5 Kue Basah yang Masih Eksis di Medan karena Sedapnya Melegenda

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Sudah menjadi rahasia umum bahwa Indonesia memiliki beragam makanan khas Nusantara. Medan salah satunya yang menyimpan warisan citarasa yang nggak perlu diragukan lagi kelezatannya.

Salah satu kuliner top asal Medan seperti bika ambon dan bolu meranti misalnya. Selain dua kuliner tersebut ibu kota Provinsi Sumatera Utara ini juga menawarkan beragam citarasa unik dari deretan kue-kue basah tradisional.

Apalagi di zaman digital seperti sekarang lagi. Kamu nggak perlu repot-repot mencari kuliner daerah dari pasar tradisional. Kenapa? Itu karena ada ManisdanSedap.com yang membantu para penggemar kuliner untuk menemukan beragam Pre Order (PO) makanan dari Nusantara yang bisa dipesan dalam sekejap.

Yuk cek, di bawah ini ada sederet kue basah khas Medan yang tetap eksis dan bisa masuk list ngemilmu hari ini:

Pancake Medan

Pancake Durian.
Pancake Durian.

Kalau jajanan yang satu ini mungkin banyak yang sudah jadi fans beratnya. Sering ditemukan di berbagai daerah, bahkan dijajakan sebagai salah satu frozen food, pancake Medan ini memiliki isian durian yang manis dan legit.

Citarasanya makin sedap berkat kulit pancakenya yang tebal dan lembut saat digigit. Harus disimpan dan disajikan dalam keadaan dingin, karena bentuknya akan berubah saat terpapar suhu panas. Segera pesan di Bolu Meranti, yang juga bisa dicari di ManisdanSedap.com.

Lupis Medan

Lupis Medan.
Lupis Medan.

Buat penggemar kue basah, mungkin sudah familiar dengan kue lupis yang berasal dari Jawa. Dibuat dari beras ketan putih, olahan lupis ini punya bentuk khas segitiga dan disajikan dengan kuah gula merah. Tak ketinggalan taburan kelapa parut yang memberikan rasa gurih dan tekstur yang lebih renyah.

Huat Kue

Huat Kue.
Huat Kue.

Sepintas mirip dengan kue mangkuk, jajanan tradisional yang terinspirasi dari kuliner China ini tampil dengan warna pink cerah. Sering dihidangkan dalam perayaan keagamaan, tekstur kudapan yang satu ini cukup lembut dengan citarasa manis. Huat kue ini jadi salah satu menu yang ditawarkan oleh tsum-kitchen dan bisa ditemukan di ManisdanSedap.com

Mochi Gunting

Mochi.
Mochi.

Masih dari beesmochi, penikmat kuliner bakal dibawa bernostalgia ke masa kecil saat mencicipi Mochi Gunting. Kudapan berbahan tepung ketan ini dibalur bubuk kacang tanah goreng, memberikan tekstur kenyal dan kombinasi rasa manis-gurih yang bikin kangen. Siap pesan? Langsung klik saja di ManisdanSedap.com

Sagulonceng

Sagulonceng.
Sagulonceng.

Bentuknya unik, mirip lonceng dengan tekstur unik yang berasal dari sagu mutiara. Warnanya hijau cerah lengkap dengan aroma pandan yang menggugah selera. Gurih santan bertemu isian yang manis dari kelapa parut dan gula merah dijamin bikin ketagihan. Jangan sampai ketinggalan jadwal PO dari beesmochi, yang bisa langsung dicari di ManisdanSedap.com.

Sederhana tapi sedapnya luar biasa, kue tradisional khas Medan ini bisa dicari di ManisdanSedap.com. Biar kamu tahu, ManisdanSedap.com adalah platform yang menjadi tempat jual beli makanan dan menguntungkan untuk semua seller Pre Order di Indonesia.

ManisdanSedap.com juga merupakan bagian dari KLY (KapanLagi Youniverse) sebagai Digital Media Network yang juga menaungi Liputan6.com, Merdeka.com, KapanLagi.com, Dream.co.id, Brilio.id, Fimela.com, Bola.com, Bola.net, dan Otosia.com.

ManisdanSedap.com bukan hanya membantu memudahkan penggemar kuliner mencari dan memesan menu PO dari berbagai daerah. Platform ini juga mendukung para pemilik UMKM untuk menampilkan jualan mereka sebagai 'etalase', dengan tombol pembelian langsung menuju ke nomor whatsapp Seller.

Jadi, setelah klik beli via WA, pembeli akan berinteraksi dengan Seller dan melakukan transaksi terpisah dari platform. Jangan sampai ketinggalan kesempatan meraih lebih banyak pelanggan, langsung gabung ke ManisdanSedap.com untuk larisin usaha kuliner rumahanmu.

Yuk PO Sekarang di ManisdanSedap!

(*)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel