5 Lulusan Akademi West Ham Tersukses di Liga Inggris, Ada yang Jadi Legenda Klub Lain

·Bacaan 5 menit

Bola.com, Jakarta - Meski belum bisa dianggap sebagai klub elite di Inggris, West Ham United memiliki akademi klub yang telah menelurkan banyak bintang kelas dunia. Di antaranya bahkan menjadi legenda di klub lain.

Didirikan pada 1895 dengan nama Thames Ironworks, West Ham berkembang sebagai klub bernafaskan pekerja (working class club). Logo palu silang menunjukkan bahwa tim berjulukan The Hammers itu merepresentasikan kaum pekerja.

Tidak banyak prestasi domestik apalagi level Eropa. Satu-satunya gelar prestisius yang pernah didapatkannya adalah Piala Dunia 1966. Ya, anggapan tersebut muncul lantaran Timnas Inggris saat itu dihuni oleh mayoritas pemain West Ham, seperti Geoff Hurst, Bobby Moore, hingga Martin Peters

Sebagai klub medioker yang kondisi finansialnya ngepas, memanfaatkan pemain dari akademi jadi satu cara yang dimanfaatkan West Ham dalam mengarungi ketatnya persaingan di Liga Inggris.

Jangan salah, West Ham mendapatkan julukan The Academy of Football karena sering menelurkan pemain-pemain hebat, baik itu di level domestik maupun internasional.

Berikut ini Bola.com merangkum lima alumnus West Ham tersukses, yang bahkan bisa menjadi legenda di klub lain:

Rio Ferdinand

Frank Lampard bersama Harry Redknapp dan Rio Ferdinand sewaktu masih di West Ham United. (doc. West Ham United)
Frank Lampard bersama Harry Redknapp dan Rio Ferdinand sewaktu masih di West Ham United. (doc. West Ham United)

Rio Ferdinand mengawali kariernya di West Ham sebelum pindah ke Leeds United. Pria yang kini sering muncul sebagai pembicara di program sepak bola itu dianggap sebagai satu di antara lulusan terbaik.

Ia sempat dua kali berstatus bek Inggris termahal. Yang pertama ketika Ferdinand hijrah ke Leeds United, lalu yang kedua saat ia pindah ke Manchester United.

Bersama Manchester United inilah kariernya melesat. Rio Ferdinand jadi langganan Timnas Inggris dan melegenda bersama Setan Merah.

Ia kembali ke tim asal London, Queens Park Rangers, namun tak banyak yang bisa ia berikan lantaran usianya yang uzur. Saat ini ia aktif sebagai pundit, baik di acara TV maupun kanal YouTube pribadinya.

John Terry

Konten ini tidak tersedia karena preferensi privasi Anda.
Perbarui pengaturan Anda di sini untuk melihatnya.

Selain Ferdinand, ada satu bek lagi yang merupakan jebolan West Ham. Dia adalah John Terry.

Banyak yang mengira bahwa Terry produk asli Chelsea. Namun sebetulnya, ia pernah menimba ilmu di akademi West Ham selama empat tahun.

Barulah pada usia 14 tahun, Chelsea membajaknya dari West Ham. Akan tetapi, ia memiliki emosi yang kuat dengan The Hammers, dan sering tampil pada laga amal.

Michael Carrick

Konten ini tidak tersedia karena preferensi privasi Anda.
Perbarui pengaturan Anda di sini untuk melihatnya.
Konten ini tidak tersedia karena preferensi privasi Anda.
Perbarui pengaturan Anda di sini untuk melihatnya.
Konten ini tidak tersedia karena preferensi privasi Anda.
Perbarui pengaturan Anda di sini untuk melihatnya.

Fans Manchester United mungkin tak banyak yang tahu bahwa Michael Carrick, salah satu jangkar terbaik yang pernah mereka miliki, merupakan lulusan West Ham.

Kariernya dimulai pada 1997 dan sempat bermain untuk Swindon Town serta Birmingham City sebagai pemain pinjaman. Baru pada 2000/2001, ia masuk skema utama West Ham, di mana ia bermain lebih dari 100 kali di semua kompetisi.

