5 Legenda MU yang Pilih Lionel Messi Daripada Cristiano Ronaldo

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Manchester - Perdebatan siapa yang lebih baik antara Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi akan berlangsung selamanya. Sejumlah legenda, fans, dan pakar dari seluruh dunia sudah mempertimbangkan argumen itu. Selalu sulit untuk memilih di antara keduanya.

Ronaldo berkembang menjadi pesepak bola kelas dunia di Manchester United atau MU. Saat pertama kali tiba di Old Trafford pada 2003 lalu, bintang asal Portugal tersebut adalah pemain sayap yang lincah dengan banyak trik.

Di bawah asuhan manajer legendari MU Sir Alex Ferguson, Ronaldo berkembang menjadi pencetak gol yang produktif dengan mentalitas pemenang. Dia memenangkan Ballon d'Or pertamanya bersama MU.

Dia bermain dengan beberapa pemain hebat sepak modern saat di Liga Inggris. Ronaldo adalah pemain kunci Man Utd yang memenangkan Liga Champions UEFA di musim 2007-08.

Dua musim kemudian, dia juga menjadi bagian dari tim MU yang lolos ke final Liga Champions. Tetapi, Setan Merah kalah dari Barcelona yang dipimpin Messi. Ronaldo kemudian meninggalkan Old Trafford itu dan bergabung dengan Real Madrid pada 2009.

Selain Ronaldo, beberapa legenda MU juga telah berbagi lapangan dengan Messi. Berikut 5 legenda MU yang lebih memilih Messi daripada Ronaldo seperti dikutip dari Sportskeeda.

5. Dimitar Berbatov

8. Dimitar Berbatov (Manchester United) - Striker berdarah Bulgaria ini hampir saja berseragam Manchester City. Namun karena dijemput langsung Sir Alex Fergusen di bandara membuatnya tak mampu menolak pinangan Setan Merah. (AFP/Andrew Yates)
8. Dimitar Berbatov (Manchester United) - Striker berdarah Bulgaria ini hampir saja berseragam Manchester City. Namun karena dijemput langsung Sir Alex Fergusen di bandara membuatnya tak mampu menolak pinangan Setan Merah. (AFP/Andrew Yates)

Dimitar Berbatov merupakan salah satu pemain Manchester United (MU) yang paling menginspirasi di tahun-tahun terakhir Sir. Sebagai sosok yang dipuja di Old Trafford, penyerang asal Bulgaria ini adalah salah satu pemain yang paling halus secara teknis dari generasinya.

Dalam 149 penampilan bersama Setan Merah, Berbatov mencetak 56 gol dan 27 assist. Bermain dengan Cristiano Ronaldo di MU selama semusim, dia memilih Lionel Messi daripada mantan rekan setimnya.

"Dia yang paling hebat. Ronaldo brilian, Messi lebih dari pemain," kata Berbatov kepada ESPNFC pada 2017.

"Dia melihat permainan dengan sangat jelas. Dia bisa mencetak gol, dia menciptakan, pemain lengkap, mungkin yang terbaik yang pernah ada."

4. Paul Scholes

5. Paul Scholes (Manchester United) - Scholes menghabiskan seluruh karier bermainnya di Manchester United pada periode tahun 1994-2013. Scholes menyumbangkan 152 gol dari 702 penampilannya bersama Manchester United. (AFP/Paul Ellis)
5. Paul Scholes (Manchester United) - Scholes menghabiskan seluruh karier bermainnya di Manchester United pada periode tahun 1994-2013. Scholes menyumbangkan 152 gol dari 702 penampilannya bersama Manchester United. (AFP/Paul Ellis)

Paul Scholes dianggap sebagai salah satu gelandang tengah terbaik sepanjang masa. Dia sempat enam musim bermain dengan Cristiano Ronaldo di Manchester United, yakni 2003-2009.

Meski demikian, Scholes justru lebih memilih Messi sebagai yang lebih baik ketimbang Ronaldo. "Saya memikirkan pemain hebat yang pernah berbagi lapangan dengan saya: Eric Cantona, Zinedine Zidane, Pirlo, Xavi, Cristiano Ronaldo, dan yang terbesar dari mereka semua adalah Messi," tulis Scholes dalam kolomnya untuk The Independet pada 2015.

Scholes, yang mencetak 152 gol dan74 assist dalam 710 penampilan untuk MU, mengingat momen saat menghadapi Messi di Liga Champions 2008. "Itu adalah momen yang tidak akan pernah saya lupakan. Dia melewati saya, saya menjulurkan kaki saya dan Lionel Messi melewatinya," ucapnya.

"Ini terjadi di Old Trafford pada 2008, di leg kedua semifinal Liga Champions melawan Barcelona, dan dengan skor 1-0 untuk kami, saya telah melanggar dia di daerah kami."

