

Keuntungan Properti Syariah

syariah
syariah.jpg

Tentunya secara tersirat kita bisa melihat sisi keuntungan yang disajikan oleh sistem syariah pada properti. Berikut ini beberapa
di antaranya:

1. Jual Beli Tunai dan Kredit Secara Murni

Secara transaksi jual beli, properti Syariah dijalankan dengan skema yang sederhana. Antara pihak pertama selaku pembeli dan developer selaku penjual, baik secara tunai maupun kredit.

Sehingga tidak melibatkan pihak ketiga yang biasanya peranan tersebut diisi oleh bank. Bank sendiri hanya berperan untuk menjalankan fungsi komplementer seperti keperluan transfer, menyimpan uang dan sebagainya.

2. Harga Jual Tetap Sesuai Akad

Keuntungan selanjutnya adalah harga properti bersifat tetap sesuai dengan perjanjian akad yang telah dilakukan dan disepakati di awal. Sehingga perlu ketelitian dari Anda selaku konsumen dan perjanjian tersebut harus clear dari awal serta tidak merugikan satu pihak.

3. Cicilan Tetap

tetap
tetap.jpg

Perjanjian akad yang dilakukan di awal transaksi juga mencakup perjanjian soal pembayaran jika dilakukan secara menyicil. Besaran cicilan tersebut harus sesuai dengan kesepakatan di awal serta bersifat tetap dan mengikat.

Sehingga tidak ada perubahan baik pengurangan maupun penambahan nilai tenor cicilan.

Hal tersebut juga sebagai implementasi dari penerapan sistem syariah. Di mana tidak ada sedikitpun intervensi yang berhubungan dengan riba maupun bunga. Sehingga kedua belah pihak akan sama-sama diuntungkan.

4. Tidak Ada Skema Denda, dan Sita Menyita

Seperti yang telah dibahas sebelumnya perbedaan antara properti syariah dan konvensional adalah tidak ada penerapan denda maupun sita. Tentunya kedua hal tersebut adalah salah satu keuntungan yang nyata.

Jika Anda terlambat dalam membayar cicilan, maka tidak akan dikenakan denda sepeser pun. Sementara jika tak mampu lagi membayar cicilan, maka akan dilakukan musyawarah.

Biasanya rumah akan dijual secara bersama-sama dan sisa pokok utang akan langsung dilunasi.

5. Lebih Aman

Keuntungan yang terakhir adalah dengan properti Syariah maka keamanan akan lebih terjamin. Hal tersebut merupakan salah satu prinsip dasar dari sistem Syariah itu sendiri yang menjamin tidak adanya Gharar.

Gharar sendiri merupakan istilah dari penipuan atau kecurangan. Tentu Anda akan terhindar dari segala bentuk kecurangan tersebut.

[bim]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel