5 Komentar Gol Terbaik Sepanjang Masa di Liga Inggris : Bikin Cetar Membahana Laga Liverpool, MU dan Arsenal

Bola.com, Jakarta - Sepak bola tanpa komentator? Jelas nggak mungkin ya. Seperti halnya pemain dan suporter, sepak bola dan komentator juga tak bisa dipisahkan. Jangan anggap remeh dengan profesi ini.

Artinya, enggak mudah loh jadi komentator. Mereka kudu menguasai tentang kedua kesebelasan yang sedang berlaga.

Komentator wajib bisa menuntun jalannya duel dengan intonasi suara yang jelas serta pandai-pandai memilih diksi atau kosa kata yang tepat. Intinya sih jangan lebay.

Nah, di bawah ini ada lima komentator terbaik sepanjang sejarah. Bisa jadi panutan buat kamu yang ingin jadi komentator. Kelimanya berasal dari Liga Inggris. Kenapa dari sana? Ya, karena Inggris merupakan satu di antara kiblat sepak bola dunia. Paham ya.

Clive Tyldesley

Dia adalah satu di antara komentator sepak bola kesohor di negara Raja Charles III, bahkan mungkin di Eropa. Kini berusia 68 tahun, Tyldesley dikenang sepanjang waktu karena sepenggal komentarnya terkait legenda MU dan Tim Inggris, Wayne Rooney.

'Ingat Nama Wayne Rooney!' Pernyataan tersebut dia lontarkan kala menjadi komentator Everton bentrok kontra Arsenal di ajang Liga Inggris pada 2002. Kala itu, Rooney masih memperkuat klub masa kecilnya, Everton.

Dalam laga debutnya itu, Rooney tampil cihuy. Dia mencetak dua gol, menaklukkan kiper pujaan fans Arsenal, David Seaman. Situasi tersebut sekaligus mengakhiri rekor tak terkalahan The Gunners dalam 30 laga.

Terpukau, Tyldesley yang jadi komentator di ITV kontan berteriak, "Ingat nama Wayne Rooney!". Aksi gemilang itu membawa langkah Rooney ke Old Trafford, dua tahun berselang dan menjadi legenda Setan Merah.

Tyldesley benar, semua orang terus mengingat Rooney. Bahkan hingga hari ini.

Andy Gray

Komentator beken Inggris lainnya adalah Gray. Sebelum jadi komentator, Gray pernah memperkuat sejumlah klub, seperti Aston Villa, Everton, dan West Bromwich Albion.

Setelah gantung sepatu, mantan tukang gedor yang kini berusia 66 tahun itu laris manis jadi komentator. Nah, pernah suatu waktu, fans Everton jengkel dengannya.

Hal itu berlatar Gray saat menjadi komentator di Sky. Ia secara lantang berteriak kencang memberikan dukungan kepada Liverpool, yang nota bene adalah rival sekota.

Waktu itu, Liverpool yang dimotori Steven Gerrard bertanding melawan Olympiakos di ajang Liga Champions. Gerrard mencetak gol. Gray kontan berteriak keras,"Oooh kamu cantik! Hebat, nak! Hebat!".

Fan Liverpool yang mendengar tentu saja senang. Akan tetapi, teriakan Gray itu justru menyakitkan telinga pendukung Everton.

Martin Tyler

Bagi pemirsa Premier League zaman now, Tyler bisa jadi tak lagi dikenal. Namun, beberapa purnama lalu, siapa yang tak kenal Tyler.

Dia adalah komentator idola. Kehadirannya selalu dinanti. Dia kaya kosa kata dengan intonasi yang menyejukkan telinga. Dia juga tak menggurui dan sok tahu.

Pada musim 2008/2009, Liverpool asuhan Rafael Benitez semakin dekat guna memenangkan gelar. Mereka tertinggal dua angka dari Manchester United.

Adapun Setan Merah bersiap menjamu Aston Villa di Old Trafford pada awal April. MU sempat tertinggal 1-2 sebelum disamakan menjadi 2-2 oleh Cristiano Ronaldo.

Akhirnya, tuan rumah meraup angka penuh via pemain muda 17 tahun yang masuk dari bangku cadangan, Federico Macheda. Ketika Macheda mencetak gol, Gray berteriak gemas: "MACHEDAAAAARGH!!".

Di pertandingan lainnya, Gray juga kerap mengomentari pada striker yang kesulitan menceploskan si kulit bundar. "Ambil busur, Nak. Ambil busur."

Alan Partridge

Dia menjani debutnya sebagai komentor pada 1991. Namanya berkibar-kibar di Inggris. Berbeda dengan komentator lainnya yang punya latar belakang jurnalis dan pesepakbola, Partridge justru seorang komedian.

Meski kerap mengisi acara di sejumlah televisi, Partridge juga kerap didapuk sebagai komentator sepak bola. Bisa dibayangkan, komentar-komentarnya pasti kaya joke. Penonton tak jarang tertawa dibuatnya. Ha...ha...ha.

Barry Davies

Di CV-nya jelas tertulis profesinya: Sports commentator and television presenter. Ngeri kan. Kakek berusia 85 tahun yang murah senyum ini kaya pengalaman sebagai komentator.

Sederet laga bergengsi di kompetisi Inggris pernah dikomentarinya. Satu di antaranya adalah semifinal Piala FA 1991 yang mempertemukan rival abadi, yakni Tottenham Hotspur vs Arsenal.

Duel mentas di Wembley. Hasilnya, The Gunners tumbang 1-3. Ketika itu, Spurs diperkuat si bengal nan genius, Paul Gascoigne.

Gascoigne jadi buah bibir dan banjir sanjungan karena berhasil mengeksekusi tendangan bebas sejauh 30 meter dengan sempurna. Golll...

Seakan terhipnotis, Davies berteriak mengelegar: Apakah itu, Gascoigne? Ya! Kau harus tahu dia siapa!".

Arsenal Merajalela, MU Di Mana?