3. David Beckham

David Beckham. Telah memperkuat Manchester United dalam 389 pertandingan mulai musim 1992/1993 hingga 2002/2003. Berhasil membuat 85 gol dan 98 assist. Meraih 6 trofi Liga Inggris, 2 Piala FA, 2 Charity Shield, 1 Liga Champions dan 1 Piala Toyota. (AFP/Paul Barker)
David Beckham. Telah memperkuat Manchester United dalam 389 pertandingan mulai musim 1992/1993 hingga 2002/2003. Berhasil membuat 85 gol dan 98 assist. Meraih 6 trofi Liga Inggris, 2 Piala FA, 2 Charity Shield, 1 Liga Champions dan 1 Piala Toyota. (AFP/Paul Barker)

David Beckham merupakan salah satu pemain yang mengabadikan warisan jersey no.7 di Manchester United. Dia adalah bagian dari Kelas '92 yang memenangkan tiga gelar juara di musim 1998-99.

Legenda MU itu mencetak 85 gol dan memberikan 101 assist dalam 388 penampilan untuk Man Utd di semua kompetisi. Dia memenangkan enam gelar Liga Inggris, satu trofi Liga Champions, dan dua Piala FA.

Beckham percaya bahwa Ronaldo belum cukup mencapai ketinggian Messi. "Dia (Messi) sendirian di kelasnya sebagai pemain, tidak mungkin ada pemain lain seperti dia. Dia, seperti Cristiano Ronaldo, yang tidak berada di levelnya, keduanya di atas yang lain," kata Beckham kepada media Argentina, Telam, pada 2013.

2. Wayne Rooney

Wayne Rooney (402) - Rooney merupakan salah satu striker terbaik yang pernah dimiliki The Red Devils. Berkat penampilan apiknya, Rooney dimainkan 402 kali saat Manchester United dinahkodai Sir Alex Ferguson. (AFP/Oli Scarff)
Wayne Rooney (402) - Rooney merupakan salah satu striker terbaik yang pernah dimiliki The Red Devils. Berkat penampilan apiknya, Rooney dimainkan 402 kali saat Manchester United dinahkodai Sir Alex Ferguson. (AFP/Oli Scarff)

Wayne Rooney dan Cristiano Ronaldo adalah salah satu duet striker paling mematikan dalam sejarah Liga Inggris. Keduanya berlari kencang selama beberapa musim dan memenangkan Liga Champions bersama untuk Manchester United di musim 2007-08.

Tapi, Rooney tetap percaya Lionel Messi adalah pemain yang lebih baik dari Ronaldo. "Ronaldo tidak terlalu fokus pada gol ketika kami mulai bermain bersama, tetapi Anda dapat melihat bahwa yang dia inginkan hanyalah menjadi pemain terbaik di dunia," kata Rooney dalam kolomnya di Sunday Times pada April 2020.

"Dia berlatih dan berlatih dan mulai menghasilkan. Cristiano telah menjadi pencetak gol yang luar biasa dan dia dan Messi bisa dibilang dua pemain terbaik yang pernah dilihat permainan."

"Ronaldo kejam di dalam kotak, seorang pembunuh. Tetapi, Messi akan menyiksa Anda sebelum dia membunuh Anda," kata Rooney menambahkan.

"Dengan Messi, Anda hanya mendapat kesan bahwa dia lebih bersenang-senang. Keduanya benar-benar mengubah permainan dalam hal jumlah gol dan saya tidak berpikir mereka akan pernah cocok."

1. Ryan Giggs

3. Ryan Giggs (Manchester United) - Giggs memulai karier sepak bolanya dari akademi Manchester United. Selama 29 tahun mengabdi, Gigs turut membawa Manchester United meraih 35 gelar juara, termasuk 13 trofi Premier League dan dua titel Liga Champions. (AFP/Andrew Yates)
3. Ryan Giggs (Manchester United) - Giggs memulai karier sepak bolanya dari akademi Manchester United. Selama 29 tahun mengabdi, Gigs turut membawa Manchester United meraih 35 gelar juara, termasuk 13 trofi Premier League dan dua titel Liga Champions. (AFP/Andrew Yates)

Secara luas dianggap sebagai salah satu pemain Manchester United terhebat sepanjang masa, Ryan Giggs adalah legenda lain yang telah memilih Lionel Messi daripada Cristiano Ronaldo. Giggs pernah bermain dengan Ronaldo di klub berjuluk Setan Merah.

Namun, Giggs percaya Messi lebih unggul dari mantan rekan setimnya itu. Bahkan menyebut pemain Argentina itu sebagai 'pemain sekali seumur hidup.

"Jelas saya sedikit condong ke Ronaldo karena saya bermain dengannya dan melihatnya berkembang sebagai pemain. Tapi, Messi adalah seorang jenius, dia adalah pemain sekali seumur hidup. Sesederhana itu," kata Giggs dalam wawancara dengan DAZN pada 2019 (via The Independent).

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel