5 Klub Top yang Nyaris Dibela Cristiano Ronaldo, Ada Barcelona

Liputan6.com, Turin - Cristiano Ronaldo telah menulis ulang buku-buku sejarah sepanjang kariernya. Ia memecahkan rekor di Sporting CP, Manchester United, Real Madrid, dan Juventus.

Angka-angka berbicara sendiri, dengan lebih dari 700 gol dan 29 keping penghargaan utama yang diraih Cristiano Ronaldo. Pemain berusia 35 tahun ini bahkan mengejar Ballon d'Or keenam.

Tidak masalah di mana dia berada atau siapa lawannya, Cristiano Ronaldo selalu membuat perbedaan. Tetapi, apakah itu akan menjadi cerita yang sama seandainya dia tidak bergabung dengan Manchester United pada 2003?

Atau akankah lebih baik? Bagaimana jika pemain berjuluk CR7 itu menutup mata terhadap Real Madrid dan Juventus? Kemungkinannya tidak terbatas.

Berikut 5 klub besar yang nyaris mendapatkan Cristiano Ronaldo di masa lalu seperti dirangkum dari Ronaldo.com.

 

 

1. AC Milan

Para suporter saat menyaksikan pertandingan AC Milan melawan U Craiova pada leg kedua babak 3 Liga Europa di San Siro, Milan, (3/8). Dalam pertandingan ini Giacomo Bonaventura dan Patrick Cutrone mencetak satu gol. (Daniel Dal Zennaro/ANSA via AP)

Setelah masa kejayaannya di Real Madrid, Cristiano Ronaldo membayangkan tantangan baru di tempat lain pada 2018. Tidak mengherankan, ia kebanjiran tawaran untuk bergabung dengan klub baru.

Salah satunya AC Milan. Li Yonghong, presiden AC Milan ketika itu, memimpin langsung misi tersebut.

Dalam sebuah wawancara dengan Sportitalia pada tahun lalu, Marco Fassone mengungkapkan Ronaldo tertarik dengan kemungkinan bergabung dengan Milan. "Presiden menginginkan Cristiano Ronaldo, tetapi angka-angka itu memberi tahu kami bahwa ini tidak disarankan," kata mantan direktur pelaksana Milan itu.

"Ronaldo terbuka untuk mengevaluasi peluang, karena Milan adalah klub terkenal dan ada antusiasme di sekitar kita."

"Namun, kami tak pernah melampaui beberapa perhitungan internal dan melihat apakah dia berpotensi terbuka untuk itu," pungkas Fassone.

Li Yonghong akhirnya kehilangan kepemilikannya di AC Milan setelah gagal membayar kembali pinjamannya hingga 303 juta euro.

 

 

2. Arsenal

Para pemain Arsenal membawa spanduk menyapa suporter usai pertandingan melawan Chelsea pada International Champions Cup (ICC) di Stadion Aviva di Dublin (1/8). Arsenal menang atas Chelsea lewat adu penalti 6-5. (AFP Photo/Paul Faith)

Cristiano Ronaldo nyaris menjadi anak asuh Arsene Wenger. Seandainya ia bergabung dengan Arsenal pada 2003, itu bisa mengubah segalanya untuk pemain dan klub.

Pemenang lima kali Ballon d'Or itu telah mengonfirmasi bahwa sering bertemu Wenger di Sporting CP. Perpindahan ke Highbury sudah dekat sampai pertandingan persahabatan melawan Manchester United terjadi.

Setelah menyaksikan pemain berusia 18 tahun itu beraksi, Manajer MU Sir Alex Ferguson melakukan sihirnya. Ia menjadikannya remaja paling mahal dalam sejarah sepak bola Inggris.

"Itu benar," Ronaldo menegaskan kepada Piers Morgan dalam sebuah wawancara untuk ITV tahun lalu. "Tentu saja itu benar."

Seberapa dekat dia akan menjadi pemain Arsenal, bintang Portugal menambahkan: "Sangat dekat. Satu langkah Serius."

"Itu tidak terjadi, tapi Arsenal, saya menghargai apa yang mereka lakukan untuk saya, terutama Arsene Wenger. Di sepak bola Anda tidak pernah tahu di mana Anda akan bermain, hidup seperti itu," ucap Ronaldo.

 

 

3. PSG

Logo dan ilustrasi PSG. (AFP/Franck Fife)

Saat Cristiano Ronaldo meninggalkan Real Madrid pada 2018, banyak yang melihat Paris Saint-Germain (PSG) sebagai klub yang ideal. Mereka tak hanya menawarkan platform kompetitif, tetapi juga mampu membayar gajinya.

Melihat Ronaldo dengan Neymar dan Kylian Mbappe di Liga Champions akan menjadi pemandangan untuk dinikmati juga. Namun, hal itu tidak terwujud.

Tidak ada keterangan resmi mengapa Ronaldo gagal bergabung dengan PSG. Tapi, rumor mengatakan bahwa PSG diduga mengatakan kepada Ronaldo untuk menunggu tawaran mereka.

Raksasa Prancis itu waspada terhadap Real Madrid yang mencoba menjebak Neymar atau Mbappe dalam proses perekrutan Ronaldo. Jadi bintang asal Portugal itu mengalihkan perhatiannya ke tempat lain, akhirnya berakhir di Juventus.

 

 

4. Liverpool

Striker Real Madrid, Cristiano Ronaldo, mendampingi Mohamed Salah saat ditarik keluar lapangan pada laga final Liga Champions di Stadion NSC Olimpiyskiy, Kiev, Minggu (27/5/2018). Salah mengalami cedera bahu usai dilanggar Ramos. (AP/Darko Vojinovic)

Yang ini terungkap beberapa tahun yang lalu, ketika Gerard Houllier mengumumkan struktur gaji ketat Liverpool pada 2003.

The Reds ingin mendatangkan Cristiano Ronaldo setelah menyaksikan perkembangannya di Sporting CP. Semua tampak beres sampai mereka menemukan tuntutan gaji anak berusia 18 tahun itu.

Ia kemudian menandatangani kontrak dengan Manchester United tidak lama setelah itu. "Saya melihatnya di turnamen Toulon U-21 dan kami memilihnya," kata Houllier kepada Liverpool Echo.

"Tapi, kami memiliki skala gaji dan kami tidak membayar jenis gaji yang dia inginkan."

"Kemudian Manchester United memainkan pertandingan persahabatan melawan Sporting Lisbon dan semua anak mereka berkata kepada Sir Alex Ferguson: 'Anda harus mengontraknya', tambah Houllier.

"Tapi, saya setuju dengan tidak melanggar struktur gaji. Saya pikir itu akan menyebabkan masalah di ruang ganti kami."

Seandainya itu terjadi, Ronaldo bisa saja bermain dengan Mohamed Salah, Sadio Mane, dan Roberto Firmino hari ini.

 

 

5. Barcelona

Pemain Real Madrid Cristiano Ronaldo membantu pemain Barcelona Lionel Messi untuk bangkit dalam laga El Clascio Liga Spanyol di Santiago Bernabeu, Sabtu (23/12/2017). Barcelona menang 3-0 di laga itu. (AP Photo / Francisco Seco)

Pertanyaan terbesar yang belum terjawab dalam sepak bola mungkin adalah bagaimana Cristiano Ronaldo akan bernasib sebagai rekan setim Lionel Messi.

Pasangan ini telah dikunci dalam pertempuran dekat untuk status GOAT untuk sebagian besar karier mereka. Tapi, persaingan terkenal mereka mungkin tidak pernah ada seandainya Ronaldo bergabung dengan Barcelona.

Ronaldo mengumumkan Blaugrana adalah salah satu klub yang tertarik padanya sebelum bergabung dengan Manchester United. Mantan presiden Barcelona Joan Laporta membenarkan hal itu pada 2016 dan menjelaskan mengapa hal itu tidak terjadi.

"Kami telah mengontrak Ronaldinho, [Rafael] Marquez dan [Ricardo] Quaresma," kata Laporta via Marca.

"[Ronaldo] berada di Sporting pada saat itu, sebelum Manchester United, dan kami berbicara dengan agennya yang ingin menjual Deco kepada kami."

"Kami mengatakan bahwa kami tidak bisa karena kami tidak dapat [menghabiskan banyak uang pada saat itu]. Jadi dia telah memberi tahu kami bahwa dia punya anak yang benar-benar bagus."

"Itu Ronaldo. Dia memiliki kesepakatan dengan United seharga 19 juta euro, tetapi kami ditawari 17 juta euro," papar Laporta.