Kontroversi seketika meyeruak tatkala Carrick pindah ke rival, Tottenham Hotspur. Ia pun sempat masuk daftar pengkhianat, sebut saja Jermaine Defoe dan Scott Parker.

Namun demikian, profesionalitas dan emosinya tak terbantahkan. Sama seperti Terry, Carrick masih sering terlibat dengan program-program West Ham.

Frank Lampard

Frank Lampard mengawali karir di tim remaja West Ham United pada tahun 1994 saat sang ayah menjadi asisten pelatih. Pada Oktober 1995 ia dipinjamkan ke klub divisi 2, Swansea City dan melakukan debut saat mengalahkan Bradford City 2-0. (AFP/Franck Fife)
Frank Lampard mengawali karir di tim remaja West Ham United pada tahun 1994 saat sang ayah menjadi asisten pelatih. Pada Oktober 1995 ia dipinjamkan ke klub divisi 2, Swansea City dan melakukan debut saat mengalahkan Bradford City 2-0. (AFP/Franck Fife)
Konten ini tidak tersedia karena preferensi privasi Anda.
Perbarui pengaturan Anda di sini untuk melihatnya.

Legenda Chelsea, Frank Lampard, menjadi figur berikutnya. Ia memulai karier bersama West Ham pada 1994. Tak butuh waktu lama, tepatnya pada 1995, ia menandatangani kontrak profesional.

Hanya saja, Lampard memulai debutnya di kancah sepak bola Inggris bersama Swansea City sebagai pemain pinjaman. Baru pada 1996, ia menjalani laga debut bersama West Ham. Sempat dilanda cedera, Super Frank langsung menjadi pilihan utama di lini tengah.

Keberadaannya bersama Paolo Di Canio dan Trevor Sinclair cukup disegani kala itu. Namun pada 2011, dengan biaya 11 juta euro, West Ham melepasnya ke Chelsea.

Sejak saat itu, namanya terus melegenda dan selalu menjadi pilihan utama di Chelsea. Ia merengkuh gelar Liga Champions dan Liga Inggris, dan kerap dipanggil ke skuad Timnas Inggris.

Joe Cole

Konten ini tidak tersedia karena preferensi privasi Anda.
Perbarui pengaturan Anda di sini untuk melihatnya.

Joe Cole memulai karirnya di West Ham. Dia mendapat panggilan untuk memperkuat tim utama pada 1999. Joe Cole kemudian pindah ke Chelsea pada 2003, setelah memainkan 120 laga untuk West Ham di Premier League.

Sebelum pindah, Joe Cole punya andil membawa West Ham menjadi juara UEFA Intertoto Cup 1999. Pada musim 2002/2003, dia mendapat gelar West Ham United Hammer of the Year atau pemain terbaik klub dalam satu musim.

Chelsea harus membayar 9,9 juta euro untuk mendapatkan jasa Joe Cole. Saat itu, dia adalah pemain muda dengan potensi besar di Inggris. Chelsea sangat senang dengan kesuksesan membeli seorang Joe Cole.

Joe Cole bermain untuk Chelsea selama tujuh musim. Saat dia pindah ke Stamford Bridge, Chelsea tengah menjalani masa transisi menuju era Roman Abramovich. Chelsea tengah membangun kejayaan dengan uang dari sang taipan Rusia.

Pada musim kedua, 2004/2005, Joe Cole langsung membawa Chelsea menjadi juara Premier League. Saat itu, Joe Cole mencetak delapan gol dari 28 laga yang dimainkan tim racikan Jose Mourinho.

Joe Cole menjadi andalan Jose Mourinho bersama Frank Lampard, Damien Duff, dan Didier Drogba. Mereka adalah pemain kunci di lini serang Chelsea.

Bersama Chelsea, Joe Cole meraih tiga gelar Premier League. Selain itu, dia juga mendapatkan dua Piala FA, satu Piala Liga Inggris, dan menjadi final Liga Champions musim 2007/2008.

Karir Joe Cole di Chelsea berakhir pada 2009/2010, dia tidak mendapat kontrak baru. Joe Cole pindah ke Liverpool.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini